Sketsa News
Home Analisis, Berita Terkini, Headlines, News SKANDAL PANAMA PAPERS

SKANDAL PANAMA PAPERS

tana

Sketsanews.com – Minggu, 03 April 2016 Perusahaan Hukum Mossac Fonseca yang berbasis di Panama,mengalami kebocoran dokumen. Hal ini tentu saja menjadi sorotan media dari seluruh penjuru dunia, karena bocoran dokumen tersebut diklaim telah mengungkap berbagai korupsi dan perjanjian bisnis mencurigakan yang dilakukan oleh para pemimpin negara, politisi, atlit, dan tokoh-tokoh penting lainya.

Laporan yang dilansir The Atlantic, Senin (04/04/2016) menyebutkan bahwa dokumen internal yang disebut dengan Panama Papers itu, setahuin lalu diterima oleh surat kabar Jerman Suddeutsche Zeitung dari seseorang yang tidak disebutkan namanya, dan baru dipublikasikan pada minggu (03/04/2016).

Sebelum mengumumkan temuan mereka ke publik, 400 jurnalis dari 100 media dari 80 negara butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk mengecek dan mengulas panama papers. Hasil temuan mereka sungguh mencengangkan, Sekitar 11,5 juta dokumen atau setara 2,6 terabyte data menyangkut 214 ribu shell company rentang waktu 1970an hingga 2016. Dan ini merupakan kebocoran dokumen terbesar di dunia.

Adakah politisi atau pejabat publik Indonesia yang ikut tercantum namanya dalam dokumen yang bocor tersebut ? jawabannya iya. Sebut saja Sandiaga Uno, Riza Chalid, Djoko Soegiyarto Tjandra, James Riady, Fransiscus Welirang, dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz diduga tersangkut dalam dokumen finansial Panama Papers.

 

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo saat di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta pada Jum’at (15/04/2016) mengatakan “ya, sebaiknya kalau pejabat publik jangan terlibat yang seperti itulah, ya. Jadi sebaiknya apakah mungkin segera dibawa balik duitnya atau diinvestasikan ke dalam negri. Sebaiknya pejabat publik itu memberi contoh yang bagus bagi masyarakat”.

Agus menambahkan “ seharusnya Harry menginvestasikan uang dalam bentuk perusahaannya tersebut ke Indonesia, bukannya ke luar negri. Apalagi jika investasi keluar negri tersebut bertujuan untuk menghindari pajak”.

Sekedar informasi, berdasar dokumen finansial Panama Papers, Sheng Yue International Limited adalah perusahaan atas nama Harry. Perusahaan itu diyuridiksi bertujuan menghindari pajak kepada negara.

Saat dikonfirmasi, Harry mengatakan sudah menyampaikan permasalahan tersebut kepada Presiden (Presiden tidak mempermasalahkan, selama tidak merugikan negara) dan harry juga sudah melapor kepada Direktorat Jendral Pajak.

Selain nama-nama di atas, sebenarnya masih banyak nama lain yang belum terekspos oleh media, sehingga keterlibatannya belum diketahui oleh publik Indonesia secara umum.

Analisa

Skandal Panama Papers adalah Skandal mengenai dunia offshore atau dunia tanpa pajak kerja.

Konsorsium jurnalis Investigasi Internasional(ICIJ) dan Koalisi Media Internasional dimana Indonesia hanya diwakili oleh Majalah Tempo, melakukan investigasi terhadap bocoran data 2,6 terabyte mengenai dunia offshore dari tahun 1977- 2016.

Bocoran dokumen tersebutmenyebut 12 nama pemimpin dunia (sekarang dan mantan) serta 128 politisi dunia dan beberapa publik figur terkenal. Selain Presiden Putin dan petinggi FIFA, skandal panama papers juga menyebut keterlibatan perdana mentri Islandia melalui akun istrinya.

Bocoran ini juga menyebut beberapa nama perusahaan yang masuk daftar hitam di Eropa dan Amerika Serikat akibat keterlibatan pada perdagangan narkoba, terorisme, dan lain-lain.

Selama hampir empat dekade lamanya, lebih dari 11 juta dokumen offshore terhubung oleh Mossac Fonseca (Firma Hukum yang berbasis di Panama). ICIJ menyebut bahwa firma ini melayani pembuatan perusahaan bodong dan pengelabuan pajak bagi banyak Institusi bisnis global. ICIJ juga menyebutkan bahwa audit pada 2015 lalu, Mossac Fonseca diketahui menyimpan rahasia 204 nama institusi bisnis dunia dari 14.000 perusahaan yang terdaftar di Sychelles, sebuah kepulauan kecil di Samudra Hindia yang terkenal sebagai surga pajak.

Kumpulan dokumen tersebut tidak sepenuhnya mengindikasikan aktivitas ilegal. Namun faktanya, perusahaan bodong dan akun palsu tersebut dipakai untuk menutupi transaksi dan kepemilikan finansial tertentu.

Pada Senin (04/04/2016) Mossac Fonseca mengeluarkan pernyataan resmi yang menyayangkan tuduhan tersebut karena dianggap merusak reputasi firma yang telah dijaga selama kurang lebih 4 dekade. Pendiri firma tersebut, Ramon Fonseca, mengatakan bahwa bocoran rahasia tersebut tidak benar, tidak akurat, dan beberapa kondisi yang disebutkan oleh ICIJ tidak terhubung dengan para klien yang ditanganinya.

Perlu publik ketahui, mengapa banyak para hartawan menyembunyikan kekayaannya di Panama ? Berikut adalah alasan utamanya :

  1. Sejarah Panama sebagai negara jasa

Dahulu pemerintah Amerika Serikat melakukan kebijakan “peningkatan nilai pajak produksi” kepada perusahaan-perusahaan yang mempunyai kelengkapan armada distribusi. Karena ingin menghindari kebijakan tersebut, maka Standard Oil, Raksasa migas dunia milik John Rockefeller, melakukan deal/kesepakatan dengan Panama untuk menyediakan kapal-kapal tanker berbendera Panama guna mengangkut minyaknya dari Texas.

Pada 1920, beberapa eksekutif Wall Street membantu Panama untuk melegalkan kebijakan bebas pajak penghasilan kepada semua warganya. Alasannya adalah Panama memiliki terusan penting (Terusan Panama) yang menghubungkan pelayaran samudra Pasifik dan Samudra Atlantik.

Saat diktator Manuel Nureiga berkuasa di Panama sejak 1983, ia membantu menyembunyikan nilai kekayaan Empat milyar Dollar AS (Rp 52,8 Trilyun) per tahun milik Kartel narkoba terbesar di dunia asal Kolombia,Medelin. Meskipun Noriega telah dikenai sanksi internasional oleh Amerika, namun panama terlanjur kondang sebagai surga pencucian uang.

  1. Hukum yang bersahabat

Menurut Undang-undang Hukum Bisnis Panama, suatu perusahaan dapat didirikan dengan mudah tanpa adanya retur pajak dan audit finansial. Ini merupakan celah bagi para pengusaha untuk menyembunyikan kekayaannya yang sesungguhnya.

Selain itu pemerintah Panama juga memberlakukan insentif pajak, berupa pengurangan atau tidak bayar pajak sama sekali asal perusahaan tersebut dapat melakukan kerjasama dengan perusahaan asing.

  1. Ekonomi berbasis Dollar

Hal ini menjadikan transaksi keuangan di Panama tidak serumit negara-negara lain yang menggunakan mata uag selain dollar.

  1. Berkah Terusan Panama

Terusan Panama merupakan penghubung utama pelayaran antara Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik, yang setiap tahunnya menyumbang minimal 6% GDP Panama. Meski berstatus kawasan internasional, namun kendali utama tetap berada di tangan pemerintah Panama.

 

Data yang bocor tersebut sebenarnya hanya sebagian kecil saja, namun cukup fantastis kalau dibandingkan dengan bocoran kawat diplomatik AS oleh wikileaks sebesar 1,7 gigabyte.dan bocoran data National Security Agency (NSA) yang dipublikasikan oleh Snowden pada 2013.

Apakah data-data yang bocor ini akan segera menguap begitu saja ? tampaknya tidak. Laporan kawat oleh Snowden tersebut sampai saat ini masih saja mengungkapkan data-data baru, sehingga dapat dipastikan bocoran data panama papers masih akan memunculkan data-data baru yag lain. Termasuk juga Indonesia, belakangan muncul nama-nama baru para pejabat publik yang namanya ikut terdaftar dalam Panama Papers. (dR)

%d blogger menyukai ini: