Sketsa News
Home Analisis, Berita Terkini, Headlines, News SERIUSKAH PEMERINTAH MEMBERANTAS NARKOBA?

SERIUSKAH PEMERINTAH MEMBERANTAS NARKOBA?

narkoba

Sketsanews.com – Mengingat maraknya kasus Narkoba akhir-akhir ini, masyarakat justru dikejutkan dengan ditangkapnya AKP Ichwan Lubis sebagai Kasat Narkoba Polres Belawan oleh BNN.

Menurut informasi yang dikutip, Direktur psikotropika prekusor BNN RI,Brigjen Pol Anjan Pramuka, jum’at (22/4) diketahui AKP Ichwan Lubis sebagai Kasat Narkoba Diciduk BNN RI di kediamannya, kamis (21/4) untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan keterlibatannya dengan seorang pengendali narkoba yang diamankan beberapa waktu lalu.

Direktur Psikotropika Prekusor BNN RI, Brigjen Pol Anjan Pramuka yang dikonfirmasi Jumat petang menjelaskan, saat ini pihak BNN RI masih melakukan pemeriksaan terhadap AKP Ichwan.

“Benar memang Kasat narkoba diciduk BNN pada hari Kamis, (21/4) kemarin, saat ini yang bersangkutan (AKP Ichwan) masih menjalani pemeriksaan. Ada dugaan bahwa yang bersangkutan terlibat TPPU dari seorang pengendali narkoba yang diamankan beberapa waktu lalu,” sebut Brigjen Pol Anjan Pramuka, sore melalui telpon selulernya.

Lebih lanjut Brigjen Pol Anjan Pramuka bilang, pihak BNN RI masih mendalami sejauh mana dugaan keterlibatan dan hubungan AKP Ichwan dengan para tersangka yang sudah diamankan sebelumnya.

AKP Ichwan Lubis
AKP Ichwan Lubis

 

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf menyebutkan Polda Sumut hanya menerima koordinasi dari BNN RI untuk membawa AKP Ichwan Lubis berkaitan upaya pengembangan kasus peredaran narkoba dari seorang tersangka yang diamankan BNN beberapa waktu lalu.

“Mengenai surat panggilan memang sudah disampaikan BNN kepada Pimpinan (Kapolda Sumut). Pemberitahuan itu sudah disampaikan seminggu lalu. Sampai saat ini belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan melalui pimpinannya di Mapolres Belawan, kita tunggu saja,” pungkas Kombes Helfi.

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Ichwan Lubis tidak berada di ruangannya saat hendak ditemui, Jumat (22/4/2016).

Sejumlah pria berpakaian kasual yang berada di ruangannya mengatakan, Ichwan Lubis tidak nampak sejak pagi. Namun mereka enggan menyampaikan sejak kapan dia tidak masuk kantor.

Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Belawan, AKP Martobu Purba mengaku belum menerima informasi terkait penangkapan Ichwan Lubis. Meski demikian, ia mengaku juga sudah melihat surat dari BNN kepada Polda Sumut terkait penangkapan Ichwan. Ia pun berharap wartawan memahami posisinya.

“Informasinya belum sampai ke saya. Jadi belum bisa saya sampaikan iya atau tidak. Istilahnya, cepat jangan mendahului, tajam jangan menyakiti,” katanya.

Ditanya sudah berapa hari Ichwan Lubis tidak masuk, Purba menjawab ragu. Namun, dari keterangannya, Ichwan diketahui tidak masuk kantor beberapa hari belakangan.

“Sejak kapan ya. Sejak semalam kayaknya. Ini pun saya mau dapat keterangan susah. Pak Kapolres pun gak ada, Pak Waka pun gak ada,” kata Purba.

setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencucian uang jaringan narkotika. Dia pun dicopot dari jabatan Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf menyatakan, Ichwan dicopot mulai hari Selasa (26/4). Posisi diganti AKP Dedy Kurniawan. “AKP Dedy Kurniawan sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polres Pakpak Bharat,” kata Helfi kepada wartawan.

Terkait proses hukum selanjutnya, Polda Sumut menyerahkan kasus Ichwan kepada BNN. Mereka juga akan membantu BNN bila ingin mengembangkan kasus itu.

Hanya saja, sejak membawa Ichwan ke Jakarta, BNN belum berkoordinasi dengan Polda Sumut. Kepala Bidang Humas BNN, Kombes Pol Slamet Pribadi, menyatakan mereka memang hanya berkoordinasi dengan Mabes Polri terkait kasus Ichwan.

Ichwan ditangkap BNN setelah mereka mengembangkan pengungkapan jaringan pengedar narkotika Malaysia-Aceh-Medan. Perwira pertama ini disangka telah melakukan pencucian uang berlatar narkotika, dengan menerima dana Rp 2,3 miliar dari Tjun Hin alias Ahin, anggota sindikat narkoba itu.

Uang dalam jumlah besar itu diserahkan Ahin setelah mendapat perintah dari Togiman alias Toni, narapidana kasus narkotika yang mendekam di Lapas Kelas II Lubuk Pakam, Deli Serdang. Ichwan menerima uang itu dengan dalih mengurus kasus anggota jaringan Toni bernama Achin alias MR, tengah ditangani BNN. Perempuan ini ditangkap petugas BNN dengan barang bukti sekitar 21 kilogram sabu dan puluhan ribu butir pil ekstasi.

Penangkapan Achin berkembang ke sejumlah anggota jaringan lainnya, seperti suaminya HND, Ahin, Toni serta Janti merupakan kakak Toni. Tak berhenti di sana, BNN juga menemukan aliran uang jaringan ini sampai ke tangan Ichwan.

Toge alias Toni, terlihat santai saat petugas merazia Lapas Lubukpakam. Saat razia itu, petugas menemukan ruang karaoke dan salon. Buntutnya, BNN menyisir lapas tersebut dan menemukan Toni mengendalikan peredaran narkoa dari lapas. Foto: dok.Sumut Pos
Toge alias Toni, terlihat santai saat petugas merazia Lapas Lubukpakam. Saat razia itu, petugas menemukan ruang karaoke dan salon. Buntutnya, BNN menyisir lapas tersebut dan menemukan Toni mengendalikan peredaran narkoa dari lapas. Foto: dok.Sumut Pos

Nama si bandar narkoba kelas kakap Togiman alias Toge naik daun pasca ditangkapnya Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Ichwan Lubis.

Togiman alias Toge meski berada di Lapas Lubuk Pakam, Deliserdang, Sumut, diduga dia masih mengendalikan bisnis haramnya itu.

Jauh sebelum menyuap AKP Ichwan Lubis, Toge sudah memakan “korban”.  Setia Budi Irianto dicopot dari jabatannya sebagai Kalapas Lubukpakam, gara-gara memberikan fasilitas enak kepada si Toni, panggilan lain si Toge.

Dia berkantong tebal. Isi rekeningnya Rp8 miliar. Belum lagi yang cash Rp2,3 miliar, yang diserahkan kepada Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Ichwan Lubis.

Keterangan resmi pihak BNN, Toge pernah ditangkap pada tahun 2009 toge atas kasus Narkotika dengan barang bukti 7 butir extasi oleh AKP IL dan divonis 1 tahun penjara.

Dalam kasus yang sama, ditangani oleh Polrestabes Medan, Toge kembali ditangkap pada tahun 2011. Dia divonis 12 tahun dan dijebloskan ke penjara Lubuk Pakam.

Kini, Toge kembali berurusan dengan aparat hukum, yakni BNN, karena menggelontorkan uang ke Ichwan Lubis. (an)

%d blogger menyukai ini: