Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Tak Satu Pasal pun dalam RUU Terorisme Bicarakan Korban

Tak Satu Pasal pun dalam RUU Terorisme Bicarakan Korban

Konpers Koalisi Masyarakat Sipil/MTVN/Riyan Ferdianto
Konpers Koalisi Masyarakat Sipil/MTVN/Riyan Ferdianto

Sketsanews.com – RUU Terorisme yang sedang digodok DPR tak memerhatikan nasib korban terorisme. Itu lah kesan yang ditangkap Koalisi Masyarakat Sipil.

Peneliti Institute For Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu menyebut prosedur yang berlaku untuk mendapat kompensasi sangat memberatkan korban. Korban disulitkan mulai aspek bantuan medis, psikologis, hingga kompensasi.

Erasmus mempertanyakan ketiadaan pembahasan nasib korban di RUU Terorisme. “RUU ini tidak satu kata pun, tidak satu pasal ayat pun yang bicara tentang korban. Semua bicara bagaimana secara efektif menangkap pelaku, meyimpan pelaku, menghilangkan jejak dan lain-lain. Tidak membicarakan korban,” tegas Erasmus di Kantor KontraS, Jalan Keramat 2 Jakarta Pusat, Jumat (29/4/2016)

Erasmus menilai seharusnya pemerintah lebih memerhatikan nasib. Apalagi segi kompensasi yang kurang manusiawi. Kompensasi biasanya diberikan setelah persidangan.

“Seberapa banyak kasus terorisme dibawa kepersidangan? Kalau tidak mati, tidak dibawa ke sidang. Kalau tidak sidang kompensasi tidak akan turun. Kalau tidak turun korban harus bagaimana?,” ujar Erasmus.

Selain itu, Erasmus juga meminta penghapusan hukuman pidana mati. Menurut dia, hukuman itu tidak akan menyelesaikan masalah.

“Kami semua sepakat, pidana mati tidak menyelesaikan masalah terorisme. Kami meminta pidana mati dihapuskan,” ucap.

Tuntutan ini disampaikan Erasmus bersama pegiat HAM KontraS, ICJR dan Imparsial.

(Bz/Metrotvnews)

%d blogger menyukai ini: