Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Pengamat: Intelijen RI Rapuh, China Terobos Pangkalan TNI AU

Pengamat: Intelijen RI Rapuh, China Terobos Pangkalan TNI AU

Sutiyoso-angkat-tangan-595x279

Sketsanews.com – Insiden penangkapan lima warga negara asing asal China (26/04) di wilayah Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma menunjukkan kepada publik bahwa intelijen Indonesia sangat lemah.

Pengasan itu disampaikan pengamat politik Muhammad Huda kepada intelijen (29/04). “Bolah saya boleh katakan intelijen kita kebobolan,” tegas Huda.

Huda mengungkapkan kegagalan intelijen mendeteksi masuknya warga asing di wilayah pertahanan TNI AU. “Huda mengatakan, pekerja China itu sudah berada di wilayah TNI AU sejak 22 April 2016. Tapi baru ditangkapnya tanggal 27 April 2016. Ini menunjukkan intelijen kita sangat rapuh sehingga tidak bisa mendeteksi warga asing yang masuki wilayah pertahanan TNI AU,” ungkap Huda.

Secara khusus Huda menyorot klaim “alih teknologi” dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. “Pekerja China ilegal yang masuk wilayah TNI AU membuktikan proyek kereta cepat hanya dikerjakan pekerja asal China. Indonesia dibohongi adanya alih teknologi,” papar Huda.

Penangkapan lima warga negara asing asal China (26/04) di wilayah Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma menjadi isu panas. Bahkan di sosial media hastag atau tanda pagar #ChinaLecehkanNKRI menjadi trending topic.

Belakangan, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma Wieko Sofyan, membantah bahwa pekerja asal China tersebut anggota angkatan bersenjata China.

Menurut Wieko, tujuh orang yang diamankan tersebut merupakan pekerja PT Geo Central Mining (GCM). Perusahaan itu merupakan mitra PT Wijaya Karya (Wika), yang melakukan pengeboran di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma.

Pertanyaan menarik dilontarkan Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, soal identitas WNA China yang ditangkap TNI AU. “Yang pakai seragam tentara satu orang atau kelimanya? kalau semua pakai seragam tentara….kompak juga mereka #justsaying. 2 orang berpakaian mirip/sama dalam 1 kesempatan mungkin kebetulan. 5? – 5 WNA China yang ditangkap di Halim bukan Tentara,” tulis Hinca di akun Twitter . (Zu/Intelijen)

%d blogger menyukai ini: