Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Misteri Tokoh Negosiator Pembebasan Sandera Abu Sayyaf

Misteri Tokoh Negosiator Pembebasan Sandera Abu Sayyaf

Sketsanews.com – “Iya ini full negosiasi. Kebetulan saya masuknya cuma di tengah. Jadi, itu ada sahabat saya Pak Baidlowi sama teman-teman. Mereka yang atur. Jadi kami cuma tindak lanjut,” kata Eddy, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin dini hari, 2 Mei 2016.

Salah seorang negosiator pembebasan 10 anak buah kapal yang disandera Abu Sayyaf, Eddy Mulya, menceritakan kisahnya terlibat negosiasi untuk membebaskan para sandera.

militan-abu-sayyaf

//twitter.com/ZAEffendy/status/726781920680366080

Tiba di Jakarta, 10 sandera WNI langsung menjalani pemeriksaan kesehatan | BBC Indonesia ‏@BBCIndonesia

Full negosiasi Pak Baidlowi sama teman-teman

Mulanya, ia enggan bersuara, tapi akhirnya mau juga angkat bicara setelah dihujani berbagai pertanyaan oleh wartawan.
“Iya ini full negosiasi. Kebetulan saya masuknya cuma di tengah. Jadi, itu ada sahabat saya Pak Baidlowi sama teman-teman. Mereka yang atur. Jadi kami cuma tindak lanjut,” kata Eddy, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin dini hari, 2 Mei 2016.

Ia mengatakan, mulai ikut tim negosiasi sekitar semingguan belakangan. Ia ikut negosiasi sebagai tim dari KBRI di Filipina.  KBRI secara khusus mendapatkan tugas untuk menangani pembebasan ini.

“Seluruh komponen KBRI dan KJRI. Kebetulan dubesnya Pak Johny. Itu di KBRI ada unsur diplomat sama unsur TNI. Kami libatkan semua termasuk dari ILO (International Labour Organization), tim di perbatasan dan IMTI. Jadi, awalnya kami semua terlibat. Jadi ini kerja tim semuanya,” kata Eddy.

Ia melanjutkan, dari kerja tim tersebut, tim mengerucut menjadi tim yang dipimpin Baidlowi. Saat akan bergabung dengan tim ini ia dihubungi. Saat mengetahui ada Baidlowi, ia baru menyadari pernah melakukan riset bersama pada 2012 mengenai terorisme.
“Dipelajari, Pak Baidlowi pelajari, ngasih proposal. Intinya kalau kita lihat ini ada anak nakal ya. Satu keluarga ada yang badung, ini gimana komunikasi. Kemudian ada yang dihormati. Saya hanya tindak lanjutin,” kata Eddy.

Ia menjelaskan, pada intinya dari kelompok Abu Sayyaf ada pihak yang dianggap ‘badung’. Pihak ‘badung’ inilah yang menyandera 10 WNI.
Para negosiator pun melakukan pendekatan dengan pihak yang dihormati dan dituakan pada kelompok Abu Sayyaf.

“Untuk empat WNI yang masih disandera. Saya enggak tahu dia mau dibayar berapa tagihannya, kita kan enggak tau,” kata Eddy.
Saat ditanya soal sosok Baidlowi yang memimpin negosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf, dia hanya menceritakan Baidlowi hanyalah peneliti dan tidak ada afiliasi dengan pihak manapun.

“Dia sahabat saya. Saya enggak bisa cerita banyak, itu saja,” kata Eddy, dilansir dari VivaNews.

Baca sebelumnya :

10 WNI Resmi di Bebaskan Abu Sayyaf, dengan Tebusan “P50-million”?

 

Mayjen Purn Kivlan Zen, negosiator pembebasan 10 WNI anak buah kapal (ABK) Tug Boat Brahma 12

Mayjen Purn Kivlan Zen, negosiator pembebasan 10 WNI anak buah kapal (ABK) Tug Boat Brahma 12, menyatakan saat ini proses pembebasan terhadap empat WNI awak kapal TB Henry yang juga disandera kelompok Abu Sayyaf masih terus dilakukan. Dia memastikan telah mengetahui letak para sandera.

“Jadi kita telah mengetahui letak posisi mereka di mana. Saya sudah kontak dengan yang pegang empat orang itu. Semoga bisa kita bebaskan,” katanya.

Kerena itu, menurut Kivlan Zen, tidak perlu ada upaya-upaya yang justru akan mengacaukan perundingan yang saat ini sedang berjalan. Apalagi pihak-pihak yang hanya ingin mencari nama saja.

“Kita berharap, tidak perlu ribut, tidak perlu cari nama. Nanti malah ada masalah dengan penyandera,” ujarnya. Kembali Kivlan memastikan, empat WNI disandera oleh kelompok lain dengan penyandera 10 WNI yang sudah dibebaskan. Kondisi mereka saat ini juga dalam keadaan baik-baik saja.

“Mereka masih baik, kekurangan makan, tidak seperti kita. Mereka hanya makan kelapa. Kita juga sudah bicara dengan sandera,” katanya.
Meski ada tuntutan uang tebusan, tapi Kivlan Zen berharap pembebasan dapat dilakukan hanya dengan negosiasi secara kekeluargaan.

“Ini masih dalam proses dan berharap bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Kita telah bertemu dengan kepala desa, bertemu dengan tokoh-tokoh di sana,” katanya, dilansir dari Vivanews.

 

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menggelar operasi intelijen

Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, mengatakan, sampai saat ini masih terus mengupayakan pembebasan terhadap empat WNI yang disandera di wilayah laut Filipina. Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah menggelar operasi intelijen.

“Maka TNI melakukan operasi-operasi juga koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri yaitu operasi intelijen,” katanya. Nurmantyo menyatakan, Markas Besar TNI akan kembali melakukan diplomasi atau operasi total yang melibatkan banyak pihak sebagaimana operasi pembebasan terhadap 10 ABK WNI yang telah berhasil dilakukan, dikutip dari Antara

(in)

%d blogger menyukai ini: