Sketsa News
Home Headlines, News Mantan Petarung MMA Tewas Ditembak Polisi

Mantan Petarung MMA Tewas Ditembak Polisi

Picture2

Sketsanews.com – Seorang warga negara Perancis, Amokrane Sabet akhirnya ditembak mati Kepolisian. Amok ditembak karena melakukan penusukan dan tidak menghiraukan upaya polisi ketika akan menangkapnya di kediamannya, kawasan Jalan Pantai Berawa, Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali, Senin (2/5/2016).

Pria berbadan gempal tersebut ditembak di bagian dada dan kepalanya. Ia juga menyimpan sejumlah catatan buruk terhadap warga di sekitar Jalan Pantai Berawa, Canggu, Denpasar, Bali. Hal ini diketahui seusai polisi melakukan pendalaman, yang menemukan bukti bahwa ijin tinggal pelaku sudah habis pada September 2015 lalu.

“Selain ijin tinggal yang sudah habis September tahun lalu, juga diketahui ketika berkunjung ke restoran tidak pernah membayar,” kata Kapolda Bali, Irjen Pol Sugen Priyanto, Senin (2/5/2016). Dari informasi yang dihimpun kejadian ini terjadi sekitar pukul 11.00 Wita.

Amok sendiri nekat melakukan perlawanan terhadap polisi yang hendak menjemput paksa dirinya. Amok keluar dari rumahnya di Jalan Pantai Berawa membawa sebilah pisau yang selanjutnya, menyerang polisi ketika sedang menjalankan tugas.

Pihak kepolisian yang tewas mendapat delapan tusukan. Tusukan itu menghujam di bagian leher, dada hingga mengenai jantung, ada pula yang di paha. “Anggota kami mendapat delapan luka tusuk. Kami sudah memberikan tembakan peringatan, tapi pelaku tetap melawan akhirnya ditembak ditempat,” ungkap Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto, Senin (2/5/2016).

Disinggung soal kronologis, Sugeng menyatakan, dari awal, polisi hendak menggerebek pelaku usai diberi surat pemanggilan tapi tidak dihiraukan. Surat itu dikarenakan, banyaknya pengaduan masyarakat, dan Amok memang cukup meresahkan.

“Jadi kami panggil tidak datang, sudah beberapa kali. Sehingga, kami gerebek. Namun, dalam penggerebekan ada perlawanan dan pelaku keluar membawa pisau dan menyerang anggota kami,” tukasnya.

“Kurang lebih dua tahun pelaku tinggal di Bali. Dan selama tinggal sering sekali membuat keonaran seperti tidak membayar di restoran dan mengatai warga dengan kata-kata ‘I Kill You, F*ck You dan kata-kata kasar lainnya,” ungkap Sugeng.

Sugeng mengaku, sebelum penangkapan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Konsulat Jendral Perancis. Awalnya Kepolisian ingin menemui baik-baik, namun kabar yang beredar, surat pemanggilan tersebut pernah disobek.

Menurut seorang pemilik restoran, yang meminta namanya dirahasiakan, Amokrane telah di-blacklist oleh pemilik akomodasi pariwisata di dua wilayah, yaitu di Berawa dan Seminyak-Kuta.

Ini beberapa keonaran yang telah diperbuat Amokrane:

  1. Memakai fasilitas pariwisata tanpa pernah mau membayar
  2. Ugal-ugalan saat mengendarai mobilnya sambil menyalakan music dengan kencang
  3. Makan di restoran tanpa membayar
  4. Berkata yang menyakitkan hati bahkan mau pinjam istri orang
  5. Atas beberapa keresahan yang telah ia tebarkan di masyarakat, pihak kepolisian telah memanggilnya namun belum berhasil ditangani
  6. Melakukan penusukan pada seorang petugas kepolisian, senin (2/5/2016)

Siapa sebenarnya Amokrane?

Dikutip dari Aktualita, Amokrane Sabet adalah atlet MMA (Mixed Martial Arts) berusia 42 tahun asal Prancis. Ia berasal dari klub London Cage Fighters. Kini ia tidak lagi aktif di panggung MMA dimana ia pernah ikut pada tahun 1999 hingga 2011. Di MMA ia lebih dikenal dengan nama Kiane Sabet. Selain di panggung MMA, ia pernah membintangi film berjudul “K” yang disutradarai oleh John Allen.  Rekornya di panggung MMA berdasarkan catatan Sherdog adalah satu kali menang dan tiga kali kalah. Namun kiprahnya di panggung MMA tidak begitu mulus. Fighter yang memiliki tinggi enam kaki ini gagal meraih juara MMA.

Picture1

Dalam salah satu aksinya ketika melawan Ben Smith pada tahun 2010 lalu dalam perebutan gelar kelas Heavy Weight, Amokrane yang agresif mengandalkan pukulan justru kalah KO setelah mendapatkan kuncian dari Ben Smith. Tercatat dua kali Amokrane kalah atas Ben Smith yaitu pada tahun 2009 dan 2010.  Saat masih aktif bertarung di MMA, tatto di tubuh Amokrane belumlah sebanyak sekarang.

Sementara itu Bendesa Adat Canggu, I Nyoman Sujapa menceritakan, penangkapan Polisi ini juga bagian dari pengaduan masyarakat. Polisi sudah memberikan peringatan yang tidak dihiraukan pelaku. “Ada upaya perlawanan kalau dari informasi warga di sini, jika bule ini memang terkenal meresahkan,” katanya, Senin (2/5/2016).

Menurut Nyoman, Amok sering membuat keributan, kata-katanya kasar, dan info terbaru jika belanja di minimart atau restoran tidak pernah membayar. “Itu informasi yang dikeluhkan warga kepada saya. Dan memang warga di sini sangat resah dengan bule tersebut,” ujar dia.

Disisi lain dalam keyakinan masyarakat sekitar, peristiwa ini membuat kawasannya Cuntaka menjadi ‘kotor’. Sehingga nantinya, masyarakat sekitar akan melakukan upacara untuk pembersihan cuntaka atau leteh tersebut. “Akan ada upacara adat Cuntaka atau leteh. Atau upacara pembersihan atau pecaruan,” kata Bendesa Adat Canggu, I Nyoman Sujapa. “Tapi kami akan membicarakan dulu dengan Klian adat di sini dan akan membicarakan dengan masyarakat sekitar juga,” imbuhnya. (Vi)

%d blogger menyukai ini: