Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Kronologis Sadisnya 14 ABG memperkosa Siswi SMPN 5 PUT Hingga Mati

Kronologis Sadisnya 14 ABG memperkosa Siswi SMPN 5 PUT Hingga Mati

Sketsanews.com – ‘’Sesuai hasil visum dokter, bagian anus dan kemaluan korban sampai menyatu akibat ulah keji para tersangka. Dari visum dokter, korban diduga sudah meninggal saat perkosaan itu masih berlangsung,’’ tandas Eka.

yuyun-siswi-SMPN-5-PUT-diperkosa-14-abg-hingga-mati

Usaha Hebat Emil™ ‏@Uhe212 | Waduh*** “@Bigto_93: @KemensosRI wajah pelaku pemerkosa yuyun @PartaiSocmed @kurawa @tvOneNews @Metro_TV @MataNajwa “

Polisi sudah membekuk 12 dari 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun (14), siswi SMPN 5 PUT, warga Desa Kasie Kasubun, Padang Ulak Tanding (PUT), Rejang Lebong, Bengkulu.

Dua dari 12 tersangka itu, Fe (18) dan Sp (16), warga Dusun 4 Desa Kasie Kasubun, Kecamatan PUT masih berstatus pelajar.

Keduanya kakak kelas korban yang duduk di bangkus kelas III SMPN 5 Satu Atap PUT. Sedangkan 10 tersangka lainnya, De (19), To (19), Da (17), Su (19), Bo (20), Fa (19), Za (23), Al (17), Su (18) dan Er (16).

Kronologis pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun (14), siswi SMPN 5 PUT

Sesuai pengakuan para tersangka, kejadian 2 April 2016 itu diawali pesta miras. “Dimana para tersangka yang awalnya De, Fe, Al dan Su membeli tuak dan meminumnya di rumah De. Tak lama muncul 8 tersangka lain bersama 2 pelaku yang buron, ikut pesta tuak. Setelah semuanya dalam kondisi mabuk, mereka pergi ke TKP (tempat kejadian perkara, red) dan melakukan perbuatan itu,’’ ujar Kapolres Rejang Lebong (RL), AKBP. Dirmanto, SH, SIK.

Kapolsek PUT, Iptu. Eka Candra, SH, menambahkan, para tersangka minum tuak di rumah de sekitar pukul 11.30 WIB.

Sekitar pukul 12.30 WIB, dalam kondisi mabuk 12 tersangka dan 2 pelaku yang saat ini masih buron, keluar dari rumah De duduk-duduk di tepi jalan perkebunan karet Desa Kasie Kasubun sekitaran TKP. Sekitar pukul 13.30 WIB, melintas korban berjalan kaki pulang dari sekolahnya.

‘’Saat itulah muncul niat jahat tersangka. Bersama-sama mereka ini menyekap korban. Setelah mengikat tangan dan kaki korban, secara bergiliran para tersangka menyetubuhi korban. Bahkan ada tersangka yang sampai mengulang dua hingga tiga kali. Namun kami masih mendalami tersangka yang duluan memperkosa korban. Kalau dari pengakuan para tersangka, De yang pertama. Namun tersangka De membantah dan masih saling lempar,’’ tukas Eka.

Bahkan sesuai keterangan tersangka lainnya, De juga yang pertama menyekap serta mengikat tangan dan kaki korban. Bahkan demi melancarkan aksinya itu, De sempat mencekik leher korban di saat menyetubuhi korban.

Setelah masing-masing mendapat giliran, beberapa tersangka mengulang perbuatannya yang kedua secara bersamaan. Tidak hanya kemaluan, dubur dan mulut korban jadi pelampiasan.

‘’Sesuai hasil visum dokter, bagian anus dan kemaluan korban sampai menyatu akibat ulah keji para tersangka. Dari visum dokter, korban diduga sudah meninggal saat perkosaan itu masih berlangsung,’’ tandas Eka.

Usai menyetubuhi korban, De bersama tersangka lainnya menjatuhkan tubuh korban dengan cara menggelindingkannya ke tanah kebun karet yang posisinya tebingan curam.(sca/sam/jpnn)

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah Minta Pemerkosa Dihukum Mati …

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah meminta hukuman berlapis diberikan terhadap para pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Y, siswi SMP di Reja Lebong, Bengkulu.

Pasal berlapis yang dapat dikenakan, menurut Ledia, adalah pasal pemerkosaan, kekerasan terhadap anak, kekerasan terhadap perempuan, pembunuhan hingga mabuk di area umum.

“Saya berharap kepada penegak hukum agar mereka diberi tuntutan pidana mati atau pidana seumur hidup bagi pelaku dewasa atau yang berusia di atas 18 tahun, dan pidana maksimal bagi pelaku di bawah 18 tahun,” kata Ledia di sela-sela Kunjungan Kerja Komisi VIII, Selasa (3/5), dikutip dari JPNN

Tanggapan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise

“Sudah banyak sekali (jumlah kasusnya). Itu fenomena gunung es kita katakan,” ucap Yohana kepada wartawan di kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarya Pusat, Selasa (3/5/2016).

Di tahun 2016 ini, Yohana mencatat sudah ada lebih dari 5.000 kasus pencabulan anak. Data ini didapatkan dari laporan yang ada di kepolisian.

“Yang terlapor itu, kalau anak-anak sudah 5.769 untuk anak-anak sampai 2016. Itu dari kepolisian unit perempuan dan anak dan pusat pelayanan terpadu perempuan dan anak,” paparnya.

Kementerian PP & PA berencana mengumpulkan dan merapikan kembali data yang ada tersebut. Hal ini dimaksudkan mendapatkan data yang lebih pasti. Kementeriannya juga sedang menjalankan 3 program unggulan untuk menanggulangi hal tersebut.

“Kementerian masuk dengan 3 program unggulan kita. Satu, menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kita juga berusaha untuk memberantas human trafficking, perdagangan manusia yang mana korban adalah perempuan dan anak,” kata Yohana, dikutip dari Detik

(in)

%d blogger menyukai ini: