Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Kronologis Pembunuhan Feby Mahasiswi UGM yang Berjulukan “Albert Einsten SMKN 1 Batam”

Kronologis Pembunuhan Feby Mahasiswi UGM yang Berjulukan “Albert Einsten SMKN 1 Batam”

Sketsanews.com -Feby Kurnia Nuraisyah Siregar (19) Mahasiswi UGM jurusan Geofisika Fakultas MIPA asal Batam itu ditemukan di dalam toilet Gedung S2 dan S3 FMIPA UGM, Yogyakarta pada Senin (2/5/2016) petang.

Dijuluki Titisan Einsten

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Bidang Kesenian SMKN 1 Batam, Muhammad Hudawi, mengatakan kaget setelah diberi tahu keluarga korban sudah ditemukan tidak bernyawa lagi. Ia menuturkan, pihak sekolah juga merasa sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa Feby.

“Kami sangat terkejut. Sekolah merasa terpukul. Kok orang-orang pintar cepat dipanggil,” ujar Hudawi kala ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/5/2016).

Ia menyampaikan bahwa Feby menempuh pendidikan di SMKN 1 Batam pada tahun ajaran 2012-2013 dan lulus 2104-2015. Selama bersekolah di SMKN 1 Batam, Feby mengambil Jurusan Teknik Komputer Jaringan.

Ia mengatakan, di sekolah, Feby dikenal dengan siswa yang cerdas. Bahkan berkat kegeniusannya, Feby sampai diberi julukan “Albert Einsten SMKN 1 Batam”.

“Orangnya kutu buku, waktu banyak dihabiskan membaca dan belajar. Nongkrong lebih banyak di perpustakaan, julukannya Albert Einsten SMKN 1 Batam,” katanya.

Hudawi menuturkan, sekolah pernah mengutus Feby ke China dalam ajang pertukaran pelajar pada akhir 2014. Di kancah nasional, ia masuk delapan besar dalam ajang sains fisika terapan sebagai perwakilan dari Provinsi Kepulauan Riau.

Feby diketahui berhasil masuk UGM karena kepintarannya. “Feby masuk UGM karena dapat beasiswa di jurusan geofisika,” katanya.

Hudawi berharap polisi segera mengungkap kasusnya dan menangkap pelakunya. “Harus segera diungkap apa motifnya, jangan sampai didiamkan saja, masak kampus sebesar itu bisa kejadian seperti ini,” tuturnya.

Screenshot via @AndiArief_AA

Kronologis Terbunuhnya Feby Mahasiswi UGM oleh Eko  Petugas Cleaning Service

  • Kamis 28 April 2016 sekira pukul 06.00 | Eko Petugas Cleaning Service Mencekik Korban

Feby Kurnia dibunuh pada Kamis 28 April 2016 sekira pukul 06.00 di salah satu toilet di lantai 5 kampus UGM. Peristiwa itu terjadi saat korban seorang diri masuk ke toilet. Eko yang tengah membersihkan kamar toilet lain, turut masuk dalam toilet korban.

 

“Karena korban berontak, dia dicekik hingga meninggal,” kata Kapolres Sleman, AKBP Yulianto dalam keterangan pers di Mapolda DIY, Rabu (4/4/2016).

Setelah mencekik korban hingga tewas, pelaku mengambil barang berharga seperti dua handphone, powerbak, serta kunci kontak dan surat kendaraan milik korban.

“Pelaku mengunci toilet, dia juga berpesan pada rekannya agar tidak membuka toilet karena krannya rusak,” jelasnya, dikutip dari OkeZone.

 

  • Kamis, 28 April 2016 | Sang ibu merasa khawatir, karena Feby tidak merespons teleponnya

Keluarga sudah menaruh kecurigaan ada yang tak beres sejak Feby Kurnia Nuraisyah (19) menghilang. Terutama pesan-pesan singkat yang dikirim dari nomor ponsel Feby yang mencurigakan.

pembunuhan-Feby-ahasiswi-UGM-SMS-mencurigakan

Sang ibu, Nurcahaya Ningsih (48) menunjukkan beberapa SMS dari nomor ponsel Feby kepadanya. Salah satunya saat Nurcahaya meminta Feby untuk menelponnya, berbalas pesan, “Iya ma nanti ya. Baru banyak tugas, mama lg apa”. (Detik)

  • Kamis 28 April 2016 | Sore Rekan Mahasiswi Lapor ke Polsek Mlati, Sleman

Korban sebelumnya dilaporkan menghilang oleh rekan-rekannya sesama mahasiswa. Laporan menghilangnya Feby disampaikan ke Polsek Mlati, Sleman, Kamis (28/4/2016) sore.

Sabrina mengutarakan, ia dan rekan satu kelas terakhir kali berkontak dengan Febt pada Kamis (28/4/2016) pagi. Saat itu korban akan berangkat kuliah tapi tak terlihat di dalam kelas. (TribunNews).

  • Jumat, 29 April 2016 | Pelaku pembunuhan, Eko sempat mamanjatkan doa di depan jenazah Feby

Pelaku pembunuhan, Eko (26) warga Wonokromo, Pleret, Bantul, DIY sempat mamanjatkan doa di depan jenazah Feby. Lantunan doa itu dilakukan sehari setelah dia mengeksekusi korban dengan cara mencekik.

“Sehari setelah kejadian, pengakuannya sempat mendoakan korban. Saat itu, dia binggung atas apa yang dilakukannya,” ujar penyidik dari Satreskrik Mapolres Sleman, Rabu (4/5/2016).

Setelah mendoakan korban, pelaku kembali lagi mengunci pintu toilet yang berada di lantai 5 tersebut. Eko beraktivitas seperti biasa setelah apa yang dilakukannya pada Kamis, 28 April 2016.

  • Jumat, 29 April 2016, “HP-nya terlacak di Jalan Parangtritis” dan Diangkat Pria Ketika Ditelepon

Pada Jumat (29/4/2016), rekan satu kelas Feby mencoba mencarinya dan sempat menghubungi lewat pesan pendek dan telepon. Rekan-rekan Feby sempat berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencari Feby dengan melacak nomor telepon genggamnya, namun satu kali ditelpon justru seorang pria yang mengangkat.

“HP-nya terlacak di Jalan Parangtritis,” terang Sabrina.

  • Sabtu, 30 April 2016 | Nurcahaya (ibunda Feby) dari Batam ke Yogya, Lacak telepon Feby lewat bantuan polisi

Kecurigaan Nurcahaya (ibunda Feby) bertambah hingga memutuskan terbang ke Yogyakarta, karena Feby membalas pesan singkat dengan bahasa yang berberbeda pada 29 Maret 2016. Setibanya di Yogyakarta dari Batam, Nurcahaya tak menemukan anaknya di kosan.

Pencarian pun dilakukan dengan melacak sinyal telepon Feby lewat bantuan polisi. Terdeteksi, nomor telefon Feby terakhir kali digunakan di wilayah Bantul, namun keberadaan Feby belum juga terungkap. Dari pencarian itu juga ditemukan motor Feby parkir di Terminal Giwangan.

Belakangan terungkap, Eko yang membawa motor Feby ke Terminal Giwangan.

  • Sabtu, 30 April 2016 | Eko Dipecat. Alasannya, pekerjaan yang dilakukannya dinilai kurang baik.

Dua hari berikutnya, dia diberhentikan dari pekerjaannya oleh perusahaan yang merekrut. Alasannya, pekerjaan yang dilakukannya dinilai kurang baik. Eko merupakan pekerja outsourcing petugas kebersihan yang ditempatkan di Fakultas MIPA oleh perusahaan yang menaunginya.

“Kita baru tau kalau hari Sabtu kemarin, dia sudah diberhentikan,” kata Dekan Fakultas MIPA UGM Pekik Nurwantoro saat mengikuti jumpa pers di Mapolda DIY. (OkeZone)

  • Senin, 2 Mei 2016 |  mayat Feby Kurnia ditemukan di salah satu toilet di lantai 5 kampus UGM

Petugas satuan kemanan Universitas Gadjah Mada menjadi orang pertama yang menemukan mayat Feby Kurnia di toilet Fakultas MIPA, Senin (2/5/2016).

Seorang petugas keamanan UGM, Setya Hadi, menceritakan bahwa seorang rekannya bernama Sutriyadi adalah orang pertama yang merasakan ada yang tidak beres di kamar mandi lantai lima tersebut.

“Ketika ia sedang memeriksa gedung pada sore hari sekitar pukul 18.30 WIB, ia mencium bau yang tidak sedap,” Setya Hadi memulai ceritanya. “Pintu terkunci dari dalam, kami intip ada hitam-hitam. Kami langsung curiga ada yang enggak beres,” sambung Setya.

Dari sana kemudian diketahui ada mayat yang sudah dalam posisi terduduk. “Kami berempat langsung turun dan menghubungi pihak berwajib,” kata dia.

“Besar duagaan yang bersangkutan dibunuh oleh pelaku yang masih kami kejar,” jelas Direskrimum Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Kombes Hudit Wahyudi di lokasi kejadian, Senin (2/5/2016), dikutip dari TribunNews.

  • Selasa, 3 Mei 2016 | pihak kampus menaburkan bubuk kopi di sekitar TKP Feby Kurnia

Toilet yang menjadi tempat kejadian perkara juga sudah tidak dipasangi garis polisi. Sementara petugas dari pihak kampus menaburkan bubuk kopi di sekitar TKP sehingga sudah tidak tercium bau menyengat seperti semalam dikutip dari (TribunNews).

  • Selasa, 3 Mei 2016 | Hasil Sementara autopsi Tidak ada Tanda Kekerasan

“Hasil pemeriksaannya, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar ketua tim autopsi dr IB Gd Surya Putra P, Spf kepada wartawan di RSUP Dr Sardjito, Sleman, Selasa (3/6/2016).

Proses autopsi berlangsung selama 3,5 jam atas permintaan polisi. Meski begitu, untuk hasil secara lengkap baru diperoleh pada satu atau dua minggu ke depan. (Detik)

  • Selasa, 3 Mei 2016 | Pelaku Pembunuhan Feby Mahasiswi UGM Sudah Tertangkap

“Kasus tersebut sudah ditangkap pelakunya,” kata Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi kepada wartawan, Selasa (3/5/2016).(Detik). “Kami tidak dapat menangkap atau menahan tanpa alat bukti yang cukup. Besok (4/5) akan diumumkan oleh Kapolda DIY,” kata Hudit kemudian.

  • Rabu, 4 Mei 2016 | Kapolres Sleman, AKBP Yulianto Memberikan keterangan pers di Mapolda DIY

  • Rabu, 4 Mei 2016 | Jenazah Feby diberangkatkan dari Bandara Adisujipto dan tiba di Bandara Hang Nadim Batam sekitar pukul 09.35

Jenazah Feby diberangkatkan dari Bandara Adisujipto dan tiba di Bandara Hang Nadim Batam sekitar pukul 09.35 WIB, Rabu (4/5/2016). Dari Hang Nadim, jenazah dibawa ke rumah duka di Perumahan Nusa Jaya, Batam Center, Kecamatan Batam Kota, Batam.

Usai disalatkan, jenazah dibawa ke TPU Taman Langgeng Sai Panas, Batam, pada pukul 11.35 WIB. Orangtua Feby tampak shock. Pun halnya dengan dua adik Feby dan kerabat.

pembunuhan-Feby-pemakaman-di-batam

 

Motif Pembunuhan Feby Mahasiswi UGM

“Motif sementara, ingin menguasai barang korban,” kata Wakapolda DIY Kombes Pol Abdul Hasyim Gani dalam keterangan pers, Rabu (4/4/2016).

Beberapa barang yang berhasil dibawa pelaku di antaranya dua unit handphone merek Samsung, powerbank, dan sepeda motor mio bernopol BP 4864 JH. Handphone dan powerbank sudah digadaikan oleh petugas kebersihan di UGM tersebut.

“Digadaikan ke toko X, senilai Rp650 ribu,” imbuh Kapolres Sleman, AKBP Yulianto.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis, mulai dari 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 365 KUHP tentang penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal, dan 351 KUHP tentang penganiayaan. (OkeZone)

(in)

%d blogger menyukai ini: