Sketsa News
Home Berita Terkini, News Beredar Cek 1 Miliar Ade Komarudin, KPK Sudah Ingatkan

Beredar Cek 1 Miliar Ade Komarudin, KPK Sudah Ingatkan

Sketsanews.com – Melalui tim suksesnya, Geofedi, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menyumbang dengan cek tunai CIMB dengan No rekening AAN 594239 senilai Rp 1 Miliar tertanggal 6 Mei 2016.

penampakan-cek-1-miliyarade-komarudin

Cek Rp 1 miliar tersebar dari Tim Pemenangan Calon Ketua Umum DPP Partai Golkar, Dr H Ade Komarudin.

Melalui tim suksesnya, Geofedi, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menyumbang dengan cek tunai CIMB dengan No rekening AAN 594239 senilai Rp 1 Miliar tertanggal 6 Mei 2016.

Dana segar ini sebagai syarat dari Komite Verifikasi untuk Sumbangan Pelaksanaan Munaslub.

Dalam keterangan cek tersebut, Geodefi mendaftarkan cek senilai Rp 1 Miliar ini pada pukul 10.15 WIB yang diterima tim verifikasi Djafar Ruliansyah Lubis.

Sebelumnya, Akom, sapaan Ade Komarudin, menyetujui sumbangan Rp 1 Miliar ini. (*)

 

Golkar Tetap Pungut Rp 1 M, KPK: Yang Penting Kami Sudah Mengingatkan!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak bisa berbuat banyak setelah saran sekaligus rekomendasinya agar Partai Golkar tidak melakukan pungutan iuran Rp 1 miliar ke calon ketua umum yang bertarung dalam Munaslub, tidak didengarkan.

“Yang penting KPK sudah mengingatkan,” kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, melalui pesan singkat, Jakarta, Jumat (6/5/2016).
Sebelumnya, utusan Partai Golkar yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komite Etik Munaslub, Lawrence Siburian menemui pimpinan KPK.
Mereka berskonsultasi dan meminta masukan perihal rencana untuk meminta dana Rp 1 miliar ke setiap caketum yang akan bertarung memperebutkan kursi Golkar 1 dalam Munaslub 2016.

Lantas, pihak KPK menyarankan sekaligus merekomendasikan ke mereka agar hal itu tidak dilakukan karena termasuk praktik politik uang yang nyata dan bisa masuk kategori gratifikasi hingga yang terburuk adalah suap.

“Ingat, bahwa sebagian besar calon Ketua Umum itu adalah ‘pejabat publik’, anggota DPR, Ketua DPR, Gubernur dan lain-lain,” tandasnya.
“Jadi, silakan kalau mereka tidak mau ikut rekomendasi KPK,” sambungnya. (TribunNews)

(in)

%d blogger menyukai ini: