Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Harga Bahan Pokok masih Tinggi

Harga Bahan Pokok masih Tinggi

bahanpokok

Sketsanews.com – Puasa masih sebulan menjelang, tetapi harga kebutuhan pokok seperti gula pasir, minyak goreng, cabai, telur ayam, bawang merah, ayam, dan sayuran sudah mulai naik di beberapa daerah. Itu sebagaimana keluh kesah seorang ibu rumah tangga di Kota Padang, Noriyani.

“Ketika saya ke pasar bawa uang Rp50 ribu hanya dapat cabai seperempat, bawang seperempat, minyak goreng setengah kilogram, dan sedikit lauk. Saya berharap pemerintah cepat tanggap.”

Pemantauan di Pasar Pitalah Bunga Tanjung, Padang, harga cabai kini Rp32 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp30 ribu-Rp31 ribu. Harga bawang merah Rp40 ribu per kg dari Rp38 ribu. Lonjakan harga juga menimpa gula pasir dari Rp11.500-Rp13 ribu menjadi Rp15 ribu per kg.

Di Bangka Belitung, tidak cuma harga gula pasir yang bergerak naik. Harga minyak goreng pun demikian. Pemilik warung di Pangkalpinang, Yuni, berujar,

“Harga gula dari Rp11.500 menjadi Rp14 ribu per kg, sedangkan harga minyak goreng Rp15 ribu per liter dari Rp12 ribu. Harga bawang merah Rp50 ribu dari Rp45 ribu per kg.”

Warsinah, pedagang ayam di Pasar Ajibarang, Banyumas, mengaku dirinya tidak bisa berbuat banyak ketika harga ayam potong melonjak hingga Rp32 ribu per kg jika dibandingkan dengan dua pekan lalu, yakni Rp28 ribu.

Pedagang di Pasar 16 Ilir Palembang, Abu Rochmat, mengatakan tren kenaikan harga bahan pokok sebenarnya sudah berlangsung sejak akhir tahun.

Itu sempat mereda di pekan ketiga Februari kemudian cenderung naik karena pengaruh musim dan gagal panen. “Kini, mendekati Ramadan, banyak agen mematok harga tinggi,” kata Abu Rochmat.

Kepala Pasar Induk Cikurubuk, Tasikmalaya, Dodi Indra mengakui harga bawang merah melesat selama 2 bulan terakhir, dari Rp15 ribu per kg terkerek menjadi Rp24 ribu dan kini bertahan di posisi Rp35 ribu. Harga cabai merah dari Rp14.800 menjadi Rp16 ribu per kg dan harga telur ayam dari Rp17 ribu menjadi Rp18.500.

“Pasokan turun drastis karena tanaman terserang hama. Kiriman bawang dari 8 ton menjadi 3-4 ton per hari dan cabai dari 4 ton menjadi 1,5 ton,” ujar Dodi.

Di Pasar Wonokromo, Surabaya, seledri yang biasanya dihargai Rp10 ribu kini menjadi Rp25 ribu-Rp30 ribu per kg lantaran petani di sentra penghasil sayuran di Jawa Timur gagal panen akibat pengaruh musim.

“Harga sayuran paling tinggi naiknya, sedangkan harga beras, gula, dan telur rata-rata naik Rp2.000 per kg,” ungkap Kadisperindag Jatim Ardi Prasetiawan.

Pasar murah
Saat menanggapi tren kenaikan harga karena beragam faktor itu, Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti menyatakan operasi pasar merupakan strategi paling cepat untuk menurunkan harga bahan pokok.

“Kini, kami tengah menggelar pasar murah di sejumlah daerah. Kalau ini tidak juga mampu menurunkan harga, baru kami lakukan operasi pasar. Mungkin awal Juni.”

Menurut Djarot, pihaknya sudah menjual daging sapi di kisaran Rp90 ribu per kg di beberapa daerah. “Tidak mungkin langsung Rp80 ribu sesuai anjuran Presiden. Pedagang kaget karena terlalu jauh dari pasaran.”

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas di Jakarta, Selasa (26/4), meminta harga bahan pokok diturunkan menjelang puasa dan Lebaran.

“Saya ingin harga daging sapi Rp80 ribu per kg. Harga beras pas panen turun. Hal-hal yang rutin naik, tahun ini kita jungkir balikkan.” (Br/MI)

%d blogger menyukai ini: