Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Menanti Pertarungan Ahok dengan Risma, Siapa Pemenang?

Menanti Pertarungan Ahok dengan Risma, Siapa Pemenang?

risma2

Sketsanews.com – Mengapa Tri Rismaharini ditarik ke Jakarta padahal masa jabatan periode keduanya belum sampai tiga bulan dijalani sebagai Wali Kota Surabaya? Apakah PDIP kesulitan mencari sosok lain di luar Risma untuk melawan Ahok?

DPD PDIP DKI Jakarta telah menutup pendaftaran seleksi bakal cagub DKI Jakarta. Ada 34 orang yang mendaftar. Beberapa tokoh yang mendaftar antara lain Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB)Yusril Ihza Mahendra, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung alias Lulung, pengusaha Dandiago Uno, pengacara Farhat Abbas.

Dari 34 nama tersebut, tidak terdapat nama Risma. Hanya ada ada dua nama kader internal PDIP yang diusulkan oleh DPC di DKI, yaitu Boy Sadikin dan Djarot Saiful Hidayat yang kini menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Risma jauh hari sebelumnya sudah menolak bertarung melawan Ahok. Bahkan, ia sudah menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menolak.

“Jadi saya yang menghadap Ibu (Megawati), mungkin satu bulan yang lalu. Waktu itu saya sampaikan, ‘Bu, saya mendapat amanah di Surabaya. Dan saya mohon saya tidak dicalonkan jadi Gubernur, baik di Jawa Timur maupun DKI’,” ujarnya. “Lalu Ibu terdiam saat itu,” kata Risma pada 10 Maret.

Meski Risma sudah menolak, tiba-tiba di media sosial nama Risma muncul. Meskipun Risma telah menyatakan dirinya tidak akan maju dalam Pilkada DKI 2017, kini muncul gerakan yang mendukung dirinya di media sosial. Akun Twitter @Karisma_Jakarta mendukung Risma untuk maju sebagai calon gubernur dengan tagar#BekerjaDgnHati.

Selain itu, muncul foto poster yang beredar di media sosial bertuliskan “Posko Karisma Jakarta, Risma for DKI 1, Bekerja dengan Hati” yang juga memuat gambar wajah Risma.

Ketua DPP Bidang Organisasi dan Perkaderan PDIP Djarot Syaiful Hidayat mengatakan, tidak menutup kemungkinan Risma diusung PDIP. “Semua masih berkemungkinan. Kami hanya menunjukkan bahwa di PDI-P itu masih banyak potensi kader yang bagus-bagus. Bu Risma kan dari awal sudah di PDI-P,” ucapnya pada 8 Mei.

Risma pilihan rasional, karena sejauh ini belum ada figur yang bisa menandingi elektabilitas Ahok. “Kalau sudah mencalonkan secara resmi, mungkin elektabilitas dan popularitasnya akan terdongkrak,” kata Pengamat Politik Hanta Yuda.

Langkah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Heru Budi Hartono menuju DKI-1 melalui jalur independen memang tak terbendung. Hanya dalam tempo tiga bulan, Teman Ahok berhasil mengumpulkan 778.957 KTP. Tinggal 221.043 KTP lagi genap satu juta KTP yang ditargetkan Ahok-Heru.

Meski Risma sebagai pilihan rasional, pengamat politik UGM Arie Sudjito mengomentari beredarnya poster Risma di dunia maya. “Itu mungkin baru penjajakan. Banyak energi yang sia-sia kalau Risma bertarung di Jakarta. Padahal, lebih besar kesempatan di Surabaya dan Jawa Timur. Biar pembagian tugas untuk mendorong perubahan di daerah,” imbuh Arie yang menyelesaikan disertasi tentang partai politik itu.

Andai pada akhirnya PDIP menetapkan Risma, tentu menarik menyaksikan pertarungan Ahok dengan Risma. Pemilih di Jakarta yang menentukan siapa keluar sebagai pemenang. (Br/MI)

%d blogger menyukai ini: