Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, Headlines Era Jokowi, Mulai Bangkit PKI

Era Jokowi, Mulai Bangkit PKI

PKI

Sketsanews.com – Kemunculan atribut berlambang Palu Arit di beberapa daerah beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa PKI (Partai Komunis Indonesia) masih eksis di Indonesia. Mereka berusaha mewujudkan kembali ideologinya secara pelan tapi pasti. Berbagai upaya kebangkitan PKI nampaknya bukan hanya isapan jempol semata. dengan berbagai dalih PKI Mencoba merebut hati pemerintah agar memberikan pengakuan terhadap eksistensinya. Baru-baru ini beredar berbagai foto orang-orang yang menggunakan kaos dengan atribut PKI yakni gambar Palu Arit yang menjadi simbol PKI sejak dahulu.

Komunisme adalah suatu ideologi dan di Indonesia orang-orang yang berpemahaman seperti itu membentuk partai yang di beri nama Partai Komunis Indonesia (PKI). Dimana ideologi atau ajarannya telah dilarang hidup di NKRI. PKI menggunakan gambar palu dan arit dengan latar belakang merah kuning sebagai lambang partainya. Sedangkan dewan revolusi adalah kelompok pejabat yang pro PKI sebagai pemerintah bayangan yang akan mengambil alih pemerintahan Indonesia (dengan kudeta).

Saat ini munculnya orang-orang dengan atribut PKI yang bergambar logo Palu Arit nampak semakin jelas dan semakin berani. Bagi sebagian rakyat Indonesia, mendengar kata Partai Komunis Indonesia (PKI) seolah mendengar sebuah hantu yang sangat menakutkan. Bahkan sebagian menganggap PKI adalah bahaya laten (terpendam) bagi republik ini.

Apabila PKI bangkit lagi, apapun bentuknya, maka akan banyak lagi korban yang akan mati akibat keganasan dan kebiadabannya, serta Indonesia sebagai negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang 1945 akan terancam. Oleh karena itu komunis PKI harus diwaspadai oleh semua masyarakat khususnya prajurit TNI dan aparatur negara. Jangan sampai PKI kembali dengan segala bentuk, karena hal tersebut akan sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika baru-baru ini PKI melakukan upaya mendesak pemerintah, agar melakukan permohonan maaf kepada eks-keluarga PKI, dengan mengusung simposium yang sudah difasilitasi oleh pemerintah itu sendiri. Banyak yang melakukan penolakan terhadap simposium PKI tersebut diantaranya adalah Front Pancasila. Namun demikian, ternyata simposium PKI itu tetap dapat dilaksanakan oleh simpatisan PKI dengan dalih mencari cara untuk rekonsiliasi Bangsa Indonesia.

Dalam sejarah panjang Bangsa Indonesia, komunisme (PKI) telah dua kali menggoreskan tinta darah yang mengakibatkan luka yang sangat mendalam bagi negara ini. Belum hilang dari ingatan tentang peristiwa pemberontakan PKI di Madiun, muncul peristiwa G30S/PKI 1965 dan dewan revolusinya. Belum juga hilang ingatan tentang kekejaman G30S/PKI, kini mereka berupaya membangkitkan kembali ajaran komunisme di bumi tercinta ini.

Kini kita sebagai warga negara, yang sampai saat ini tahu bahwa PKI merupakan sumber malapetaka bagi bangsa ini, sudah selayaknya bersikap waspada, semoga pemerintah segera mendengar dan mengambil tindakan atas peristiwa pahit Bangsa Indonesia ini sebelum semua terlambat. Demi menyelamatkan bangsa Indonesia dari jurang penderitaan akibat ajaran komunisme. Sebagai bangsa yang baik, memang tidak boleh mengorek luka lama di masa lalu dan bukannya upaya balas dendam terhadap eks anggota PKI serta keluarganya, sebagai sesama anak bangsa kita harus saling menghormati dan menghargai. Tetapi yang tidak diinginkan oleh bangsa ini  adalah bangkitnya kembali komunisme di Indonesia.

Perlu di ingat bahwa PKI bukanlah musuh TNI, tetapi musuh Bangsa Indonesia. Yang membubarkan dan membunuh anggota PKI bukan hanya TNI tapi Bangsa Indonesia. Bahkan sebagian besar pembunuhan dilakukan oleh masyarakat yang rata-rata seluruh keluarganya telah menjadi korban keganasan PKI. Oleh karenanya, sudah cukup, jangan ada lagi korban-korban baru hanya di karenakan dendam yang ditanamkan kepada anak cucu kita. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undnag positif, tidak kekiri-kirian dan kekanan-kananan, sehingga kita harus tetap waspada menghadapi bangkitnya kembali komunisme di NKRI.

Dasar hukum pelarangan PKI, paham dan ajaran serta ideologi komunis adalah TAP MPRS NO 25 Tahun 1966 tentang pembubaran PKI dan UU RI No 27 Tahun 1999 berkaitan dengan kejahatan terhadap negara. PKI dilarang karena sudah dua kali melakukan pengkhianatan (pemberontakan) tahun 1948 di Madiun, tahun 1965 yang dipimpin oleh Letkol Untung dengan membunuh tujuh Jenderal TNI AD secara kejam. PKI bertentangan dengan Pancasila karena komunis anti agama atau tuhan. Disamping itu, kegiatan PKI selalu menggunakan kedok membantu rakyat miskin, tani, nelayan, buruh sering menyebarkan fitnah dan mereka pintar dalam membalikkan fakta serta adu domba. (Vi)

%d blogger menyukai ini: