Sketsa News
Home News #RIP drh Esthi Oktavia saat Periksa Gajah ..

#RIP drh Esthi Oktavia saat Periksa Gajah ..

Sketsanews.com – Kejadian meninggalnya dokter hewan di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Esthi Oktavia Wara Hapsari (25), masih menimbulkan tanda tanya.

rip-drh-Esthi-Oktavia-Wara-Hapsari
Almarhum drh Esthi Oktavia Wara Hapsari | Foto via TribunSolo

Berdasarkan sumber yang dihimpun TribunSolo.com, Esthi meninggal karena kecelakaan kerja. Saat ditemui di kantornya, Rabu (11/5/2016) siang, Wakapolres Wonogiri, Kompol M. Fahruddin, menjelaskan, pihak kepolisian resor Wonogiri sudah melakukan perannya setelah menerima laporan (dari pihak WGM).

“Setelah menerima laporan, kami (Polres Wonogiri) langsung datang ke lokasi kejadian (lapangan WGM).”

“Meminta keterangan saksi-saksi (3 orang).”

“Lalu meninta visum hasil otopsi dari rumah sakit (RSUD Dr Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri).”

Dari proses penyelidikan, Polres Wonogiri tidak ditemukan tanda kejahatan.

“Ada kemungkinan gajah sedang dalam masa birahi dan ingin mengeluarkan hasratnya yang tak terkendali,” ungkap Fahrudin. Fahrudin mengatakan, perkara batal dari proses hukum.

“Murni musibah dan merupakan kecelakaan kerja,” imbuhnya kepada TribunSolo.com.

Wakapolres ini turut prihatin atas kejadian yang menimpa Esthi.

“Selanjutnya semoga pegawai lebih hati-hati lagi,” katanya. (TribunSolo)

Panamtu gajah jantan berbobot 5,5 ton menyeruduk Drh Esthi Octavia Wara Hapsari

Drh Esthi Octavia Wara Hapsari atau dokter Via tewas setelah diserang Panamtu, gajah jantan berbobot 5,5 ton koleksi obyek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM), Wonogiri, yang setiap hari dirawatnya. Menurut keterangan saksi, sebelum diserang dokter Via diketahui berfoto di dekat Panamtu.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan. Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Wonogiri, Senthot Sujarwoko, peristiwa tragis itu terjadi saat dokter Via bersama tiga pawang, yaitu Febri, Umar dan Arif, menemani dua ekor gajah koleksi WGM, yaitu Panamtu (jantan) dan Panamsari (betina), pada Rabu pagi.

Senthot memaparkan, pawang dan Dokter Via sebelumnya sempat memberi makan dan memandikan sepasang gajah itu yang sedang dalam masa orientasi dan pengenalan lingkungan baru karena memang belum genap sebulan berada di Waduk Gajah Mungkur. Saat aktivitas jalan-jalan itu korban bermaksud berfoto selfie sekitar 1 meter di depan Panamtu yang dinaiki pawang Arif.

“Tiba-tiba Panamtu menyeruduk korban hingga terpental sekitar 3 meter. Saking kerasnya serangan, pawang Arif sampai terjatuh dari punggung gajah. Pawang dan beberapa pedagang sempat menolong Via, namun Panamtu terus menyerang. Dokter Via sempat berlari namun terpeleset hingga akhirnya terinjak gajah,” papar Senthot, Rabu (11/5/2016).

“Namun kejadian persisnya bagaimana saya juga tidak tahu. Apakah Panamtu gajah kaget saat difoto atau karena sebab apa, polisi yang akan menyelidikinya” lanjutnya.

Dokter Via adalah dokter hewan muda yang berasal Desa Gemawang, Bulukerto, Wonogiri. Dia merupakan lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tahun 2013. Sejak enam bulan lalu, dia bekerja di Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur sebagai kontrak khusus. Dia bertugas merawat dua gajah hibah dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Jateng tersebut. (Detik)

 

(in)

%d blogger menyukai ini: