Sketsa News
Home News Marbot Masjid Mardiah Pertahankan Wakaf Dianiaya

Marbot Masjid Mardiah Pertahankan Wakaf Dianiaya

Sketsanews.com – Karena berselisih soal tanah wakaf sebuah mesjid yang terletak di Jl Talasapang 2, Rafiuddin (57) yang merupakan salah satu pengurus mesjid diduga dianiaya oleh orang anak mantan Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan.

Peristiwa yang menimpah Rafiuddin menyebabkan tulang bahunya patah dan ia pun melaporkan ke Polsek Rappocini.

Marbot-Masjid-Mardiah-Pertahankan-WakafDianiaya
Karena berselisih soal tanah wakaf sebuah mesjid yang terletak di Jl Talasapang 2, Rafiuddin (57) yang merupakan salah satu pengurus mesjid diduga dianiaya oleh orang anak mantan Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan. | Foto via TribunNews

Kejadian ini terjadi pada Jumat lalu (22/4/2016). Rafiuddin menjelaskan sebelum kejadian ia saar itu sedang menghitung sumbangan usai salat Jumat di Mesjid Mardiah Jl Talasapang 2.

Tak lama kemudian sekitar lima orang yang mengenakan seragam salah satu ormas keagamaan masuk ke halaman mesjid. Mereka menghampiri Rafiuddin sambil berteriak.

“Siapa yang namanya Rafiuddin disini, kau itu provokator,” ujar Rafiuddin menirukan cara para pelaku menggertaknya.

Pria yang bekerja sebagai konsultan teknik ini menerangkan bahwa dari keseluruhan pelaku yang mendatanginya tiga orang diantaranya ia kenali.

Mereka yakni AR yang merupakan anak kandung dari mantan Wakil Ketua REI Sulsel, Ambo Ala, serta dua karyawan yang bekerja Ambo Ala yakni MA dan AB.

Tak lama berselang tanpa banyak tanya, MA melayangkan pukulan pertama ke arah bibir Rafiuddin dan menyebabkan luka robek.
Selanjutnya pukulan secara bertubi-tubi diterimanya. Termasuk pukulan yang dilayangkan AR di arah bahu.

“Banyak sekalimi memukul yang kuingat itu AR pukul bahu ku baru ada juga yang pukul dagu sampai saya tidak sadarkan diri, baruka sadar beberapa menit kemudian trrus banyakmi pengurus mesjid berkumpul,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/5/2016).

Setelah kejadian tersebur korban langsung menuju ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan perawatan serta visum untuk kepentingan pelaporan ke kepolisian.

“Saya langsung laporki setelah visum tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kasusnya, ini juga karena patah tulang bahu saya harus dirawat di Rumah Sakit Plamonia,” ungkapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah Kapolsek Rappocini, Kompol Muari menjelaskan, kasus kekerasan ini pihaknya saat ini telah melakukan gelar perkara dan dalam waktu dekat akan mengagendakan pemanggilan terhadap AR.

“Kami melalui berbagai pendekatan yang pertama memediasi kedua belah pihak namun hingga saat ini belum ada pencapaian terkait langkah tersebut, kedepannya kami akan mengagendakan pemeriksaan terhadap ketiga terlapor,” ungkap Muari.(*/TribunMakassar)

 

 

(in)

%d blogger menyukai ini: