Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Indonesia Kini Kehilangan Identitas dan Jati Diri

Indonesia Kini Kehilangan Identitas dan Jati Diri

Picture1

Sketsanews.com – Inilah Indonesia. Entah apa yang ada di benak para pejabatnya, sehingga mengusung orang-orang yang tidak mumpuni serta tidak mempunyai keahlian dibidangnya menjadi duta. Belum hilang dari ingatan rakyat Indonesia tentang seorang penyanyi yang menghina lambang Negara Indonesia. Ketika seseorang berbicara bukan pada bidang yang ia kuasai maka seperti inilah jadinya.

Lelucon yang dilontarkan Zaskia Gotik di layar kaca beberapa waktu lalu rupanya berbuntut panjang. Bukannya mengundang tawa, guyonan Zaskia justru mengundang kecaman. Bagaimana tidak, Zaskia Gotik secara tidak langsung sudah dianggap menghina negara dengan menyebutkan lambang pancasila sila kelima adalah ‘bebek nungging’. Tak hanya itu, ia juga dengan polos mengatakan hari proklamasi jatuh pada ’32 Agustus usai adzan subuh’.

Celetukan ini, terlepas dari sekadar candaan seperti diakuinya, telah memancing reaksi keras masyarakat. Selama berhari-hari ia dihujat kiri kanan. Mulai dari ibu rumah tangga, politikus sampai tokoh masyarakat. Mereka terlihat satu suara bahwa artis asal Cikarang, Bekasi, Jawa Barat itu harus dibawa ke ranah hukum karena perbuatannya dianggap fatal.

Para pakar merasa perlu pula urun komentar. Tidak kurang pengamat sosial dari Universitas Indonesia Ricardi S Adnan berpendapat, ini merupakan pelecehan simbol negara pertama yang mencuat pasca reformasi. Ricardi menjelaskan bahwa masa setelah reformasi merupakan periode di mana Indonesia kehilangan identitas dan jati diri bangsa.

Alih-alih membersihkan nama baiknya serta tak ingin kasusnya terlalu larut, Zaskia Gotik pun menulis permintaan maaf dan melayankan surat tersebut kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Permintaan tersebut ditulis sendiri oleh pemilik ‘Goyang Itik’ tersebut saat berada di ruang pemeriksaan. Wajar jika seluruh elemen masyarakat menjadikan kasus Zaskia Gotik ini menjadi satu perhatian yang sangat serius karena telah menghina lambang Negara, serta tidak menghargai upaya dan jerih payah para perumus Dasar Negara Indonesia.

Sonya Depari
Sonya Depari

Kalaupun ingin membersihkan nama baik maka hal yang harus dilakukan adalah meminta maaf kepada mereka yang telah merumuskan Dasar Negara Indonesia, kemudian kepada keluarga para perumus, kemudian kepada rakyat Indonesia secara keseluruhan.

Namun anehnya, karena kasus tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) justru mengangkat Zaskia Gotik sebagai Duta Pancasila. Akal sehat pun rasanya sulit diajak kompromi, jika seseorang yang tengah dirundung kasus penghinaan atas lambang negara justru ditunjuk sebagai Duta Pancasila. Adakah jaminan bahwa ke depan tidak akan muncul persoalan serta hujatan baru? Pasalnya, seorang duta tidak saja harus memahami betul permasalahan yang menjadi tugasnya, tetapi juga dituntut sikap dan perilaku yang tidak cacat norma.

Sampai di sini pernyataan tersebut benar adanya. Namun, ia lupa bahwa ini bukanlah pelanggaran pertama pada lambang negara. Pada 2014, Ahmad Dhani pernah menggegerkan saat mengusung burung Garuda dalam video clip We Will Rock You. Hal ini dilakukannya saat menjadi tim sukses pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Pelantun hit Satu Jam Saja tersebut serta merta berada dalam mimpi buruk yang tak bisa membuatnya tidur nyenyak. Tentu saja jika secara hukum dia terbukti melakukan penghinaan, ancaman pidana telah menunggu. Maka dengan sibuknya dia pontang panting ke sana kemari menyampaikan permohonan maaf sambil tak lupa sesenggukan sebagai isyarat penyesalannya yang tidak terhingga.

Jika penyanyi dangdut Zaskia Gotik diangkat menjadi Duta Pancasila seusai menghina Pancasila, dan Sonya Depari yang pernah mengancam anggota Satlantas Polresta Medan dengan mengaku anak jenderal, kini ia juga diangkat menjadi Duta Anti-Narkoba di Medan Sumatra Utara. Pemberi gelar rata-rata berniat membantu “memulihkan” citra serta kondisi pelaku mental pelaku. Terlebih keduanya memiliki kelebihan. Zazkia tenar dan banyak duit, sedang Sonya cantik dan “terkenal” dadakan.

Pemuda-injak-patung-pahlwan-revolusi-700x340

Publik, kemudian dikejutkan oleh tindakan remaja konyol yang menduduki patung pahlawan beberapa hari yang lalu. Foto-foto pemuda injak patung pahlawan revolusi menjadi perbincangan banyak orang. Lokasi pengambilan foto ternyata bukan di daerah Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, seperti yang diberitakan sebelumnya. lokasi pengambilan foto dilakukan di Tugu Letda Sujono, yang terletak di Perkebunan PTPN III, Kebun Bandar Betsi, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Beredarnya foto para remaja yang berpose tak sopan di patung para pahlawan bangsa mendapat kecaman keras para netizen. Bahkan, tidak sedikit yang menuding mereka merupakan antek-antek PKI (Partai Komunis Indonesia). Namun melihat apa yang terjadi pada Sonya Depari dan Zaskia Gotik, apakah pemerintah dan pihak terkait akan mengangkat pemuda yang menghina pahlawan tersebut menjadi duta pahlawan, atau duta anti PKI?

Yang menjadi pertanyaan besar adalah “Mengapa justru orang-orang bermasalah yang dijadikan Duta? Apakah Indonesia sedang mengalami krisis Sumber Daya Manusia?”

#IndonesiaPunya

(Vi)

%d blogger menyukai ini: