Sketsa News
Home News Skandal Kelas Jauh UNIMA illegal di Nabire

Skandal Kelas Jauh UNIMA illegal di Nabire

Sketsanews.com – Kasus ini diduga kuat melibatkan Rektor Universitas Negeri (Unima) Manado Prof Dr Philoteus Tuerah. Philo, sapaan akrabnya, disinyalir membuka kelas jauh di Nabire Papua, tanpa mengantongi izin resmi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Atas tindakannya ini, Tuerah dijatuhi sanksi berat, berupa pembebasan tugas hingga waktu yang belum ditetapkan.

Menristekdikti Mohamad Nasir membeber dosa yang dilakukan rektor Unima. “Semua ini berawal dari laporan masyarakat,” kata Nasir, kemarin. Bahwa terjadi praktek pembukaan kelas jauh oleh Unima yang tidak sesuai prosedur.

Dijelaskannya, Unima membuka kelas jauh tanpa izin di Nabire. Prodi yang dibuka adalah magister manajemen pendidikan dan magister administrasi negara. Kedua prodi ilegal itu, beroperasi sejak 11 September 2013 di Nabire. Dengan perincian, mahasiswanya 67 orang untuk magister manajemen pendidikan dan 41 orang untuk magister administrasi negara. “Biaya kuliahnya Rp5.050.000 per semester,” tutur Nasir. Pada Juni 2015, pembelajaran dinyatakan selesai. Kemudian ujian tesis digelar 7-8 Juli dan wisuda 9 Juli. Unima juga sudah terlanjur mengeluarkan ijazah untuk 34 mahasiswa yang kuliah di kelas jauh ilegal itu.

Mantan rektor Universitas Diponegoro Semarang itu menjelaskan, membuka kelas jauh tanpa mengantongi izin itu, adalah pelanggaran berat. Sehingga dia mengaku wajar untuk menjatuhkan sanksi penonaktifan rektor Unima. “Sebagai gantinya saya tunjuk Pak Irjen Kemenristekdikti Jamal Wiwoho sebagai Plh Rektor Unima,” terangnya.

Ditegaskannya, kampus negeri maupun swasta boleh membuka kelas jauh, dengan catatan mengantongi izin dari Kemenristekdikti. Dia mencontohkan IPB saat ini, yang sedang dalam proses pengajuan izin kelas jauh di Sukabumi. Kemudian Unair yang sudah beroperasi di Banyuwangi atau ITS bekerja sama denga Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengoperasikan kampus di Balikpapan.(MenadoPost)

(in)

%d blogger menyukai ini: