Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Menengok Amuk Mei 1998

Menengok Amuk Mei 1998

1024x1609_0_0_1024_1609_bcbb6117ee75b2699212a6c2ec8990ffecefbff8

PRAHARA BULAN MEI | Tak hanya Jakarta, amuk melanda beberapa kota di Indonesia. Tim Adhoc penyelidikan peritiwa Kerusuhan Mei 1998 mencatat kerusakan dan kematian mewarnai prahara.

Sketsanews.com – Kini sudah Mei lagi. Saban bulan ini, secuil ingatan kerap jumpalitan ke belakang. Tepatnya, 18 tahun lalu pada 1998. Kala itu sebagian Jakarta terbakar. Perusuh di ibu kota menggila.

Dalam dokumen Ringkasan Eksekutif atas Peristiwa Kerusuhan 13-15 Mei 1998, yang disusun Tim Adhoc Penyelidikan bentukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, beberapa insiden amuk massa pecah di beberapa kota di Indonesia pada bulan itu.

Delapan belas tahun lalu, seperti yang disebut dalam dokumen tim Adhoc penyelidik tadi, setidaknya 13 kota dilanda prahara. Kota-kota itu meliputi Jakarta Raya — di dalamnya termasuk sebagian Tangerang dan Depok — lalu Solo, Klaten, Boyolali, Medan, Deli Serdang, Langkat, Simalungun, Palembang, Surabaya, Lampung, Padang, dan Bandung.

Mei kala itu jadi titik penting jalan hidup republik. Banyak peristiwa hingga tragedi terjadi. Mulai dari insiden unjuk rasa mahasiswa, kerusuhan warga, hingga jatuhnya orang nomor satu Indonesia : Soeharto.

Namun tragedi pada tarikh 13 hingga 15 Mei 1998 tak berdiri sendiri. Banyak cukilan cerita penting yang mengiringi.

Ya, kini sudah Mei lagi. Bulan di mana kecabuhan 18 tahun lalu terjadi.

Suasana saat para perusuh beraksi dalam insiden kerusuhan Mei 1998 di sekitar Atrium Senen, Jakarta Pusat.
Suasana saat para perusuh beraksi dalam insiden kerusuhan Mei 1998 di sekitar Atrium Senen, Jakarta Pusat

(Zu/Beritagar)

%d blogger menyukai ini: