Sketsa News
Home Analisis, Berita Terkini, Headlines, News Menguak Misteri Palu Arit di Indonesia

Menguak Misteri Palu Arit di Indonesia

palu

Sketsanews.com – Munculnya symbol – symbol bergambar palu arit ini telah menghebokan pemerintah Indonesia dalam beberapa akhir ini.

Dalam dunia media sosial beredarnya kaos berlogo komunisme ini menimbulkan keresahan dan ketakutan yang sangat akan munculnya kembali paham komunisme di Indonesia. Berbagai alasan diungkapkan bahwa ketakutan dan keresahan masyarakat itu karena ketidaktahuan mereka akan kata kunci dari palu arit itu sendiri. Padahal kata kunci palu arit telah ramai diributkan pengguna media sosial sejak akhir pekan lalu dan telah digunakan 23.000 kali di Twitter sejak Minggu (08/05).

Ada banyak pro kontra di dalamnya terutama terkait tindakan polisi yang menangkap orang-orang yang dianggap menggunakan atribut Partai Komunis Indonesia. Satu pengguna misalnya mengatakan pengguna atribut harus ditindak tegas. “Jangan sampai generasi muda sekedar ikuti tren dan apalagi dengan motif terselubung.”

Palu arit, yang melambangkan kaum pekerja industri dan petani, muncul dalam Revolusi Rusia pada 1917 dan terus digunakan (serta dimodifikasi) sebagai lambang komunisme di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Itu menjadi salah satu simbol komunisme yang terkuat, selain simbol bintang merah, senapan (gerakan kiri di Arfika), dan jangkar (di Jerman Timur), kata sejarawan.

Dengan beredarnya atribut-atribut tersebut telah terjadi penangkapan dan pengrusakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan organisasi massa. Sebagai contoh kasus di kampus ISBI Bandung menambah daftar pemberangusan oleh organisasi massa dan aparat, padahal sempat muncul harapan baru lewat Simpoisum Tragedi 1965 yang lalu.

Sekelompok massa beratribut Front Pembela Islam mendatangi kampus Istitut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Selasa (10/05) pagi, menuntut pembubaran ‘Sekolah Marx,’ sebuah program pendalaman seni melalui filsafat Karl Marx, yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Daunjati.

Menanggapi kondisi tersebut, presiden Joko Widodo sebagaimana yang disampaikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti terkait langkah pemerintah menghadapi propaganda kebangkitan komunisme di Indonesia dikritik banyak pihak karena dianggap menggambarkan kemunduran sikap pemerintah yang sedang berupaya mencari terobosan penyelesaian kasus 1965.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Presiden, Johan Budi Sapto Prabowo, menjelaskan kronologis Presiden memberikan arahan kepada Kapolri, TNI, Badan Intelijen Negara, dan Jaksa Agung terkait isu kebangkitan komunisme. Jokowi mendapatkan informasi dari sejumlah tokoh masyarakat dan agama mengenai adanya kekhawatiran kebangkitnya PKI.

“Awalnya dari situ, nah kalau dilihat Tap MPR Nomor 25 Tahun 1966 yang diperbarui jadi Tap MPR Nomor 1 Tahun 2003, kan jelas bahwa penyebaran paham komunis, PKI masih dilarang sampai saat ini.‎ Oleh karena itu Bapak Presiden memang perintahkan kepada Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, dan BIN, isinya adalah segera atasi permasalahan ini kalau ada upaya untuk membangkitkan partai komunis Indonesia. Itu asalnya,” kata Johan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Namun dalam perkembangannya karena mendapat masukan dari masyarakat mengenai tindakan yang dilakukan oleh aparat baik polri maupun TNI dalam mengatasi masalah tersebut, menjadikan presiden Jokowi menginstruksikan kepada Polri dan TNI agar tetap menghormati kebebasan berekspresi dan berpendapat di depan public jangan sampai kebablasan ketika di lapangan.

Pernyataan Jokowi itu mendapat sorotan oleh Ketua Setara Institute Hendardi mengkritik pernyataan Presiden yang disampaikan Pramono Anung dan Badrodin Haiti.

“Jokowi kemungkinan memperoleh masukan yang tidak tepat dari para pembantunya atau bahkan pihak-pihak tertentu sengaja membelokkan fenomena intoleransi dalam bentuk pembubaran berbagai kegiatan masyarakat sebagai bentuk kebangkitan komunisme,” kata Hendardi kepada Suara.com, Rabu (11/5/2016).

Hendardi menyarankan Jokowi harus memastikan betul bahwa propaganda kebangkitan komunisme adalah modus lama yang digunakan untuk membungkam kebebasan warga dan menghalang-halangi upaya pengungkapan kebenaran dan pemulihan hak korban peristiwa 1965. Bahwa Indonesia masih memiliki Tap MPRS dan UU Nomor 27 Tahun 1996 tentang perubahan Pasal 107 KUHP yang intinya melarang komunisme, kata Hendardi, semua pihak telah mafhum.

Faktor munculnya atribut palu arit

Pengamat militer dan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Malang, Profesor Muhadjir Effendy mengatakan munculnya simbol palu arit beberapa waktu ini merupakan bentuk sosialisasi organisasi terlarang yang ada di Indonesia.

“Saya lihat ini ada upaya untuk menghidupkan kembali organisasi terlarang di Indonesia yang dulu Partai Komunis Indonesia. Tentu saja ada reaksi dari berbagai pihak,” Muhadjir, Rabu, (11/5/2016).

Dia menjelaskan bahwa munculnya symbol palu arit ini merupakan embrio dari gerakan radikal kiri. Dan dia menilai bahwa upaya dan tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan TNI terhadap upaya menghidupkan kembali paham radikal kiri itu adalah wajar.

Lain halnya dengan anggota Komisi Pertahanan DPR, Ahmad Zainuddin, menduga ada keterkaitan kemunculan simbol-simbol PKI saat perayaan kemerdekaan RI di beberapa wilayah beberapa waktu lalu dengan rencana pemerintah memberikan maaf kepada keluarga eks PKI.

“Saya menduga ini berkaitan. Dalam pidato kemerdekaan RI, Presiden menyinggung hal pemaafan itu. Saat bersamaan, di lapangan muncul banyak simbol PKI. Ada apa ini,” ujar Zainuddin di Jakarta, Jumat (21/8).

Anggota pengawas intelijen Komisi I DPR RI ini menduga, ada upaya sistematik untuk memunculkan simbol-simbol PKI serentak bersamaan pada hari ketika presiden pidato kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus lalu. Pesannya, pemerintah harus meminta maaf kepada keluarga eks PKI, karena kenyataannya masyarakat sudah tidak lagi resisten terhadap PKI.

Pertanyaan yang muncul adalah kenapa presiden Jokowi seolah-olah melindungi dan membela, dan siapa sebenarnya yang ada dibelakang dari munculnya atribut tersebut.

Analisa

Palu arit (☭) merupakan bagian dari simbolisme komunis. Penggunaan simbol ini menyiratkan hubungan dengan komunisme, partai komunis, atau negara komunis. Gambar palu dan arit yang tumpang-tindih masing-masing mewakili kaum buruh dan petani, menyimbolkan persatuan kedua kaum tersebut. Simbol ini muncul pada saat meletusnya Revolusi Rusia dan dikenal luas setelah dicantumkan di panji merah Uni Soviet dan Partai Komunis Tiongkok beserta bintang merah.

Simbolisme komunis terdiri atas simbol-simbol yang mewakili berbagai tema yang berkaitan dengan komunisme, baik secara tersurat maupun tersirat. Tema-tema yang diwakili meliputi, tetapi tidak terbatas pada, revolusi, proletariat, petani, pertanian, dan persaudaraan internasional. Negara, partai, dan gerakan berhaluan komunis memakai simbol-simbol tersebut untuk memajukan dan menjalin persaudaraan sesuai kepentingan masing-masing.

Biasanya simbol-simbol tersebut dicantumkan dengan warna kuning berlatar merah yang melambangkan revolusi, bersama dengan bintang atau segilima yang melambangkan lima benua (Asia dan Eropa dianggap satu benua, Eurasia) atau lima komponen masyarakat komunis, yaitu buruh, petani, tentara, cendekiawan, dan pemuda. Bendera Uni Soviet mencantumkan bintang merah bergaris kuning dan palu arit berwarna kuning emas dengan warna latar merah. Bendera Vietnam, RRC, Angola, dan Mozambik juga mencantumkan simbolisme yang mirip di bawah pemerintahan bercorak komunis.

Bagaimana symbol-symbol komunisme ini muncul di era kepemimpinan Jokowi, alangkah baiknya kita flash back sejarah sebelum Jokowi menjadi orang no 1 di Indonesia.

PT. Rakabu Sejahtra

Ini adalah merupakan perusahaan patungan antara Joko Widodo dan Jenderal Purn. Luhut Binsar panjaitan yang didirikan pada tahun 2009. Dari data yang ditemukan, Luhut dan Jokowi sepakat mendirikan perusahaan bersama di mana Jokowi menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51% dengan setoran modal Rp 16,19 miliar atas nama anaknya Gibran Rakabuming yang saat itu baru berusia 20 tahun. Sedangkan Luhut tercatat sebagai pemegang saham minoritas sebesar 49% dengan setoran modal Rp 15,5 miliar pada PT Rakabu Sejahtra. Kemitraan usaha Jokowi dan Luhut Panjaitan ini selalu disembunyikan atau dirahasiakan mereka dari publik. Bahkan Luhut Panjaitan pada awalnya selalu menyembunyikan hubungan antara dirinya dengan Jokowi. Nama PT Rakabu Sejahtera merupakan gabungan nama PT Rakabu Furniture milik Jokowi dan PT Toba Sejahtra milik Luhut Panjaitan.

Luhut Panjaitan adalah tokoh yang selama ini menjadi mentor dan pembimbing Jokowi. Sesuai dengan tulisan yang pernah dipublikasikan majalah DETIK pada tahun 2012 lalu, Luhut adalah orang yang membujuk Jokowi agar bersedia mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Berdasarkan beberapa informasi, Jokowi adalah orang yang telah dipersiapkan oleh sejumlah jenderal yang bergabung di PT Toba Bara Sejahtera, perusahaan yang didirikan Luhut dan sejumlah pensiunan jenderal, untuk digadang – gadang menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Presiden RI.

Untuk memuluskan rencana itu, Luhut meminta anggota Tim Begawan, lembaga kajian bentukan Luhut, untuk melakukan survei terkait wacana pengusungan Jokowi sebagai cagub di Pilkada DKI Jakarta. Ternyata, Jokowi mendapat dukungan berarti dari responden.

Luhut diketahui sering mengundang Jokowi datang ke lantai 17 gedung Wisma Bakrie 2 Jalan HR Rasuna Said yang merupakan kantor PT Toba Bara Sejahtera, perusahaan yang didirikan Luhut bersama beberapa pensiunan jenderal TNI. Dalam setiang kesempatan datang ke kantor Luhut, mereka berdiskusi dengan para pensiunan jenderal kolega Luhut, antara lain Jend (Purn) Fachrul Razi mantan Wakil Panglima TNI , mantan Sekjen Dephan Jend (Purn) Jhoni Lumintang, mantan Kodiklat TNI Letjen TNI (Purn) Sumardi, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Mayjen TNI (Purn) Zaenal Abidin, mantan Ka BAIS Mayjen (Purn) Ansyori Tadjudin. Jadi sebenarnya, Jokowi ini sudah lama dipersiapkan menjadi ‘proxy’ sejumlah mantan jenderal yang ingin berkuasa melalui Jokowi.

Tommy Winata
Tommy Winata

Bagaimana keterlibatan James Riady, Edward dan Edwin Suryawidjaja, Hartono, Antony Salim, Tommy Winata dan hampir seluruh konglomerat tionghoa, serta peran strategis Stanley Berhard Greenberg sang ahli pollster dan konsultan politik nomor satu dunia dalam pemenangan Jokowi pada pilkada DKI Jakarta dan dukungan penuh mereka terhadap Jokowi sebagai capres pilpres 2014

Benang merah keterlibatan Robert Budi Hartono (pemilik grup usaha Bank BCA dan Rokok Djarum, keluarga terkaya No. 1 di Indonesia versi majalah Forbes) dan keluarganya (Viktor, Martin dan Armand Hartono) dalam mendukung Joko Widodo menjadi capres boneka terlihat jelas pada kolusi antara Jokowi dengan salah satu perusahaan PT Loka Niaga Adipermata (salah satu perusahaan milik keluarga Hartono) di proyek pengadaan reklame Videotron Manahan, Solo, pada tahun 2008 lalu.

Kolusi Jokowi dan Hartono (LNA) itu menghasilkan keputusan LNA sebagai satu – satunya peserta lelang VIDEOTRON dan dinyatakan sebagai pemenang lelang, dengan melanggar semua aturan perundang – undangan yang berlaku.

Bukti kedua keterlibatan keluarga Hartono dalam penggalangan dukungan terhadap Jokowi sebagai presiden boneka, terlihat pada saat Pilkada gubernur DKI Jakarta di mana staf Hartono di Bank BCA yaitu Kevin Wu bersama Benny Chandra Ketua Persatuan Tionghoa Indonesia, Lia Angraeni utusan Antoni Salim (Indofood / Salim Grup), Jhonny Liem Ketua Asosiasi Pengusaha Elektronik Indonesia, Hermawi Taslim, Rudi Hartono dan sekitar 50 pengusaha cina Indonesia, pada 15 September 2012 berkumpul di Panini Cafe, Kuningan, Jakarta Selatan dalam rangka penggalangan dana tambahan untuk pemenangan Jokowi pada Pilkada Gubernur DKI Jakarta.

Muchtar Riady, James Riady, John Riady (Keluarga besar Riady)

Mochtar Riady – Manusia Ide
Mochtar Riady – Manusia Ide

Keterlibatan keluarga besar Riady pendiri dan pemilik Grup Lippo dan Grup First Media pada rencana menjadikan Joko Widodo sebagai capres boneka berawal dari permintaan Luhut Panjaitan cs kepada James Riady untuk mempertimbangkan Jokowi sebagai calon presiden yang dapat didukung karena profil Jokowi sangat sempurna dalam memperjuangkan kepentingan mereka terkait pengembangan bisnis, politik dan agama (kristen) di Indonesia. Jokowi yang tidak memiliki nasionalisme dan patriotisme akan mudah dijadikan boneka bagi para konglomerat dan mafia cina.

Peran James Riady sangat penting karena status James Riady sebagai agen intelijen China (sama seperti Ayahnya : Muchtar Riady), dan sekaligus merupakan teman karib Bill Clinton (mantan presiden AS) serta anggota paguyuban elit Arkansas Connection, di mana Bill dan Hilary Clinton sebagai tokoh utamanya di samping beberapa elit politik AS, seperti John Kerry (Menlu AS), Rahm Emmanuel (Kepala Staf Gedung Putih) Stanley Berhard Greenberg (konsultan politik nomor 1 dunia) dan lain lain sebagai anggota Arkansas Connection.

Keberhasilan Luhut Panjaitan dan Hendropriono menarik James Riady menjadi pendukung utama Jokowi memberikan kekuatan yang luar biasa untuk mewujudkan tujuan mereka : Jokowi sebagai capres boneka.

James Riady
James Riady

Melalui James Riady, Stanley Bernhard Greenberg dapat dilibatkan menjadi konsultan politik Jokowi. Greenberg adalah konsultan politik, ahli strategi dan pollster nomor wahid dunia. Berkat polesan Greenberg, Jokowi dapat diorbitkan menjadi ‘tokoh hebat’ dengan merekayasa sejumlah pemberitaan tentang Jokowi di jaringan media internasional dan memanipulasi aneka ragam penghargaan – penghargaan fiktif untuk Jokowi.

Luhut Panjaitan cs juga berhasil menarik keluarga Suryawidjaya (mantan orang terkaya nomor 2 di Indonesia) untuk bergabung bersama mereka mendukung capres boneka Jokowi. Keberhasilan ini sangat berarti karena ada jaminan logistik (uang, jaringan bisnis dan media.

Tidak kalah penting adalah bergabungnya Sang Taipan, Toako (Kakak Besar) para konglomerat cina Indonesia yakni Antoni Salim (putra Liem Sioe Liong, Salim Grup, mantan konglomerat terkaya Nomor 1 di Indonesia).

pkc

Sinergi hampir seluruh kekuatan politik dan bisnis komunitas cina Indonesia membuat Jokowi saat itu dijuluki “unstoppable man”. ini juga yang akhirnya, dengan bantuan James Riady agen intelijen China, mengantarkan PDIP bekerjasama dengan Partai Komunis China (PKC) melalui program studi banding ke China dalam rangka belajar dan merevitalisasi ideologi komunis dan persiapan pendirian sekolah partai di Indonesia. Puluhan elit PDIP belajar ke PKC China dalam tiga gelombang tahapan, sebelum akhirnya dihentikan karena terbongkar ke publik dan mendapat banyak kecaman dari rakyat Indonesia yang anti Komunis.

Kolaborasi komunitas cina Indonesia kemudian menjadi hampir sempurna ketika kelompok bisnis dan jaringan Tommy Winata juga bergabung dengan komunitas cina ini, mendukung rencana besar konspirasi global menjadikan Joko Widodo sebagai capres boneka mereka di Indonesia.

Unsur – unsur yang bersatu dalam konspirasi global untuk menguasai Indonesia, selain PKC China, arkansas connection, juga terdapat China Connection Dunia yang menyatakan mendukung rencana Jokowi jadi presiden boneka. Salah satunya, adalah Thaksin Shinawarta mantan PM Thailand yang juga konglomerat keturunan cina terkaya di Thailand yang menyatakan dukungan kepada Jokowi melalui mantan penasihat politiknya Liem Siok Lan atau Justani, mantan aktivis ITB dan istri mayjen purn Suarip Kadi yang juga diketahui terkoneksi dengan CIA.

Kesimpulan

Berdasarkan data dan analisa bisa ditarik benang merah mengapa kemunculan atribut palu arit seolah-olah mendapat pembelaan dari presiden dan beberapa pejabat karena unsur balas budi dan juga adanya bantuan dari beberapa pihak yang memasukan orang – orang China untuk berada dibalik layar.

Pertanyaan terakhir adalah bagaimana jika nanti para konglomerat China itu benar-benar menguasai para penguasa Negara ini, maka bisa diprediksi partai komunis akan berkuasa kembali di Negara Indonesia.

(Bz)

%d blogger menyukai ini: