Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Harga Minyak Nyaris Tembus USD50/Barel

Harga Minyak Nyaris Tembus USD50/Barel

minyak

Sketsanews.com – Harga minyak mentah dunia mencapai level tertingginya dalam enam bulan terakhir di perdagangan Senin. Kenaikan ini terjadi di tengah kekhawatiran tentang pemadaman pasokan global.

Faktor pendukunya lainnya didukung dari pernyataan Goldman Sachs yang mengatakan jika pasar sedang menghadapi defisit pasokan jangka pendek karena gangguan produksi. Komentar tersebut terdengar lebih positif di pasar.

Selain itu, raksasa perbankan AS ini mengatakan adanya gangguan pasokan di Nigeria dan permintaan secara keseluruhan yang lebih baik telah menciptakan krisis pasokan mengejutkan dalam jangka pendek.

“Karena masing-masing pergeseran ini signifikan dalam besarannya, pasar minyak telah pergi dari mendekati kejenuhan penyimpanan menjadi defisit jauh lebih awal dari yang kami perkirakan,” kata Goldman, melansir Reuters, Selasa (17/5/2016).

Kemudian, Nigeria, pasar minyak yang juga memonitor gangguan produksi di Kanada karena kebakaran hutan dan krisis politik di Venezuela, diperkirakan akan menahan produksi di negara pengekspor minyak Amerika Selatan itu.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik USD1,14 per barel atau 2,4 persen menjadi USD48,97 per barel. Reli dari pergerakan sebelumnya yang berada di USD49,47 per barel dan merupakan yang tertinggi sejak awal November, dalam uji coba ke level USD50 per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) naik sebesar USD1,51 atau 3,3 persen menjadi USD47,72 per barel setelah menyentuh tingkat tertinggi dalam enam bulan di USD47,85 per barel.

Minyak mentah berjangka telah rally dalam dua minggu terakhir akibat pasokan dari Nigeria, Venezuela, dan lainnya negara lainnya yang padam. Penurunan produksi di AS dan arus masuk minyak di Kanada hampir beku setelah kebakaran hutan di wilayah pasir minyak Alberta.

Goldman Sachs telah lama memperingatkan kondisi harga minyak dunia, di mana penyimpanan kapasitas global dan kecelakaan harga minyak memukul ke level serendah USD20 per barel.

Di sisi lain, Exxon Mobil diharapkan meningkatkan produksi minyak mentah mereka di Qua Iboe Nigeria. Sementara pelabuhan Libya dari Hariga dijadwalkan untuk melanjutkan pengiriman minyak mentah yang diblokir.

Venezuela juga mencapai kesepakatan dengan Tiongkok untuk memperbaiki kondisi harga minyak, mengingat negara itu harus mengahadapi pembayaran utang yang cukup berat.

(Bz/metrotvnews)

 

%d blogger menyukai ini: