Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News PT KAI Gusur Pemukiman di Kebonharjo Semarang

PT KAI Gusur Pemukiman di Kebonharjo Semarang

Sketsanews.com –  Eksekusi lahan untuk reaktivasi jalur Stasiun Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, memakan korban. Tujuh polisi terluka, sementara satu warga tewas dan beberapa warga mengalami luka-luka.

Petugas mengawal alat berat yang mengeksekusi rumah di lahan PT KAI di Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Jateng, Kamis (19/5/2016). (Metrotvnews.com/Dhana Kencana)
Petugas mengawal alat berat yang mengeksekusi rumah di lahan PT KAI di Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Jateng, Kamis (19/5/2016). (Metrotvnews.com/Dhana Kencana)

Metrotvnews.com memantau langsung bentrok antara polisi dengan warga Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Kamis (19/5/2016). Bentrok terjadi saat eksekusi ratusan rumah yang berdiri di atas tanah milik PT KAI Daop 4 Semarang.

Data PT KAI, terdapat 130 bidang lahan di Kebonharjo yang terdampak pembangunan rel pelabuhan. Sebanyak 101 bidang tidak bersurat hak milik. Sementara 17 bidang di antaranya sudah ber-SHM dan 12 bidang lahan merupakan fasilitas umum.

Tidur di jalan

Warga yang menduduki lahan tidak terima dengan penggusuran. Mereka berdalih penggusuran menyalahi aturan karena belum ada keputusan pengadilan. Warga mencoba mengadang rombongan eksekutor. Ada pula warga yang menggelar doa bersama.

Dari pagi, warga kompak mengadang di Jalan Ronggowarsito dengan aksi tidur. Namun, alat berat tidak melalui jalan utama tersebut. Tiga alat berat masuk kawasan eksekusi melalui jalan lain sekira pukul 08.00 WIB.

Demi melihat alat berat dan rombongan petugas, warga bernama Jamian, 60, meninggal. Di luar dugaan, kematian Jamian menyulut kemarahan warga Rt V Rw XI, Kelurahan Tanjung Mas.


Warga Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Jateng, Kamis (19/5/2016) menyelamatkan barang-barang di reruntuhan puing rumahnya. (Metrotvnews.com/Dhana Kencana)

Tapi, warga bilang, kerusuhan terjadi karena petugas membubarkan paksa warga yang tengah menggelar istighosah. “Warga emosi saat doa bersama di masjid dibubarkan paksa,” kata Ketua Forum RW Kebonharjo, Suparjo.

Namun, versi petugas bilang istighosah di Masjid Baitul Mukminin dan Madrasah Diniyah Awwaliyah Al Iskandariyah sudah selesai saat tim eksekusi datang. Istighosah diikuti 200-an warga.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin bilang, polisi terluka karena diserang warga saat mengawal proses eksekusi. Warga melempari polisi dengan paving, batu, serta benda-benda lainnya.

“Ada dua (polisi) luka parah, lima luka ringan. Yang parah dilarikan ke (rumah sakit) Pantiwiloso,” ungkap Burhanudin. (Data lengkah di akhir tulisan.)

Kesepakatan warga

Sejumlah wartawan juga menjadi korban. Salah satunya Galih Permadi, wartawan Tribun Jateng. Galih mengalami luka akibat terkena lemparan batu di leher bagian samping kanan.

Para wartawan baik dari fotografer dan videografer turut terkena gas air mata yang ditembakkan oleh polisi saat bentrokan dengan warga.


Warga Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Jateng, histeris saat rumah yang ia tinggali dirobohkan, Kamis (19/5/2016). (Metrotvnews.com/Dhana Kencana)

Demi meredam amarah warga, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Ketua DPRD Kota Semarang, Komandan Kodim 0733 BS Semarang, dan Kapolrestabes Semarang turut mensalatkan jenazah.

Kericuhan baru bisa diredam sekitar pukul 17.00 WIB. Wali kota, Kapolrestabes, Dandim dan warga mencapai kesepakatan. Warga akan dipindahkan ke rumah susun Kudu, Karangroto, Genuk.

Warga juga menyepakati akan membongkar sendiri 17 rumah yang belum dieksekusi. Warga diberi waktu satu minggu.

Tidak mendadak

Dalam eksekusi itu, petugas merobohkan 68 rumah dari 101 rumah. “Lahan tidak ber-SHM,” kata Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi IV Semarang, Gatut Sutiyatmoko, kepada Metrotvnews.com.

Gatut mengatakan eksekusi bangunan tidak dilakukan mendadak. Sebelumnya, PT KAI telah menggelar pertemuan dengan warga sebanyak tiga kali untuk sosialisasi. Namun hanya dihadiri oleh enam warga yang memiliki sertifikat hak milik (SHM).

Data dari PT KAI, terdapat 130 bidang lahan di Kebonharjo yang terdampak pembangunan rel pelabuhan, 17 bidang di antaranya sudah ber-SHM dan 12 bidang lahan merupakan fasilitas umum.

Pada eksekusi ini sebanyak 1750 personel dari TNI/ Polri, Satpol PP dan karyawan PT KAI diterjunkan. Empat alat berat juga didatangkan. Meski sempat diadang warga, eksekusi tetap dilakukan untuk pembuatan jalur reaktivasi (Short Cut) rel PT KAI dari Stasiun Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Data polisi yang terluka:

1. Ipda Roni Hidayat, anggota subden 1 (luka parah tangan kiri, tembus atas bawah).
2. Bripka I Wayan Sudarya, anggota Subden 2 (luka parah bahu kanan dan punggung tangan kiri).
3. Bripka Suparno, anggota Subden 1, (luka lutut kiri).
4. Bripda Muh Imron, anggota Subden 3 (mengalami heatstroke).
5. Bharada Muh Baniadi, anggota Subden 3 (mengalami heatstroke).
6. Brigadir Ari Anggrianto, anggota Subden 1 (keterangan Dokter Albert: diagnosis jantung).
7. Brigadir Sigit Pramono, anggota Subden 3, masih dalam perawatan. (Br/Metrotvnews)

%d blogger menyukai ini: