Sketsa News
Home News Cerita Warga Sebuku yang Terbiasa Hidup di Antara Buaya

Cerita Warga Sebuku yang Terbiasa Hidup di Antara Buaya

Sketsanews.com – Warga di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang tinggal di seputar bantaran sungai Sebuku mengaku sudah terbiasa hidup di antara buaya. Bahkan di antaranya buaya berukuran besar.

Ketua RT 12 Desa Pebeliangan, Kecamatan Sebuku, Muhammad Al Idrus mengatakan, sepanjang Sungai Sebuku memang terkenal sebagai tempat hidup buaya air payau.

“Kami sudah terbiasa hidup di antara buaya. Kalau malam biasa mereka di bawah kolong rumah,” ujarnya, Seperti dilansir Tribunnews, Jum’at (20/05/2016).

Buaya yang berjemur di pinggiran Sungai Sebuku. Selama pencarian korban, tim Sar sering melihat penampakan buaya sepanjang 2,5 meter sedang berjemur di pinggir sungai Sebuku.
Buaya yang berjemur di pinggiran Sungai Sebuku. Selama pencarian korban, tim Sar sering melihat penampakan buaya sepanjang 2,5 meter sedang berjemur di pinggir sungai Sebuku.

Bahkan sebagian warga tak canggung beraktifitas maupun melakukan kegiatan mencuci dan mandi di sepanjang Sungai Sebuku.

Muhammad Al Idrus mengaku, sepanjang Sungai Sebuku juga tidak ada rambu-rambu yang menandakan kawasan tersebut dihuni buaya.

Meski mereka sering beraktifitas di antara buaya air payau, mereka memiliki keyakinan bahwa tidak sembarang buaya mau memangsa manusia.

“Tidak semudah itu buaya mau memangsa manusia. Pasti ada tanda sebab mengapa buaya memangsa manusia,” imbuhnya.

Sepanjang ingatan Muhammad Al Idrus, sudah 3 warga Kecamatan Sebuku yang menjadi korban dimangsa buaya.

Salah satu buaya pemangsa manusia tersebut malah ditangkap warga berkat bantuan seorang pawang pada tahun 2014. Diyakini, buaya yang berani memangsa manusia dipastikan buaya besar.

“Panjangnya buaya kemarin 7 meter 20 senti. Dari perut buaya ditemukan rambut sama tulang-tulang manusia,” kata Muhammad Al Idrus.

Perisitiwa dimangsa buaya terakhir menimpa Krisman (50), warga Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku.

Dia disambar buaya ketika beraktifitas menggergaji kayu yang hanyut di Sungai Bung Kayang, Selasa (10/5/2016) lalu.

Hingga operasi pencarian oleh tim SAR dihentikan, belum diketahui keberadaan Krisman, namun pihak keluarga terus melakukan upaya pencarian.

Dalam upaya pencarian bersama pawang buaya, warga berhasil menangkap seekor buaya sepanjang 2,5 meter.

Buaya tersebut diyakini turut memangsa Krisman. Sementara satu lagi buaya yang menyambar Krisman diduga sepanjang 8 meter.

“Kita lihatnya dari jauh karena dilarang oleh pawang. Sempat muncul kepalanya saja, kira-kira panjangnya 8 meter,” ujar Rahman, salah satu anggota tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan. (An)

%d blogger menyukai ini: