Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Megawati Bicara Negara Muslim

Megawati Bicara Negara Muslim

Sketsanews.com – Presiden ke-5 RI yang juga Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri diminta menyampaikan pidato kebangsaan dalam acara pelantikan pengurus PPP. Megawati bicara soal negara muslim.

Megawati di acara pelantikan pengurus PPP (Foto: Bisma Alief/detikcom)
Megawati di acara pelantikan pengurus PPP (Foto: Bisma Alief/detikcom)

Di awal pidatonya, Megawati mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus DPP PPP periode 2016-2021. Lalu, Megawati mengenang hubungannya dengan Hamzah Haz saat berduet memimpin Indonesia sebagai presiden dan wakil presiden.

“Ada peristiwa yang membuat saya selalu teringat Pak Hamzah. Setelah pelantikan, saya meminta bertemu berdua di ruang kerja saya. Saya ucapkan selamat. Saya bilang, Pak Hamzah, kita dipilih MPR sendiri-sendiri, tapi nasib mempertemukan kita. Kita akan menjalani kehidupan berbangsa bernegara sesuai waktu yang ditentukan,” kata Megawati di lokasi acara pelantikan pengurus PPP, XXI Djakarta Theatre Ballroom, Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat (20/5/2016).

“Harus ada kesepakatan antara kita berdua. Hamzah nanya, apa kesepakatan yang ibu minta? Apapun, karena kita presiden dan wapres, kalau ada perbedaan jangan sampai keluar, harus tetap dibicarakan bersama dan berdua. Beliau bilang tentu,” sambung Mega.

Megawati lalu bicara soal negara muslim. Berdasarkan pengalaman dan sejumlah literatur yang dibacanya, Megawati menjelaskan soal alasan negara-negara muslim tertinggal dibanding negara-negara barat.

“Hasil sebuah penelitian, Selandia baru paling Islami. Bagaimana Indonesia? Urutan 140. Nasib Indonesia nggak jauh dari negara Islam lain di ranking 100-200. Di negara muslim sendal jepit saja bisa hilang di depan masjid, padahal Allah maha melihat,” ulas Mega.

“Kontradiksi terjadi, seorang syekh pernah berkirim surat ke ulama besar Mesir, suratnya berisi mengapa muslim terbelakang dan umat lain maju? Dijawab panjang lebar. Intinya Islam mundur karena meninggalkan agamanya, barat maju karena meninggalkan agamanya,” imbuhnya.

Megawati pernah punya pengalaman melihat sendiri ketidakkompakan negara-negara TImur Tengah. Dia pernah meminta masukan dubes-dubes negara Timur Tengah soal Palestina, namun yang muncul malah perdebatan.

“Ayah saya begitu cinta dengan Timur Tengah. Sekarang mereka dihancurkan. Saya bicara dengan dubes-dubes saat ingin membela Palestina. Saya tanya gimana caranya Palestina merdeka, mereka ribut satu dengan yang lain. Saya lalu berpikir kenapa begitu, mereka yang Islam tidak bisa menyatukan pendapat. Islam harus jadi light star,” ujarnya.

Mega lalu menyambung soal Timur Tengah, dengan kondisi di PPP, terkait perpecahan di partai berlambang Kabah itu. Megawati bercerita dia diminta Hamzah Haz untuk membantu menyelesaikan konflik PPP.

“Saya diminta PPP dalam keprihatinan. Saya diminta tolong satukan PPP. Hamzah Haz juga datang. PPP, walaupun saudara, ada permasalahan internal yang harus diselesaikan oleh PPP sendiri. Saya tanya kenapa pengurusnya banyak banget ya. Saya bilang lagi ya nanti diperkecil lagi,” ujarnya.

 

Bz

%d blogger menyukai ini: