Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Jokowi Undang Investor Rusia Garap Kereta Api di Kalimantan

Jokowi Undang Investor Rusia Garap Kereta Api di Kalimantan

Sketsanews.com – Lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia membawa kabar menggembirakan. Presiden Jokowi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Sochi, Rusia, Kamis, 19 Mei 2016, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong yang turut mendampingi Presiden mengungkapkan, kerjasama perdagangan dan investasi dengan Rusia makin kondusif dan diharapkan terus meningkat.

“Presiden Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk mendukung intensitas kerjasama perdagangan dan investasi kedua negara,” ungkap Tom sapaan akrabnya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta. Seperti dilansir dari Okezone, Sabtu (21/5/2016).

 Ilustrasi: (Foto: Aktual)
Ilustrasi: (Foto: Aktual)

Menurut Mendag, dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi menyampaikan permintaan kepada Presiden Putin untuk mempertimbangkan kembali pengenaan bea masuk atas produk palm oil

Indonesia. Ekspor produk palm oil Indonesia ke Rusia sangat besar, hingga mencapai USD480 juta per tahun. Angka ini dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi petani kelapa sawit Indonesia.

“Jika pengenaan bea masuk produk palm oil Indonesia segera diberlakukan oleh Rusia, maka dapat dipastikan harapan untuk meningkatkan perdagangan tidak dapat dicapai. Indonesia berharap agar Rusia dapat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut,” ujar Mendag.

Mendag menjelaskan, Presiden Jokowi juga mengundang investor Rusia untuk berinvestasi membangun jalur kereta api di Kalimantan Timur, dan membangun alumunimum smelter, energi dan infrastruktur di Kalimantan Barat.

Untuk kerjasama di bidang pertahanan, selain pengadaan alutsista, diharapkan dapat mencakup alih teknologi, produksi bersama, pendidikan, pelatihan dan pertukaran perwira siswa, serta pembentukan pusat layanan perbaikan alutsista di Indonesia.

Mendag juga menjelaskan bahwa Presiden Putin menyambut hangat kunjungan Presiden Jokowi. Presiden Putin menyebutkan bahwa hubungan kerja sama Indonesia-Rusia selama 60 tahun ini telah berlangsung dengan baik. Presiden Soekarno, menurut Presiden Putin, adalah mitra yang sangat baik bagi Rusia.

Presiden Putin sempat menyatakan bahwa situasi ekonomi global sempat mempengaruhi hubungan kerjasama Indonesia-Rusia. Peristiwa itu sempat menyebabkan sedikit penurunan perdagangan pada tahun 2015.

“Namun Presiden Putin meyakinkan bahwa tahun ini akan terjadi peningkatan-peningkatan dalam perdagangan dan investasi,” ujar Mendag.

Dikatakan Mendag, Presiden Putin, dalam kunjungan terakhirnya ke Indonesia, merasakan atmosfir yang sangat baik. “Putin berharap Rusia dapat melakukan hal yang sama dalam menyambut kunjungan Indonesia ke Rusia,” katanya.

Beberapa isu lain yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut, yaitu prospek untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara dan situasi di Asia Pasifik. Dalam kesempatan penting itu, dilakukan juga penandatanganan beberapa dokumen kerja sama antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Federasi Rusia.

Penandatanganan meliputi Agreement on Cooperation in the Field of Defense, Joint Communiqué on Voluntary International Cooperation to Combat IUU Fishing and to Promote Sustainable Fisheries Governance, MoU on Mutual Understanding in Archival Cooperation, MoU in the Field of Archives Matters, dan a cultural Programme for 2016-2018 between Russian Ministry of Culture and the Indonesian Ministry of Culture.

Hubungan perdagangan kedua negara sempat mengalami guncangan. Pada tahun 2014, Pemerintah Rusia melarang ekspor produk ikan Indonesia di Rusia, karena dianggap mengandung virus salmonela. Namun pada pertengahan tahun 2015, Atdag Moscow berhasil melakukan negosiasi dengan pemerintah Rusia untuk membuka kembali ekspor produk ikan Indonesia. Keberhasilan ini diharapkan meningkatkan perdagangan Indonesia.

Berdasarkan data statistik, nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2015 mencapai USD1,99 miliar. Neraca perdagangan yang surplus bagi Indonesia sebesar USD1,1 miliar. Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Rusia seperti produk kelapa sawit, peralatan mesin, kopra, margarin, kopi, dan suku cadang/peralatan reaktor nuklir. Sedangkan komoditas impor Indonesia dari Rusia adalah pupuk kimia, petroleum oil, besi dan besi nonalumunium, serta gandum dan meslin.

Dari sisi investasi, investasi Rusia periode 2011-2015 di Indonesia telah mencapai USD8 juta, peningkatan signifikan investasi Rusia terjadi pada tahun 2015 yang nilainya mencapai USD1 miliar. Untuk ASEAN, Rusia sudah menawarkan 57 proyek. Di antaranya, peningkatan kerja sama bidang investasi di kawasan ASEAN. (An)

%d blogger menyukai ini: