Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Baru Lengser, Mantan Presiden Taiwan Langsung Dituntut 24 Dakwaan

Baru Lengser, Mantan Presiden Taiwan Langsung Dituntut 24 Dakwaan

Sketsanews.com – Ma Ying-jeou, mantan Presiden Taiwan, menghadapi 24 tuntutan pidana maupun perdata hanya 24 jam setelah lengser. Dia kehilangan kekebalan hukum, sehingga kasus-kasus yang sejak lama mengincarnya kini langsung dieksekusi kejaksaan.

Ma Ying-jeou, mantan Presiden Taiwan
Ma Ying-jeou, mantan Presiden Taiwan

Channel News Asia melaporkan, Sabtu (21/5), Ma sehari sebelumnya baru menghadiri upacara serah terima jabatan peresiden, ketika Kejaksaan Taiwan mengirim surat dakwaan. Dalam keterangan tertulis, juru bicara kejaksaan menyatakan kasus-kasus hukum menjerat Ma tak ada yang baru.

“Semuanya adalah penyelidikan terkait investigasi yang terhenti karena dulu tersangka menjabat sebagai presiden,” kata jubir Kejaksaan Taiwan.

Saat kejaksaan mengumumkan tuntutan itu, Ma sedang berolahraga di kediamannya, selepas pindahan dari Istana Negara. Mahkamah Agung kabarnya juga bersiap mencekal Ma agar tidak ke luar negeri.

Beberapa kasus Ma dilaporkan oleh rival-rival politiknya. Misalnya saja sangkaan korupsi karena Ma terlambat melaporkan harta kekayaan kepada negara. Ada juga dakwaan membocorkan rahasia negara kepada asing, dalam hal ini RRC. Ma adalah Presiden Taiwan disebut-sebut paling ramah kepada Beijing.

Ma saat terpilih pada 2008 dianggap sosok bersih. Namun belakangan manuver politiknya yang berupaya mendekat dengan China daratan membuat kalangan oposisi marah. Bagi petinggi RRC, Taiwan yang memisahkan diri pada 1949 bukan negara mandiri melainkan masih provinsi mereka. Sedangkan rakyat Taiwan menganut sistem demokrasi dan ekonomi liberal menolak bergabung lagi dengan China yang komunis.

Pada pemilu Desember tahun lalu, Ma dan partainya Kuomintang, kalah telak dari Tsai Ing-wen. Tsai adalah presiden perempuan pertama Taiwan, memimpin Partai Demokratik Progresif (DPP).

(Br/Merdeka)

%d blogger menyukai ini: