Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Empat Alasan Kapolri Badrodin Haiti Tak Pantas Diperpanjang

Empat Alasan Kapolri Badrodin Haiti Tak Pantas Diperpanjang

Sketsanews.com – Ada empat alasan mengapa Kapolri Jenderal Badrodin Haiti tidak perlu diperpanjang masa jabatannya.

Dalam melihat suksesi kepemimpinan Polri, Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogatif dalam menentukan Kapolri baru, diharapkan berorientasi ke masa depan dan bukan mundur ke belakang untuk memperpanjang masa jabatan Kapolri. Seperti dilansir dari Tribunnews.

Kapolri Jendral Polisi Badrodin Haiti
Kapolri Jendral Polisi Badrodin Haiti

Indonesia Police Watch (IPW) menilai, keempat alasan bahwa Badrodin tidak pantas diperpanjang adalah, pertama, Presiden Jokowi harus konsisten dengan revolusi mentalnya untuk melanjutkan perubahan pelayanan publik
di Polri.

Beberapa waktu lalu presiden pernah mengecam masih buruknya pelayanan STNK di Polri.

Kedua, Kapolri Badrodin Haiti tidak punya prestasi yang menonjol selama memimpin kepolisian. Sembilan kasus korupsi besar yang pernah disidik Polri tak kunjung dilimpahkan ke kejaksaan.

Operasi Tinombala di Poso, yang melibatkan 3.000 pasukan Polri dan TNI tak kunjung bisa melumpuhkan Santoso yang hanya didukung 21 personel.

Ketiga, perpanjangan Badrodin Haiti bertentangan dengan UU No 2 Tahun 2002 tentang Polri. Sebab Pasal 11 ayat 6 undang undang itu mengisyaratkan bahwa Calon Kapolri adalah Perwira Tinggi Polri yang masih aktif, dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karier.

Keempat, perpanjangan masa jabatan Badrodin Haiti hanya akan menghancurkan sistem kaderisasi dan assesment yang sudah dibangun Polri sejak 10 tahun terakhir.

IPW berharap, dalam menetapkan Kapolri baru, Presiden Jokowi berpikir ke depan dan tidak mundur ke belakang, apalagi menghancurkan sistem yang sudah dibangun Polri sejak 10 tahun terakhir.

Saat ini cukup banyak kader kader Polri yang mumpuni untuk memimpin kepolisian.

IPW juga menyesalkan pernyataan Badrodin Haiti yang mengatakan, “pensiun alhamdulillah, tidak pensiun juga tidak apa-apa”.

Pernyataan ini seolah tidak menggambarkan sebagai Bhayangkara yang legowo. Seharusnya Badrodin Haiti meniru ucapan Kapolri Sutanto yang saat muncul isu perpanjangan dengan legowo mengatakan bahwa dia akan mempersiapkan kader terbaik pengganti dirinya dan dia cukup sampai disini.

Sehingga tidak muncul polemik dan upaya penghancuran sistem kaderisasi Polri. (An)

%d blogger menyukai ini: