Sketsa News
Home Headlines, Tekno-Sains Hebat Mahasiswa UB Ciptakan Alat Normalisasi Air Sungai

Hebat Mahasiswa UB Ciptakan Alat Normalisasi Air Sungai

mahasiswa-ub

Sketsanews.com – Berawal dari kegelisahan akan ancaman pencemaran sungai di Indonesia, khususnya di daerah Malang empat mahasiswa Universitas Brawijaya membuat alat normalisasi air sungai.

Keempat mahasiswa tersebut adalah, M Sultonun Arifin (FMIPA, Biologi 2013), Raka Yhuda Pratama (FMIPA, Matematika 2014), Irwan Syah Erlangga (FMIPA, Instrumentasi 2013), dan Apri Dwi Megawati (FMIPA, Kimia 2014).

Dibawah bimbingan Darjito, alat yang diberi nama WIN-TECH (Water Normalitation Technology) ini dibuat dengan alat dan bahan-bahan penyaring yang alami serta mudah didapat.

Material penyaringnya antara lain ijuk, pasir silika, karbon aktif, zeolit aktif, kapas membran, dan spon penyaring.

Bahan bahan penyaring tadi disusun sedemikian rupa ke dalam wadah alat yakni terbuat dari pipa paralon yang sudah dibentuk.

Alat ini menggunakan konsep penyaringan down flow, up flow, dan anti gravitasi.

Dalam pengujian awal WIN-TECH dengan 3 kali susunan penyaring mampu menyaring air kotor menghasilkan tingkat kejernihan sebesar 70 % sehingga 1 kali penyaringan mampu menghasilkan 24 % kejernihan air.

Hasil maksimal ketika alat ini diberi 5 atau lebih penyaring. Air yang dihasilkan alat ini jernih dan PH mendekati 7, selain itu bakteri berbahaya yang terlarut juga tidak ditemukan.

Agar terlindung dan mudah dibawa ke mana-mana alat ini diberi pelindung / casing yang terbuat dan aluminium. Alat ini dipasang dibendungan sungai agar efektif menyaring air sungai.

“Kelebihan dari WIN-TECH yakni mampu menyaring air sungai yang kotor dan tercemar menjadi jernih, membunuh bakteri dan mikroba karena dilengkapi karbon aktif, zeolit aktif dan kapas membran, dilengkapi konsep anti gravitation yang memungkinkan semua partikel yang terlarut akan jatuh ke dasar alat dan air jernih akan naik lalu keluar, dan mudah dipasang (portable),” ujar Sulton.

“Selain itu Alhamdulillah bulan April 2016, WIN-TECH memperoleh bronze medal dalam ajang International Innovation, Design, and Articulation (I-IDEA) 2016 di Perlis, Malaysia. Kami bangga mampu memperkenalkan hasil kontribusi mahasiswa Indonesia di bidang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta DIKTI ke kancah Internasional, namun kami tidak berhenti di sini saja, kami akan berjuang dan menyempurnakan WIN-TECH agar bisa diterapkan di tiap sungai di Indonesia,”  lanjutnya.

Di Malang endiri tercatat ada 10 titik yang tercemar limbah tersebut berada di sekitar wilayah hulu Sungai Brantas di kecamatan Bumiaji kota Batu, Tlogomas, Dinoyo, dan Sukun kota Malang, hingga perbatasan Bululawang-Kepanjen kabupaten Malang.

Pencemaran terjadi akibat kesadaran masyarakat akan kebersihan yang rendah. Masyarakat masih membuang sampah ke sungai.

Sungai yang tercemar selain keruh, berbau, juga menimbulkan berbagai macam penyakit antara lain muntaber, diare dan jika dibiarkan bisa berujung kematian.

Pihak terkait mengaku senang dan mendukung program ini, karena Indonesia butuh mahasiswa yang mampu berkontribusi nyata dalam kehidupan.(Br/Tribunnews)

%d blogger menyukai ini: