Sketsa News
Home Berita Terkini, News, Tekno-Sains Ratusan orang di Swedia masuk UGD gara-gara ponsel

Ratusan orang di Swedia masuk UGD gara-gara ponsel

Sketsanews.com – Fredlund mengatakan kepada Televisi Swedia bahwa kecelakaan lalu lintas paling sering, dan paling serius, yang berkaitan dengan penggunaan ponsel adalah ketika para pejalan kaki atau pengendara sepeda ditabrak mobil.

gara-gara-ponsel-ilustrasi-sketsanews-0
Ilustrasi – Foto via businesstech.co.za

Sudah 650 pejalan kaki dan pengendara sepeda yang dibawa ke unit gawat darurat (UGD) di Swedia gara-gara mereka menggunakan telepon seluler (ponsel) di jalanan, demikian menurut data badan transportasi Swedia.

Data itu dikeluarkan oleh Televisi Swedia, yang melaporkan bahwa ada sekitar 100 kasus kecelakaan per tahun yang dialami para warga Swedia. Mereka mengalami luka-luka di jalanan akibat menggunakan ponsel saat menyeberang jalan atau mengendarai sepeda.

“Saya tidak mengatakan bahwa ini masalah keamanan yang serius, tapi tingkah laku seperti ini sudah meluas,” kata Tomas Fredlund kepada kantor berita TT. Fredlund adalah seorang analis pada badan transportasi Swedia, Transportstyrelsen.

Fredlund mengatakan kepada Televisi Swedia bahwa kecelakaan lalu lintas paling sering, dan paling serius, yang berkaitan dengan penggunaan ponsel adalah ketika para pejalan kaki atau pengendara sepeda ditabrak mobil.

Kasus-kasus tertabrak kendaraan itu menyebabkan luka-luka paling parah.

Insiden lainnya yang kerap terjadi adalah orang-orang terjerumus ke lubang ketika sedang menggunakan ponsel. Namun, kasus seperti itu tidak menyebabkan luka serius.

Data statistik badan transportasi memusatkan perhatian pada kasus-kasus yang dialami para pengguna ponsel yang berakhir di ruang gawat darurat, dari luka pada tengkorak hingga patah tulang.

Kecelakaan lalu lintas yang berhubungan dengan ponsel masih berjumlah kecil dibandingkan dengan jumlah keseluruhan kecelakaan yang dialami para pejalan kaki dan pengendara sepeda. Kecelakaan yang menimpa para pejalan kaki lebih banyak terjadi dalam bentuk lain, misalnya tergelincir di atas es saat musim dingin. Demikian laporan Xinhua, yang dilansir dari AntaraNews.

(in)

%d blogger menyukai ini: