Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Polisi Pakai Restorative Justice di Kasus Bocah Pembakar Ruang Kelas di Sukoharjo

Polisi Pakai Restorative Justice di Kasus Bocah Pembakar Ruang Kelas di Sukoharjo

Sketsanews.com – Polisi terus melanjutkan proses hukum kasus pembakaran ruang kelas yang dilakukan V (11), siswi MI Muhammadiyah Ngombakan, Polokarto, Sukoharjo. Meskipun telah terjadi kesepahaman antara orangtua dengan pihak sekolah, penyidikan polisi tidak bisa dihentikan karena kasus itu bukan delik aduan. Namun polisi akan menempuh restorative justice yang dinilai lebih pas untuk kasus hukum dengan pelaku anak-anak.

“Kasus ini bukan delik aduan sehingga tidak bisa dicabut dan dihentikan begitu saja. Ada prosedurnya. Kami terus melakukan pemeriksaan saksi, sudah ada tiga saksi yang diperiksa. Pelaku belum diperiksa karena masih anak-anak yang perlu mendapat perlakuan khusus dengan pendampingan dari dokter kejiwaan anak dan psikolog.” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Ruminio, Selasa (24/5/2016). Seperti dilansir detik.com

Foto: istimewa/ Muchus (kelas yang dibakar siswa)
Foto: istimewa/ Muchus (kelas yang dibakar siswa)

Hari ini orangtua bocah V dan pihak MI Muhammadiyah Ngombakan telah mencapai kata sepakat menutup kasus tersebut. Seluruh kerusakan ditanggung oleh Muhammadiyah. Surat-surat keputusan bersama hasil mediasi itu selanjutnya diserahkan kepada Polres Sukoharjo dengan harapan agar kasus bocah V bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Meskipun menegaskan akan terus melanjutkan proses hukum bocah V, Ruminio mengatakan pihaknya akan mendorong penyelesaian kasus di luar sistem peradilan formal. Langkah yang akan ditempuh adalah restorative justice karena dinilai sebagai model penanganan paling pas untuk penyelesaian proses hukum yang melibatkan anak-anak sebagai pelaku pidana.

Dalam restorative justice, kata dia, akan melibatkan banyak masyarakat, mediator, aparat penegak hukum yang berwenang, untuk merumuskan sanksi paling tepat bagi pelaku.

Sementara itu orangtua pelaku, Mulyadi, mengaku bersalah karena merasa teledor mengawasi anaknya. Selanjutnya dia menyerahkan kasus hukum yang menimpa anaknya kepada polisi dan Muhammadiyah yang telah berjanji akan memberikan pendampingan hukum dan pendampingan psikologis kepada V.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo, Eko Pujiatmoko, menegaskan Muhammadiyah memberikan pendampingan psikologis kepada bocah V dan Siswa MIM Ngombakan atas adanya beban traumatik. Sedangkan Bidang Hukum PDPM Sukoharjo akan memberikan pendampingan hukum baik kepada sekolah dan bocah V beserta keluarganya. (dR)

%d blogger menyukai ini: