Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Jaksa Agung Dinilai Tak Miliki Komitmen Berantas Korupsi

Jaksa Agung Dinilai Tak Miliki Komitmen Berantas Korupsi

Sketsanews.com – Sejumlah kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) dinilai beralut dan tak kunjung selesai.

Sebut saja kasus dugaan korupsi Dana Bansos Pemprov Sumatera Utara yang menyeret Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho sampai saat ini tak terdengar lagi kelanjutannya.

Jaksa Agung HM Prasetyo
Jaksa Agung HM Prasetyo

Tak hanya kasus Bansos Sumut, dugaan korupsi dalam pengadaan mobil listrik yang ditaksir merugikan negara hingga Rp32 miliar pun hanya berhenti pada Direktur Utama PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi. Padahal dalam kasus itu turut menyeret mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Direktur Advokasi Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM),Oce Madril, menilai lambannya penyelesaikan kasus korupsi yang ditangani Kejagung lantaran Jaksa Agung M. Prasetyo tak memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi.

“Saya kira, menurut saya ini lebih kepada persoalan komitmen dari jaksa Agung untuk serius, punya komitmen untuk mengusut tuntas kasus-kasus korupsi , karena kita liat banyak kasus yang mangkrak,” kata Oce saat berbincang dengan Okezone, Kamis (26/5/2016).

Menurut dia, penangan kasus korupsi oleh Korps Adhyaksa ini bisa dikatakan hanya heboh saat di awal, namun senyap ketika dalam perjalanannya. Bahkan, tambah dia, kasus tersebut dapat dikatakan jalan ditempat tanpa perkembangan yang signifikan.

“Kalau Jaksa Agung punya komitmen yang tinggi dalam pemberantasan korupsi, saya yakin kasus ÿang mangkrak itu tak akan dibiarkan. Kasus-kasus itu dibiarkan begitu saja, Di awal ribut tapi kemudian tak jelas penyelesaiannya, itu banyak sekali,” bebernya.

Untuk itu, Oce menekankan agar Prasetyo bekerja keras guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga yang kini dirinya pimpin.

Mengingat, latarbelakang Prasetyo yang berasal dari partai politik, muncul anggapan jika penanganan kasus korupsi di Kejagung bisa dihentikan lewat pendekatan politik.

“Jadi ini mungkin kekurangan dari Jaksa Agung yang sekarang, Kasus-kasus yang ada faktor pendekatan poltik, membuat kasus itu berhenti atau mangkrak,” tukas dia.

(Br/Okezone)

%d blogger menyukai ini: