Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Jokowi: Kekerasan Bersenjata Rugikan Perekonomian Global

Jokowi: Kekerasan Bersenjata Rugikan Perekonomian Global

g7

Sketsanews.com – Presiden Joko Widodo menjadi pembicara utama pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 Outreach Sesi I dengan topik pembahasan ‘Stabilitas dan Kesejahteraan di Asia’.

Jokowi mengatakan, perdamaian dan stabilitas adalah hal yang harus diciptakan dan dijaga. Negara-negara di kawasan Asia terutama, harus berperan aktif menciptakan perdamaian.

“Negara-negara Asia harus dengan penuh kesadaran menciptakan perdamaian dan stabilitas ini. Segala potensi konflik yang tinggi di Asia, seperti Laut Tiongkok Selatan dan Semenanjung Korea, harus dapat dikelola dengan baik,” kata Jokowi di Shima Kanko Hotel, Shima City, Jepang, Jumat (27/5/2016).

Jokowi juga menegaskan, Indonesia tak ingin Asia menjadi kawasan yang penuh konflik dan menjadi ajang pamer kekuatan.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga mengangkat isu kekerasan bersenjata yang telah merugikan perekonomian global dalam skala sangat besar. “Tahun 2014, kerugian global akibat kekerasan bersenjata mencapai USD14,3 triliun atau 13,4 persen dari PDB Dunia,” ucap Presiden.

Padahal kawasan Asia Pasifik adalah kawasan yang tergolong paling aman dibandingkan kawasan lainnya. Oleh karena itu, tidaklah heran jika kawasan Asia pada tahun 2016-2017 diperkirakan memiliki pertumbuhan ekonomi relatif lebih baik, yakni sekira 5,3 persen dibanding rata-rata dunia sebesar 3,2 persen.

“Pada tahun 2015, ekonomi Indonesia di kuartal terakhir tumbuh 5,04 persen,” ucap Presiden Joko Widodo seperti yang disampaikan Tim Komunikasi Presiden, Jakarta, Jumat (27/5/2016).

“Indonesia tidak menginginkan Asia menjadi kawasan yang penuh konflik dan menjadi ajang power projection negara-negara besar. Indonesia juga ingin menekankan bahwa semua negara, saya ulangi, semua negara tanpa terkecuali, harus menghormati hukum internasional,” tegas Jokowi.

“Tanpa penghormatan terhadap hukum internasional, perdamaian dan stabilitas tidak akan dapat tercipta,” tambahnya.

Jokowi juga mengatakan, saat ini dunia sudah tidak berjalan secara bipolar. Untuk itu, negara-negara berkembang harus berkontribusi banyak bagi perdamaian dunia.

“Dunia harus ditata dengan melibatkan emerging countries. Indonesia siap menjadi motor terciptanya Asia dan dunia yang damai dan sejahtera,” kata Jokowi.

 

Bz

%d blogger menyukai ini: