Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News 50.000 Pengikut Gafatar Diwajibkan Baca “Kitab Suci” Musaddeq

50.000 Pengikut Gafatar Diwajibkan Baca “Kitab Suci” Musaddeq

50.000 Pengikut Gafatar Diwajibkan Baca Kitab Suci Musaddeq

Sketsanews.com – Sebanyak 50.000 mantan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ternyata diwajibkan membaca beberapa buku setiap hari pada pukul 02.00 WIB. Buku-buku yang dinamakan ‘Bangun Aktivitas Malam’ (BAM) merupakan ajaran-ajaran milik nabi palsu Ahmad Musaddeq.

Kasubdit I Keamanan Negara (Kamneg) dan Separatis, Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim, AKBP Satria Adi Permana mengatakan, selain buku ajaran Musaddeq, juga terdapat buku yang dibuat mantan Ketua Umum Gafatar, Mahful Muis Tumanurung yang berjudul Teologi Abraham, Membangun Kesatuan Iman Yahudi, Islam dan Kristen.

“Mereka diwajibkan baca pada pukul 02.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB,” kata Satria di Bareskrim, Senin (30/5/2016).

Diterangkannya, dalam buku tersebut membangun satu kesatuan pokok ketiga ajaran agama dalam aliran Millah Abraham yang telah dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Untuk kewajiban seperti sholat, zakat, puasa, berangkat haji menurut Millah Abraham belum saatnya. Tentunya ini sangat bertentangan dengan keyakinan agama di Republik Indonesia,” kata Satria.

Satria mengatakan, buku-buku ini didapat dari beberapa lokasi para pengikut Gafatar di Mempawah, Kalimantan Barat, Yogyakarta, Cilacap, Bogor dan Surabaya.

“Buku-buku ini yang dapat mendukung sebagai alat bukti yang kita tersangkakan kepada tersangka,” kata Satria.

Seperti diberitakan, Bareskrim menetapkan mantan Ketua Umum Gafatar, Mahful Muis Tumanurung, Ahmad Musaddeq dan anaknya Andry Cahya sebagai tersangka kasus penodaan agama. Ketiganya dikenakan Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama.

Selain itu, untuk Mahful dan Andry juga dikenakan Pasal 110 KUHP junto Pasal 107 KUHP tentang Pemufakat Jahat. Pasalnya, kedua orang tersebut telah membangun sebuah negara yang dinamakan Negara Karunia Alam Semesta (NKSA) yang berkedok sebagai organisasi sosial Gafatar.

“Andry berperan sebagai Presiden NKSA dan Mahful sebagai Wakil Presiden,” ucap Satria.

Bareskrim telah menahan ketiganya usai menjalani pemeriksaan pada 25 Mei 2016. Para tersangka saat ini mendekam di Rutan Bareskrim Polri.

(Br/Rimanews)

%d blogger menyukai ini: