Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Kapolri Bantah UU Antiteror Adopsi Aturan seperti di Malaysia

Kapolri Bantah UU Antiteror Adopsi Aturan seperti di Malaysia

kapolri

Sketsanews.com – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti‎ membantah bahwa ‎pemerintah akan mengadopsi Undang-undang (UU) Keamanan Dalam Negeri atau Internal Security Act (ISA) seperti di Malaysia dan Singapura, dalam upaya penguatan pemberantasan tindak pidana terorisme.

Badrodin menjelaskan, tidak hanya penanggulangan terorisme yang difokuskan pada revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme, namun juga hal penegakan hukum dan deradikalisasi.

“Kalau kita lihat negara lain di Malaysia misalnya, di Singapura itu mereka juga bisa melakukan diduga terorisme sudah melakukan penahanan selama dua tahun tanpa proses peradilan, tetapi yang kita lakukan itu tidak,” kata Badrodin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 30 Mei 2016.

Badrodin menambahkan, yang difokuskan pada‎ revisi UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme adalah penguatan institusi Polri.

“Karena arah pengaturan di dalam Undang-undang Terorisme adalah criminal justice system model. Jadi bukan model seperti di Malaysia, bukan model seperti di Singapura,” ucapnya.

Namun lanjut dia, model upaya penguatan pemberantasan tindak pidana terorisme dalam revisi UU Anti Terorisme itu ‎adalah model yang sangat dihargai di dunia.

Karena ujungnya adalah penegakan hukum di bawa ke pengadilan, melalui pendekatan penegak hukum. “Jadi peran aktif aparat penegak hukum itu yang dilakukan. Kalau di Malaysia dua tahun ditahan bisa saja tidak diproses, lanjut secara hukum,” pungkasnya.

(Br/Sindonews)

%d blogger menyukai ini: