Sketsa News
Home News Enam dari 21 Pemerkosa Siswi SD di Penggaron Semarang Ditangkap

Enam dari 21 Pemerkosa Siswi SD di Penggaron Semarang Ditangkap

Sketsanews.com – Polrestabes Semarang meringkus enam dari 21 pemuda yang diduga sebagai pelaku perkosaan terhadap SR (12), siswi Sekolah Dasar (SD) di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

“Sudah enam yang ditangkap,” kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang Komisaris Sukiyono di Semarang, Selasa (31/5), dilansir dari Elshinta.

Sukiyono mengatakan, keenam pelaku tersebut ditangkap di beberapa lokasi berbeda. Namun, ia belum bersedia menjelaskan secara detil penangkapan keenam pelaku tersebut.

Menurut Sukiyono, seperti dilansir Antara siang ini, keenamnya kini sedang diperiksa intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Semarang.

Kabar adanya kasus pemerkosaan ini bermula dari pesan singkat yang beredar di kalangan wartawan yang mengatasnamakan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait. Saat dikonfirmasi, Arist membenarkan memang ada seorang anak di Semarang yang menjadi korban pemerkosaan.

“Kasihan anak itu. Bahkan diduga akibat mengalami pemerkosaan, anak itu menderita penyakit kelamin menular,” ujar Arist saat dihubungi wartawan dari Semarang, sebagaimana dilansir MetroSemarang.

SR diduga menjadi korban pemerkosaan oleh 21 orang dengan tiga waktu kejadian berbeda. Berdasarkan informasi di lapangan, dugaan perkosaan terhadap SR pertama kali terjadi 7 Mei 2016 malam di gubuk persawahan pukul 00.00 WIB oleh tujuh orang pemuda. Kedua, pada 12 Mei 2016, SR digilir oleh 12 pemuda di dekat Depo Pasir. Yang ketiga pada 14 Mei, SR diperkosa oleh dua pemuda di tempat pembuatan gubuk batu bata. Para pelaku yang memperkosa SR diduga orang-orang yang berbeda.

Terpisah, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu yang sempat menemui keluarga korban juga belum bisa memberi keterangan banyak mengenai kasus kekerasan seksual yang dialami SR. “Masih di rumah perlindungan. Nanti kalau sudah jelas, mas,” kata Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati kepada wartawan, Senin (30/5).

Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang mengatakan, dirinya berencana turut mendampingi ayah korban berinisial A membuat laporan untuk SR. Namun, mendadak Hevearita berhalangan karena ada acara di Jakarta. “Mungkin besok. Ini mendadak, saya mewakili Pak Wali di Jakarta,” terang Hevearita.

Kepala Unit PPA Polrestabes Semarang, AKP Umarsini, menyatakan baru mendapat laporan tersebut siang tadi, Senin (30/5). “Ayahnya yang membuat laporan. Laporan sudah kami terima dan kita sedang melakukan penyelidikan,” ujar Umarsini. (din)

 

 

(in)

%d blogger menyukai ini: