Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Anggota DPRD Dimutilasi

Anggota DPRD Dimutilasi

Sketsanews.com – Kepolisian Daerah Lampung mulai menyelidiki telepon seluler berisi transkrip percakapan terakhir anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Panshor bin Abdullah Bakri. Jasadnya ditemukan termutilasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, pekan lalu.

Muhammad Panshor bin Abdullah Bakri, anggota DPRD Kota Bandar Lampung
Muhammad Panshor bin Abdullah Bakri, anggota DPRD Kota Bandar Lampung

Menurut Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, Senin (30/5) malam, usai gelar perkara yang langsung dipimpin Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin, tim telah bergerak melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan itu. Menurut dia, dalam gelar perkara kemarin salah satu yang menjadi perhatian adalah perjalanan korban ke Jakarta.

Berdasarkan keterangan keluarga yang menghubungi ponselnya, Panshor berangkat sekitar pukul 15.00 WIB, tapi sekitar pukul 17.00 WIB sudah berada di Jakarta.

“Di situlah yang menjadi pertanyaan, apalagi korban mengendarai kendaraan pribadi yang tidak masuk akal kalau dalam waktu dua jam sudah tiba di Jakarta,” kata Sulistyaningsih, Selasa (31/5).

Sulistyaningsih mengatakan, dari keterangan tersebut pihak kepolisian melakukan pengecekan kembali dan pemeriksaan terhadap kemungkinan-kemungkinan lainnya.

“Kapolda juga langsung memerintahkan pemeriksaan ke seluruh tempat yang diduga menjadi lokasi persinggahan M Panshor sebelum ditemukan telah meninggal di OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan,” kata dia seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk secepatnya mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut. Sulistyaningsih juga berharap seluruh elemen masyarakat dapat membantu kelancaran proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh petugas kepolisian.

“Kami menyadari kejadian bisa saja di sejumlah daerah yang disinggahi atau bahkan di lokasi penemuan jenazah korban pembunuhan itu,” ujar dia.

Terkait jasad korban, Sulistyaningsih mengatakan, hasil koordinasi dengan jajaran Polda Sumsel hingga saat ini masih belum diambil oleh keluarga korban.

“Kami terus aktif melakukan komunikasi dengan Polda Sumsel, dan semalam ada kontak dari Humas Polda Sumsel terkait pengambilan jenazah oleh keluarga,” kata dia.

Mengenai motif dan penyebab terjadi pembunuhan sadis tersebut, Sulistyaningsih menyatakan masih dalam pendalaman dan penyelidikan Tim Reserse Kriminal Umum untuk mengungkap peristiwa tersebut. Kapolda Lampung pernah mengungkapkan dugaan peristiwa tersebut lantaran masalah utang piutang dan motif urusan wanita atau terkait asmara.

“Tapi itu masih dugaan, sehingga penyelidikan terhadap ponsel korban itu menjadi salah satu prioritas untuk membantu mengungkap kasus ini,” tandasnya.

(Br/Merdeka)

%d blogger menyukai ini: