Sketsa News
Home Headlines, News Menhan: Komunisme Termasuk 4 Paham Pengancam Keutuhan Negara

Menhan: Komunisme Termasuk 4 Paham Pengancam Keutuhan Negara

574fba9b653e3-menteri-pertahanan-ryamizard-ryacudu_663_382

Sketsanews.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memperingatkan bahwa ancaman non-fisik terhadap negara kini lebih berbahaya dibandingkan ancaman serangan secara fisik. Dia mengaku sudah mengidentifikasi ancaman-ancaman non-fisik itu.

“Sekarang kita sudah hadapi itu (ancaman non-fisik), radikal kiri dan kanan. Teroris, radikalisme, separatisme, gerakan bersenjata. Jangan bilang tidak ada. Itu ada perang cyber dan terorisme yang sedang tren-trennya,” kata Ryamizard saat memberi sambutan di acara simposium di Balai Kartini, Jakarta pada Kamis 2 Juni 2016.

Dia mengungkapkan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah memperhatikan dan memperhitungkan keberadaan paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila dan berkembang di Indonesia. Ada empat paham besar yang menurutnya harus dihalau yaitu liberalisme, kapitalisme, komunisme dan radikalisme. Paham-paham itu dituding bisa mengancam keutuhan negara.

“Liberal, kapitalis, komunis, radikal, yang buat manusia bersifat materialisme, hanya lahiriah. Kita punya paham Pancasila. Paham yang diterjemahkan Bung Karno dari berbagai macam agama sehingga harus kita pertahankan,” kata Ryamizard.

Bagi mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu, mempertahankan Pancasila adalah amanat bangsa. Maka, dia mengajak partisipasi semua rakyat Indonesia.

Menhan juga meminta masyarakat agar tidak menggunakan atribut-atribut paham tertentu, seperti atribut palu arit yang identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Kalau tentara marah, sepantasnya. PKI bukan berdasarkan Pancasila. Itu jelas. Saya Menteri Pertahanan bukan untuk provokasi. Saya kalau bilang benar, ya benar. Rakyat adalah basis kekuatan negara,” kata dia.

Ryamizard menekankan, pemberantasan gerakan PKI tak perlu dianggap sebagai pelanggaran HAM. Pemberantasan PKI menurutnya adalah kewajiban bangsa sebagai upaya mempertahankan Pancasila tersebut. (Fr/Viva)

%d blogger menyukai ini: