Sketsa News
Home Berita Terkini, Tekno-Sains, Wawancara Wawancara OpenBTS Onno W. Purbo

Wawancara OpenBTS Onno W. Purbo

Sketsanews.com – Berikut adalah wawacara Onno W. Purbo dengan Majalah GATRA tentang openBTS .

scan-open-bts-onno-w-purbo-onno-centerSelamat malam Kang Onno, ini Ipang dari Majalah GATRA. Kang Onno, saya mau wawancara lagi by email, rencana mau nerbitkan artikel terkait legalisasi openBTS. Jadi minta waktunya Kang untuk wawancara by email. Ada beberapa hal  yang saya ingin tanyakan ke Kang Onno terkait pengaturan openBTS di Indonesia.

 1. Seputar teknologi openBTS apa yang menjadi kendala pengembangan teknologi ini di Indonesia?

kendala yang paling besar adalah regulasi dulu pemerintah memposisikan openbts sebagai barang haram ini bikin susah banyak orang
kendala lain SDM, kurang banyak orang yang bisa bikin karena selama ini pada takut belajar openbts, karena takut di penjara
kebanyakan orang maunya terima jadi tinggal colok, nyala langsung pakai, padahal openbts tidak bisa seperti itu, harus di konfigurasi, harus di maintain ..

2. Apakah setiap komunitas bisa langsung membangun openBTS?

kalau ada orang yang pinter-nya ya bisa di wamena yang mengoperasikan seorang guru aja .. cuma ya harus ngerti lah cara operasinya ..
yang lebih susah adalah membuat openbts-nya ini butuh anak2 SMK buat membuatnya .. jadi butuh openbts dimasukan ke kurikulum

3. Berapa biaya yang dikeluarkan komunitas untuk bisa menggunakan teknologi openBTS ini? dan berapa daya jangkaunya?

ini pertanyaan standard banyak orang maunya beli aja tinggal pakai, kalau mau beli doang gak mau bikin harga akan lebih mahal ya … harga hanya akan lebih murah kalau bisa bikin sendiri, kalau beli jadi tanpa bikin sendiri harga sekitar Rp. 150 juta s/d 300 juta tergantung konfigurasi
jarak jangkau 5 s/d 15 km tergantung konfigurasi.

4. Kalau memang pemerintah memberi ruang pada pengembangan teknologi ini nantinya, apa yang perlu dilakukan oleh para pegiat openBTS?

yang akan paling kritis adalah membuat SDM untuk bisa mendukung penyebaran openbts ke Desa-desa, sekarang ini yang bisa bener-bener bikin openbts di Republik Indonesia jumlah-nya lusinan bisa tewas kalau harus membuat openbts untuk ratusan ribu lokasi oleh karena itu kita harus bisa membuat SDM sebanyak2 terutama di level SMK yang didaerah ..

5. Apa yang diharapkan dari pegiat openBTS kepada pemerintah khususnya dalam hal ini Kominfo?

gak banyak sebetulnya, di ijinkan openbts beroperasi di daerah secara mandiri tidak perlu harus berpayung pada lisensi operator atau bekerjasama / menjadi sub salah satu operator.
ada alokasi kanal buat openbts beroperasi kami tidak meminta band yang lebar hanya beberapa kanal saja
ada alokasi kode area yang bisa dipakai untuk openbts supaya antar desa bisa saling interkoneksi saat ini kita sudah experimen dengan +62520

6. Terkait penomoran (numbering) untuk pelanggan openBTS, apakah memang harus melewati persyaratan dan aturan tertentu?

sebaiknya nomor yang digunakan tidak dipakai oleh operator manapun saat ini ada beberapa kode area yang tidak dipakai ..
kita bisa menggunakan kodea area misalnya
desa A +625201234
desa B +625201235
desa C +625201236
memang kode area-nya menjadi panjang dengan cara itu kita bisa membuat antar desa saling telepon melalui openbts-nya masing2

7. OpenBTS ini sudah banyak diaplikasikan di daerah mana Kang?

mana ada yang berani .. orang kita di sweeping oleh KOMINFO kalau beroperasi ..
yang sekarang jalan cuma di Wamena di tengah hutan itupun tanpa ijin KOMINFO jadi kalau secara hukum harusnya di penjara

 8. BTW, rencana saya juga akan melakukan reportase ke daerah/desa/komunitas yang sudah mengaplikasikan openBTS ini, bisa minta rekomendasinya di daerah/desa/komunitas mana saya bisa kunjungi Kang?

adanya di Wamena di Bogendini silahkan baca2 //www.technologyreview.com/news/522371/how-remote-places-can-get-cellular-coverage-by-doing-it-themselves/

Purnawan Setyo Adi/Ipang (085228388708) | CyberLearning

 

(in)

%d blogger menyukai ini: