Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Wawancara Binmas Polresta Malang: Teroris Sudah Membaur di Masyarakat

Binmas Polresta Malang: Teroris Sudah Membaur di Masyarakat

Sketsanews.com – Disela-sela kesibukan sebagai anggota kepolisian di wilayah Malang Kota, pria yang mempunyai nama lengkap AKP. Imam Mustolih, SH, SIK itu menyempatkan bertemu dan berkenalan dengan Sketsanews.

Kasat Binmas Polresta Malang, AKP. Imam Mustolih, SH, SIK
Kasat Binmas Polresta Malang, AKP. Imam Mustolih, SH, SIK

Dengan ramah, Imam, yang pernah menjadi pembicara dalam acara dialog interaktif, guna mengajak organisasi mahasiswa ekstra kampus se-Malang raya, untuk melawan ideologi ISIS dan radikalisme, pada Jumat 22 April 2016 lalu. Kegiatan tersebut diadakan di ruang auditorium Gedung C Hall Usman Mansyur Universitas Islam Malang.

Di siang itu, Imam sedikit memperbincangkan tentang isu yang baru hangat belakangan ini yaitu terorisme. Berikut hasil pertemuan itu :

Apa penyebab munculnya terorisme di Indonesia?

Ada banyak faktor, diantaranya faktor ekonomi, komunisme, yang akhirnya bisa kita kaitkan dengan yang sekarang ini yaitu perang gaya baru. Dimana perang itu tidak mempertemukan dua belah pihak secara langsung, melainkan ada pihak ketiga yang mempunyai kepentingan di dalamnya, ada yang membiayai sehingga terwujudlah tujuan mereka.

Siapa sasaran sebenarnya teroris itu?

Sasaran sebenarnya masih ngacak, karena penyebabnya juga sudah komplit (multi tendensi) sehingga tujuannya cuma menciptakan teror.

Apa ciri-cirinya?

Menghalalkan segala cara, kalau secara fisik tidak bisa menduga karena mereka sudah membaur dengan masyarakat.

Dialog Interaktif, di ruang auditorium Gedung C Hall Usman Mansyur Universitas Islam Malang, Jumat (22/4/2016).
Dialog Interaktif, di ruang auditorium Gedung C Hall Usman Mansyur Universitas Islam Malang, Jumat (22/4/2016).

Bagaimana cara mereka bekerja?

Ya dengan cara mereka, baik yang kelihatan maupun tidak kelihatan.

Bagaimana cara mereka merekrut?

Kalau mereka merekrut ya mudah-mudahan kita bisa mengcover, kalau mereka melakukan aksi terornya ini agak bisa dipindahkan.

Bagaimana cara menanggulangi bagi pelajar?

Seharusnya sebagai akademisi bisa memberikan pencerahan pada masyarakat, harus bisa memulihkan bahwa ajaran agama tidak mengajarkan menghalalkan membunuh orang, dan tidak mengajarkan membuat teror.

Haruskah mempunyai sertifikat ustadz?

Nggak perlu.

Tentang penangkapan di Malang, ada apa dengan Malang?

Nggak kenapa-napa, ya mereka  di manapun bisa berada.

Adakah sarang teroris di Malang?

Kalau kemungkinan ya pasti ada. Buktinya kemarin ditangkap di Malang, berarti ada.

Bisakah kita mengetahui pimpinan terorisme?

Bisa.

Bagaimana caranya?

Caranya ya harus dicari, ya itu kan sudah ada bagiannya seperti BNPT dan Densus 88. (Vi)

%d blogger menyukai ini: