Sketsa News
Home Berita Terkini, News Tempat Hiburan Boleh Buka Setelah Ibadah Tarawih

Tempat Hiburan Boleh Buka Setelah Ibadah Tarawih

Sketsanews – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mempersilahkan pengusaha hiburan untuk beroperasi selama bulan ramadan. Kendati diperbolehkan menjalankan usahanya, tempat hiburan hanya diperbolehkan beroperasi usai solat tarawih mulai pukul 21.00-24.00 WIB.

Tempat hiburan malam buka di bulan Ramadan. ©2015 Merdeka.com/Mitra Ramadan
Tempat hiburan malam buka di bulan Ramadan. ©2015 Merdeka.com/Mitra Ramadan

Walikota Metro Achmad Pairin menerangkan, Pemkot Metro telah membuat ketentuan waktu beroperasi tempat-tempat hiburan selama ramadan. Ketentuan itu telah dituangkan pada surat edaran yang telah dikirimkan kepada pengusaha hiburan di Bumi Sai Wawai.

“Sudah dikirimkan surat edaran kepada para pengusaha hiburan. Tidak ada penutupan, kasian kan kalau mereka harus tutup selama puasa. Pemkot hanya mengatur jam operasinya. Pagi, pukul 10.00 -17.00 WIB dan malam sehabis solat tarawih pukul 21.00-24.00 WIB,” paparnya saat dikonfirmasi di halaman Pemkot Metro, Rabu (1/6).

Pernyataan tersebut berbeda 180 derajat dari keinginan DPRD, MUI, dan Kodim 0411/LT yang meminta tempat hiburan tutup selama bulan ramadan. Bahkan Kodim 0411/LT siap melakukan penutupan paksa jika kedapatan tempat hiburan masih beroperasi di bulan suci ramadan.

Kepala Seksi Intel Kodim 0411 Lampung Tengah, Kapten Inf. Suprobo, menegaskan, bahwa jajaran TNI AD akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan institusi terkait lainnya, untuk melakukan razia di semua tempat hiburan, yang kedapatan tidak menutup usahanya, selama bulan suci ramadhan. Selain untuk memberikan kenyamanan beribadah, langkah untuk menggelar razia selama bulan ramadhan ini, juga bertujuan untuk menekan angka tindak kriminalitas di tengah masyarakat.

“Apabila selama bulan suci ramadan, masih ada tempat hiburan yang tetap nekat buka, maka pasti berhadapan dengan kami, dan langsung akan kami tutup secara paksa”, tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan agar semua pengusaha hiburan baik yang berada di Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Kota Metro, dapat mematuhi aturan tersebut, demi menghargai ibadah umat muslim selama bulan suci Ramadan ini.

Sementara Sekretaris MUI Metro Nasriyanto Effendi menerangkan, selain meminta pengusaha hiburan dapat bijaksana untuk tidak beroperasi selama bulan ramadan, MUI juga akan merekomendasikan Pemkot Metro untuk memantau aktivitas hotel dan rumah kos. Tidak dapat dipungkiri menjamurnya rumah kos sebagai tempat singgah warga luar Metro yang menempuh pendidikan di Kota Metro sering kali tempat itu disalahgunakan menjadi tempat maksiat.

”Bukan bermaksud mengganggu ketenangan penghuni hotel atau rumah kos. Karena sering kali hotel dan rumah kos itu disalahgunakan dan menjadi tempat terjadinya penyakit masyarakat. Karena itu kami akan merekomendasikan kepada Pemkot Metro untuk merazia hotel dan rumah kos menjelang, pertengahan, hingga akhir ramadan,” papar Nasriyanto yang juga sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Metro, Senin (30/5).

Demi ketenangan umat muslim ketika menjalani berbagai ibadah sunah dan wajib selama ramadan, MUI meminta Pemkot dan pihak kepolisian juga memantau peredaran mercon yang suaranya mengganggu ibadah d an ketenangan masyarakat. Termasuk memintah pihak kepolisian memantau keamanan di pusat-pusat keramaian menjelang hari raya Idul Fitri.

”Menjelang ramadan biasanya MUI akan duduk bersama Pemkot, kepolisian dan Kodim, nah akan kita sampaikan rekomendasi ini. Intinya MUI meminta pengawasan bisa dilakukan secara continue, menjelang ramadan hingga menyambut Idul Fitri. Seperti maraknya mercon yang mengganggu ibadah solat tarawih hingga diperketatnya keamanan di pusat keramaian menjelang Idul Fitri. MUI juga akan mengeluarkan seruan agar umat muslim di Kota Metro bisa bersama-sama menghargai berbagai aktivitas ibadah di bulan ramadan,” tutupnya.(Dan/Radar metro)

%d blogger menyukai ini: