Sketsa News
Home Berita Terkini, News DPRD Minta Pemkot Pantau Barang dan Makanan

DPRD Minta Pemkot Pantau Barang dan Makanan

Sketsanews – DPRD Kota Metro meminta pemerintah mengecek peredaran barang dan makanan di Bumi Sai Wawai selama bulan puasa. Itu menyusul mulai naiknya harga sejumlah bahan pokok makanan menjadi ramadan.

Pedagang daging ayam menunggu pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Senen (18/8).

“Kami juga nanti akan sidak (inspeksi mendadak). Untuk mengecek harga-harga. Karena dari laporan yang kita terima itu bahan pokok sudah mulai naik. Padahal puasa saja belum mulai kan,” ujar Ketua Komisi II Tondi Nasution, Selasa (31/5).

Ia mengatakan, selama ramadhan dan menjelang Idul Fitri harga barang dan bahan pokok selalu meningkat. Karena itu perlu dilakukan pengawasan. Karenanya Komisi II, terus Tondi, juga meminta pemerintah untuk mengecek makanan-makanan atau menu buka puasa. Sehingga terdapat kepastian bebas dari bahan-bahan berbahaya.

“Seperti mengandung formalin atau pewarna. Itu harus tegas. Kalau memang mengandung ya enggak boleh dagang. Tiap tahun kan dicek. Harusnya ada tindak lanjut kan,” imbuhnya.

Tondi menilai, bulan puasa kerap banyak pedagang dadakan untuk mengais rezeki. Pihaknya tidak mempermasalahkan menjamurnya usaha musiman menjual menu buka puasa. Namun, tetap harus ada pengawasan ketat yang harus dilakukan pemerintah.

“Jangan sampai malah kena penyakit. Makanan itu kan efeknya jangka panjang. Bukan makan hari itu langsung sakit. Nah, ini yang harus dicegah dan diawasi ketat,” terangnya.

Menjelang Ramadan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Meto meminta pemerintah memantau berbagai aktivitas penyakit masyarakat di Bumi Sai Wawai selama bulan ramadhan.

Sekretaris MUI Metro Nasriyanto Effendi mengatakan, pihaknya meminta pengusaha hiburan dapat bijaksana untuk tidak beroperasi selama bulan ramadhan. MUI juga akan merekomendasikan Pemkot Metro untuk memantau aktivitas hotel dan rumah kos. “Tidak dapat dipungkiri menjamurnya rumah kos sebagai tempat singgah warga luar Metro yang menempuh pendidikan di sini, itu bisa disalahgunakan menjadi tempat maksiat,” imbuhnya.

Dijelaskannya, MUI bukan bermaksud mengganggu ketenangan penghuni hotel atau rumah kos di wilayah setempat. Namun, razia untuk menghindari hal-hal negatif selama ibadah bulan suci.

“MUI juga meminta pemkot dan kepolisian dapat memantau peredaran mercon yang suaranya mengganggu ibadah dan ketenangan masyarakat selama menjalankan ibadah,” imbuhnya.(Dan/Radar metro)

%d blogger menyukai ini: