Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Isu Bangkitnya PKI, Sejarawan: Negara Gagal Atasi Propaganda Orde Baru

Isu Bangkitnya PKI, Sejarawan: Negara Gagal Atasi Propaganda Orde Baru

57332f8c1f8d6-kaos-berlambang-pki-dan-palu_663_382

Sketsanews.com – Sejarawan JJ Rizal menilai, munculnya isu akan bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan kegagalan negara dalam mengatasi propaganda yang dihembuskan sejak Rezim Orde Baru. Mengingat, ketika era itu berkuasa, mereka secara terang-terangan memusuhi dan melarang PKI.

Rizal bahkan menyebut, isu PKI ini berpotensi dijadikan alat oleh oknum tertentu yang punya kepentingan menjatuhkan suatu pihak. Menurut dia, kelompok yang dituding sejalan dengan partai yang sempat besar di era Presiden Soekarno ini bisa dijatuhkan dan diteror oleh oknum tersebut.

“Negara gagal untuk secara serius menghadapi masa lalunya terutama dengan menyusun, bukan saja elite yang bukan saja bersih dari KKN tetapi juga wacana Orde Baru. Sebab Orde Baru tak cukup puas hanya menguasai sumber-sumber kekayaan, tapi juga menguasai pikiran,” kata Rizal saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (4/6/2016).

Rizal bahkan menyebut, isu PKI ini berpotensi dijadikan alat oleh oknum tertentu yang punya kepentingan menjatuhkan suatu pihak. Menurut dia, kelompok yang dituding sejalan dengan partai yang sempat besar di era Presiden Soekarno ini bisa dijatuhkan dan diteror oleh oknum tersebut.

“Bukan urusan ada agenda tersembunyi apa, tetapi (isu bangkitnya PKI) menciptakan alat untuk meneror siapa saja dan kelompok mana pun yang dianggap tidak sejalan,” ujarnya.

Karena itu, ia pun berpandangan, bukan isu bangkitnya PKI yang berbahaya, tetapi munculnya isu ini berpotensi untuk ditunggangi banyak kepentingan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Ini jadi ancaman serius justru ketika dihidup-hidupkan lagi wacana bahaya PKI, karena dapat dipakai oleh siapa pun untuk motif apa pun,” tukasnya.

Demikian pula halnya dengan Muhammadiyah, sebagaimana dikutip oleh viva.com, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yunahar Ilyas menyatakan, Muhammadiyah menolak ideologi komunisme kembali lahir di Indonesia.

“Kita enggak usah mikir, sudah otomatis menolak. Kalau orang beragama masih mikir, keterlaluan. Pandangan Muhammadiyah tentang Partai Komunis Indonesia (PKI), kami enggak usah musyawarah lagi. Jawabannya kita pasti menolak dan menentang PKI,” kata Yunahar.

Ia menjelaskan, marxisme dan sosialisme menjadi ideologi PKI. Ideologi ini jelas bertentangan dengan agama karena anti-Tuhan. Padahal, menurutnya, tidak ada orang di dunia ini yang tak bertuhan.

“Orang ateisme pun bertuhan. Tuhan adalah zat yang mendominasi kehidupan kita melebihi segalanya, sehingga rela berkorban demi-Nya. Kalau dia katakan ateis, ideologi itu tuhannya, karena dia rela berkorban demi ideologi,” kata Yunahar.

Bz

 

%d blogger menyukai ini: