Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Pemkab Purwakarta Tak Patuhi Surat Edaran Menpan RB soal Jam Kerja PNS

Pemkab Purwakarta Tak Patuhi Surat Edaran Menpan RB soal Jam Kerja PNS

pemkab

Sketsanews.com – Tidak semua pemerintah daerah di Indonesia mematuhi Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 03 Tahun 2016 yang menetapkan jam kerja bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil, TNI, dan Polri selama bulan Ramadan.

Dalam surat edaran itu disebutkan jam kerja dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Pemkab Purwakarta menjadi salah satu pemerintah daerah yang menetapkan aturan berbeda dengan SE Menpan RB mengenai jam kerja PNS selama bulan Ramadan.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/6) menyatakan, pihaknya telah menetapkan jam kerja PNS di lingkungan Pemkab Purwakarta selama Ramadan dimulai pukul 06.30 WIB hingga pukul 13.30 WIB. Dedi menyatakan, dengan jam kerja lebih awal kesehatan pegawai akan tetap prima selama menjalankan ibadah puasa.

Dikatakan, kebijakan jam kerja PNS lebih awal selama bulan Ramadan ini telah dijalankan pihaknya selama tiga tahun belakangan ini. “Kalau masuk kerja pukul 08.00 WIB kecenderungan kesianganya tinggi, pengalaman kami ini sudah tiga tahun berhasil. Jadi nanti setiap pagi mereka apel lalu melaporkan kehadiran via sosial media,” katanya.

Selain itu, Dedi mengatakan, dengan jam kerja yang berakhir pukul 13.30 WIB, Pemkab Purwakarta memberikan ruang bagi para pegawai berkumpul bersama keluarga dan menyiapkan menu berbuka yang sehat. Menurut Dedi, puasa merupakan momentum untuk berkumpul dan membina anggota keluarga.

“Ibadah puasa bagi kami di Purwakarta bukan sekadar ibadah personal. Tetapi, momentum untuk mendidik seluruh anggota keluarga kami. Ada ruang waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan itu semua dengan pulang jam 13.30 WIB,” ungkapnya.

Bahkan, Dedi menilai, seluruh pegawai seharusnya diliburkan selama bulan Ramadan, kecuali pegawai sektor pelayanan publik seperti Puskesmas, rumah sakit, atau layanan kependudukan. Dengan demikian, para pegawai di lingkungan Pemkab Purwakarta dapat fokus menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah yang lain.

“Jika semua libur, tentu tidak akan dipusingkan dengan orang-orang yang datang meminta THR ke kantor. Semua fokus berkontemplasi dalam ibadah,” harapnya.

Fokus menjalankan ibadah ini juga menjadi pertimbangan Dedi untuk menerbitkan surat edaran yang meliburkan seluruh pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA di Purwakarta selama bulan Ramadan. Surat edaran itu diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta terhitung sejak Senin (30/5) lalu.

“Libur itu terhitung mulai satu Ramadan nanti. Tujuannya biar anak-anak selama puasa nanti fokus untuk ibadah,” kata Dedi.

Selain agar fokus menjalankan ibadah, diliburkannya para pelajar juga lantaran sudah tidak ada lagi aktivitas belajar di sekolah. Hal ini karena para pelajar baru saja rampung mengikuti ujian kenaikan kelas. Meski diliburkan dari kegiatan belajar mengajar di sekolah, para pelajar tetap diwajibkan untuk mengikuti berbagai macam aktivitas selama bulan Ramadan seperti pengajian Subuh hingga pesantren kilat yang diadakan setiap sekolah di Purwakarta.

“Walaupun libur, para pelajar akan menjalani kegiatan positif. Sehingga nanti secara pendidikan agama mereka aplikasikan setiap harinya. Dan untuk para guru pun bisa fokus mengurus keluarganya, jangan anak orang lain saja yang diurusi tapi yang di rumah jarang,” katanya.

Bz/beritasatu

%d blogger menyukai ini: