Sketsa News
Home Internasional, News, Tekno-Sains Heboh Polda Lampung Dapat Penghargaan Google, Benar atau “Hoax”?

Heboh Polda Lampung Dapat Penghargaan Google, Benar atau “Hoax”?

1144119lampung2780x390

Sketsanews.com— Kabar membanggakan tersiar dari Lampung, awal bulan Juni. Kepolisian Daerah Provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera ini disebut bakal menerima sebuah penghargaan dari Google atas prestasi yang terkait dengan “searching“.

Tak kurang duo pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page, disebut akan menyerahkan penghargaan secara langsung lewat acara yang bakal digelar di Amerika Serikat, 11-15 Juni mendatang.

“Untuk menerima penghargaan berkelas ini, Kapolda Lampung mengutus Kabid Humas Polda Lampung,” tulis salah satu sumber kabar tersebut.

Cerita soal prestasi Polda Lampung pun menyebar luas di internet. Ucapan selamat mulai berdatangan, termasuk dari kalangan pejabat pemerintah.

Selamat kepada Polda Lampung atas penghargaan dunia dari Google sebagai yang paling banyak searching website Tribrata,” tulis Bupati Mesuji H Khamami SH dalam sebuah pengumuman ucapan selamat yang fotonya banyak beredar di Twitter.

“Searching website Tribarata”

Namun, apa persisnya prestasi yang membuahkan penghargaan internasional dari Google itu?

Sumber kabar hanya menuliskan bahwa Polda Lampung berhasil “terbanyak meraih searching website Tribarata dari seluruh jajaran Polda se-Indonesia”.

Tribrata merupakan tiga semboyan Kepolisian Republik Indonesia. Polri diketahui mengoperasikan portal berita di alamat Tribaratanews.com yang menyajikan informasi-informasi seputar kepolisian.

Entah apa yang dimaksud sang sumber kabar dengan “searching website Tribrata”. Apakah Polda Lampung mendapat penghargaan karena paling banyak dicari oleh pengguna Google karena berhasil menampilkan Tribaratanews di urutan teratas laman search? Ataukah sebab lain?

Deskripsi yang kurang menerangkan pokok perkara tersebut memicu kebingungan di jagat maya. Sebagian netizen sibuk bertanya-tanya mencari kejelasan, sementara lainnya menuding bahwa penghargaan itu merupakan hoax, alias tak pernah ada.

Karena Polda Lampung paling banyak di search, terus hubungan sama Google yang apa?” kicau seorang pengguna Twitter bernama @ajiwar.

Itu yang di Lampung masih begitu kek mana woi ceritanya Indonesia digital economy of Asia,” cibir akun Twitter lain bernama @euniceapril.

Google sendiri selama ini sering mengumpulkan dan memublikasikan daftar topik-topik yang paling banyak dicari dari berbagai kategori di segala belahan dunia, termasuk Indonesia.

Namun, raksasa internet tersebut belum pernah memberikan penghargaan terkait prestasi jumlah “search” kepada sebuah institusi atau individu.

Baru tahu

Saat dimintai keterangan oleh KompasTekno, Kamis (2/6/2016), Corporate Communications Manager Google Indonesia Jason Tedjasukmana mengaku baru mendengar kabar soal penghargaan Google kepada Polda Lampung tersebut.

Hingga saat berita ini diturunkan, Google masih belum memberi kejelasan soal ada tidaknya penghargaan dimaksud.

“Belum (ada update). Saya sudah tanyakan, tetapi belum ada kepastian,” ujar Jason singkat ketika dihubungi kembali oleh KompasTekno, Jumat (3/6/2016).

Kepolisian pun setali tiga uang. Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih yang namanya disebut di salah satu sumber kabar itu justru mengatakan dirinya tidak tahu-menahu soal penghargaan tersebut.

“Kabid TI ngecek tidak ada penghargaan dari Google,” kata Sulis kepada Kompas.com.

Secara terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari Google soal ini.

Lantaran itu, Boy berpendapat kebenaran informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Masih perlu klarifikasi dari pihak yang memberi penghargaan karena sumbernya belum jelas,” kata Boy.

Jadi, apakah “penghargaan berkelas” tersebut memang benar ada atau tidak? Entahlah. Kepolisian sudah memberikan jawabannya. Mungkin nanti Google selaku salah satu pihak yang disinggung akan memberi kepastian soal ini… atau mungkin juga tidak. (fr/kompas)

%d blogger menyukai ini: