Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Saudi Tolak Permintaan PM Israel untuk Ubah Inisatif Perdamaian Arab

Saudi Tolak Permintaan PM Israel untuk Ubah Inisatif Perdamaian Arab

SketsaNews.com-Pemerintah Arab Saudi melalui Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir menolak permintaan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mengubah dan memperbarui Inisiatif Perdamaian Arab 2002. Inisiatif ini merupakan solusi dari negara-negara Arab untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina.

Saudi Foreign Minister Adel al-Jubeir attends a joint news conference with his British counterpart Philip Hammond (not seen) in Riyadh October 28, 2015. REUTERS/Faisal Al Nasser

Penolakan Jubeir itu muncul saat menanggapi pertanyaan media Israel, Haaretz, di sebuah konferensi pers yang diadakan setelah pertemuan puncak perdamaian di Paris, Prancis.

”Mengapa kita harus mengubah Inisiatif Perdamaian Arab? Saya percaya bahwa argumen Inisiatif Perdamaian Arab perlu untuk diakomodasi. (Permintaan) Israel bukan pendekatan yang tepat,” katanya.

Al-Jubeir mencatat bahwa Inisiatif Perdamaian Arab tidak pernah diambil dari meja dan telah disetujui oleh negara-negara Arab beberapa kali sejak pembentukannya pada tahun 2002.

”Ini di atas meja dan itu adalah dasar yang kokoh untuk mengakhiri konflik,” katanya. “Kami dan seluruh dunia percaya bahwa Inisiatif Perdamaian Arab merupakan pilihan terbaik untuk menyelesaikan konflik dan kami berharap kebijakan ini berlaku di Israel juga dan bahwa Israel akan menerima inisiatif ini,” ujarnya.

“Inisiatif Perdamaian Arab sangat jelas dan sejalan dengan resolusi internasional dan memiliki semua elemen yang diperlukan untuk penyelesaian akhir. Inisiatif Perdamaian Arab memberikan Israel dengan banyak insentif dan itu Israel agar menerima itu.” Imbuh Al-Jubeir.

Inisiatif Perdamaian Arab dirancang oleh Saudi yang diadopsi oleh Liga Arab pada tahun 2002. Dalam inisiatif itu, semua negara-negara Arab yang berpartisipasi akan menormalkan hubungan dengan Israel jika kedua belah pihak mencapai kesepakatan untuk penciptaan sebuah bangsa Palestina dengan perbatasan tahun 1967. Selain itu, dalam insiatif tersebut dinyatakan Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina.

Pada hari Senin, setelah Avigdor Lieberman dilantik sebagai Menteri Pertahanan Israel, Netanyahu menyampaikan pidato di mana ia menyuarakan pandangan positif pada Inisiatif Perdamaian Arab, tetapi dia mengusulkan agar diubah isinya.

”Saya ingin mengatakan bahwa saya berkewajiban untuk mencapai perdamaian dengan tetangga kita – Palestina dan semua tetangga kami,” kata Netanyahu. “Inisiatif Arab juga memiliki beberapa unsur yang sangat, sangat positif yang memungkinkan dialog serius dengan semua tetangga kami di wilayah ini,” kata Netanyahu.

”Kami bersedia untuk bernegosiasi dengan negara-negara Arab untuk merevisi inisiatif sehingga mencerminkan perubahan dramatis di wilayah ini sejak tahun 2002,” ujar Netanyahu.(mas)  (Jk/SindoNews.com)

%d blogger menyukai ini: