Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Kerinci Padang Diguncang Gempa

Kerinci Padang Diguncang Gempa

Sketsanews.com – Hingga Sabtu (4/6), otoritas kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, gempa 6,5 SR pada Kamis (2/6) di Pesisir Selatan, Sumatra Barat, merusak 2.663 unit rumah dan 103 unit bangunan sekolah. Diduga kerusakan karena konstruksi bangunan tidak tahan gempa.

1465043318_rumah

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kerusakan akibat gempa terjadi di 19 kelurahan atau 16 kecamatan dari 3 kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Kerinci, dan Kota Padang.

“Dari 2.663 unit rumah rusak terdiri atas 114 rumah rusak berat, 612 rumah rusak sedang, dan 1.905 rumah rusak ringan,” ujarnya.

Dikatakan Sutopo, banyaknya rumah dan bangunan yang rusak disebabkan belum diterapkannya konstruksi bangunan tahan gempa.

“Banyak rumah yang rusak tidak memiliki struktur kaku seperti beton bertulang yang jika dibuat dengan baik dapat meredam getaran gempa. Kolom-kolom dan balok pengikat yang kuat dan ditopang oleh fondasi yang baik akan dapat mengurangi kerusakan akibat gempa,” jelasnya.

Menurutnya, masalah minimnya rumah tahan gempa di banyak daerah di Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masyarakat menghadapi gempa masih tinggi. “Building code untuk bangunan rumah atau lainnya masih sangat lemah penerapannya,” tukasnya.

Selain itu, lanjut Sutopo, peta bahaya gempa, bahkan peta risiko bencana gempa bumi belum banyak dijadikan dasar pada saat pembangunan rumah. Kondisi ini yang menyebabkan banyaknya kerusakan bangunan akibat gempa.

“Masih banyak masyarakat yang tidak paham bagaimana membangun rumah tahan gempa. Begitu pula dengan tukang yang masih memiliki pengetahuan terbatas tentang rumah tahan gempa,” imbuhnya.

Selain itu, sebut Sutopo, alasan ekonomi menjadi dasar mengapa masyarakat enggan membangun rumah tahan gempa yang biayanya relatif lebih mahal ketimbang rumah biasa. Padahal, sudah cukup banyak pedoman atau panduan membangun rumah tahan gempa yang dapat dijadikan rujukan untuk membangun rumah tahan gempa.

Namun, pedoman itu, kata Sutopo, masih lemah dalam implementasinya. Menurutnya, perlu upaya semua pihak agar kerentanan masyarakat menghadapi gempa dapat dikurangi. Apalagi ancaman gempa berdasarkan penelitian para ahli menunjukkan adanya peningkatan.

Temuan terbaru menunjukkan adanya daerah-daerah yang lebih berbahaya dari gempa bumi jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, daerah yang paling parah terkena dampak gempa ialah Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumbar meliputi Kecamatan IV Jurai, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kecamatan Lenggayang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kecamatan Pancung Soal, dan Kecamatan Ranah Ampek Hulu.

Kerusakan bangunan di Pesisir Selatan meliputi 93 rumah rusak berat, 578 rumah rusak sedang, dan 1.801 rumah rusak ringan. Sebanyak 29 unit kelas sekolah rusak berat dan 74 unit kelas rusak sedang, dan 2 kantor rusak sedang hingga berat. Sebanyak 100 orang yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Sebelumnya mereka mengungsi ke luar daerah karena khawatir gempa susulan.

Sedangkan di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu kerusakan rumah meliputi 20 rumah rusak berat, 31 rumah rusak sedang, dan 97 rumah rusak ringan. Kerusakan ini tersebar di Desa Talang Petai Kecamatan V Koto, Desa Pasar Baru Kecamatan Lubuk Pinang, dan Desa Lubuk Sanai Kecamatan XIV Koto.

Di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi terdapat 1 rumah rusak berat, 3 rumah rusak sedang, dan 7 rumah rusak ringan.

“BPBD masih melakukan pendataan. Diperkirakan masih ada bangunan yang rusak dan belum dilaporkan karena kondisi cuaca yang sering hujan dan beberapa lokasi sulit dijangkau. Untuk penanganan lebih lanjut terkait bantuan kerusakan bangunan akan dilakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak,” terangnya.

(Br/Media Indonesia)

%d blogger menyukai ini: