Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Setelah Jokowi, Siapa Eksperimen Politik PDIP di Pilgub DKI?

Setelah Jokowi, Siapa Eksperimen Politik PDIP di Pilgub DKI?

85f7e8c3-7ca8-4c5c-94ee-901be7a2ae41

Sketsanews.cm – PDIP melakukan eksperimen politik dengan mengusung kepala daerah sukses ke Pilgub DKI 2012 silam. Kala itu PDIP mengusung Wali Kota Solo Joko Widodo yang kini duduk di kursi RI 1, siapa bakal diusung PDIP di Pilgub DKI 2017 mendatang?

Di tengah upaya melawan deparpolisasi, PDIP memang membuka peluang mendorong kepala daerah potensial untuk maju Pilgub DKI. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai kepala daerah berprestasi layak diusung maju Pilgub DKI.

Menurut pengamat politik CSIS, Arya Fernandes, PDIP memang punya kepentingan besar untuk memenangkan pertarungan di Pilgub DKI. PDIP akan melakukan segala upaya untuk mengambil kembali kursi DKI 1.

“PDIP sangat berkepentingan untuk memenangkan pertarungan di Jakarta karena dia punya banyak kursi di parlemen dan bisa mengusung tanpa koalisi. Kedua, PDIP juga pemenang Pileg dan Pilpres, PDIP juga menang di Pilgub DKI 2012 silam, DKI juga salah satu basis kekuatan PDIP. Karena itu penting bagi PDIP untuk bisa memenangkan dan mencari calon potensial untuk dipertarungkan di Pilgub DKI,” kata Arya saat berbincang dengan wartawan, Senin (6/6/2016).

Yang menarik adalah siapa kepala daerah yang akan diusung PDIP di Pilgub DKI. Pada Pilgub 2012 PDIP sukses mengantar Joko Widodo menjadi gubernur DKI, meskipun di awal elektabiliasnya jauh dari cagub incumbent kala itu Fauzi Bowo yang bahkan diprediksi akan menang satu putaran.

“Saya kira sudah ada presedennya ketika mereka membawa Jokowi ke Jakarta. Jadi eksperimen politik PDIP di tahun 2012 mau mereka coba lagi di 2017,” kata Arya.

Entah siapa yang bakal diusung PDIP apakah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang bahkan sudah ‘dijemput’ Megawati, Bupati Bantaeng yang berprestasi Nurdin Abdullah, Gubernur Jateng ‘rocker’ Ganjar Pranowo, Wali Kota muda Pangkal Pinang Irwansyah, atau yang lainnya. Namun jika proses ini terus berjalan di PDIP maka kepala daerah potensial akan punya ruang untuk berkembang.

“Kalau itu berhasil saya kira efek positifnya ke depan bahwa orang-orang yang berhasil di level kabupaten atau kota bisa diprioritaskan jadi gubernur. Demikian pula gubernur berhasil bisa diprioritaskan untuk jadi presiden. Jadi itu efek positifnya,” katanya.

(Br/Detik)

%d blogger menyukai ini: