Sketsa News
Home News, Wawancara Wawancara Wali Kota Jolo: Kami Selalu Siap Hadapi Abu Sayyaf

Wawancara Wali Kota Jolo: Kami Selalu Siap Hadapi Abu Sayyaf

Sketsanews.com – Wali Kota Jolo Atty Hussin A. Amin berperan dalam pembebasan 10 warga Indonesia yang disandera kelompok separatis Abu Sayyaf. Ia bersama tim bentukan Pemerintah Sulu menyusun strategi untuk menyelamatkan 10 WNI.

Jolo merupakan Ibu Kota dari Provinsi Sulu, Filipina. Jolo juga pusat Pemerintahan Kesultanan Sulu. Berdasarkan sensus penduduk pada 2010, Jolo dihuni 118.307 orang.

walikota-jolo-Atty-Hussin-A-Amin
Wali Kota Jolo Atty Hussin A. Amin | Image via MetroTV

Menurut Atty, wilayah yang ia pimpin dalam keadaan damai. Kelompok Abu Sayyaf jauh dari Jolo. Tetapi, Atty menegaskan, bila Abu Sayyaf coba mengusik ketenangan warga Jolo, pihaknya siap menghadapi.

“Kami selalu siap berkonfrontasi dengan Abu Sayyaf, setiap kali mereka berusaha masuk ke wilayah kami,” kata Atty.

Menurut dia, salah satu cara memutus kaderisasi Abu Sayyaf adalah dengan meningkatkan pendidikan warga. Karena itu, ia mendukung pemberian beasiswa oleh Yayasan Sukma Bangsa kepada 30 anak Mindanao. Beasiswa ini bentuk kompensasi atas bebasnya 10 WNI.

Selain beasiswa, saat pembebasan Tim Kemanusiaan Yayasan Sukma menyerahkan 40 kilogram Alquran kepada kelompok Abu Sayyaf.

Berikut petikan wawancara wartawan dari Media Group dengan Atty Hussin, Rabu (1/5/2016):

Bagaimana kondisi terakhir di Jolo?

Wilayah kami dalam kondisi damai, tetapi ada insiden di wilayah lain. Jolo adalah Ibu Kota dari Provinsi Sulu, jadi semuanya baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan di wilayah Jolo.

Tetapi ada beberapa warga asing yang disandera Abu Sayyaf. Bagaimana menurut Anda?

Abu Sayyaf tidak berada di kotamadya kami, ada di wilayah lain. Tetapi kami selalu siap berkonfrontasi dengan Abu Sayyaf setiap kali mereka berusaha masuk ke wilayah kami.

Untuk wilayah kotamadya lain, saya tidak bisa berbicara untuk mereka, karena saya tidak tahu kondisi yang mereka alami.

Tetapi sejauh perhatian, terutama selama saya menjabat sebagai Wali Kota Jolo selama sembilan tahun terakhir, Jolo wilayah yang damai.

Anda berperan penting dalam pembebasan WNI yang disandera Abu Sayyaf, apa strategi yang digunakan?

Saya tidak terjun langsung dalam proses negosiasi, tetapi saya menjadi bagian dari tim pemerintah yang terdiri dari lima tim yang dikirim gubernur. Kami berkumpul di satu tempat untuk membahas bagaimana menyelesaikan masalah ini.

Kami mencari tahu di mana lokasi WNI ditahan, hingga kami bisa membantu proses pembebasan korban.

Pada dasarnya, juga ada perwakilan dari Indonesia yang berbicara dengan Nur Misuari. Saya kira Misuari yang kemudian berbicara dengan elemen Abu sayyaf. Alhamdullilah, seluruh 10 sandera asal Indonesia berhasil dibebaskan.

(Nur Misuari adalah pemimpin Moro National Liberation Front/MNLF. Keponakannya Abdusakur Tan II menjabat Gubernur Sulu)

Bagaimana pendidikan rakyat Jolo?

Itu adalah masalah kami. Saat saya menjadi Wali Kota, kebijakan utama adalah pendidikan. Kami saling berkaitan dengan orang di luar Jolo untuk meloloskan kebijakan pendidikan.

Saat pemerintahan saya, saya mampu menyediakan pendidikan bagi 3 ribu rakyat Jolo. Sekarang banyak beasiswa. Ini salah satu cara meningkatkan kemampuan warga kami.

Sebagai Wali Kota dan ketika menjadi anggota Kongres, isu utama yang saya ketengahkan adalah pendidikan. Anda bisa lihat di distrik saya, ada banyak bagunan sekolah. Banyak juga warga yang mendapatkan beasiswa.

Anda tahu kenapa saya tertarik dengan pendidikan? Dengan memberikan pendidikan, bisa mencegah mereka bergabung dengan Abu Sayyaf.

Beberapa dari mereka (Abu Sayyaf) adalah korban kekerasan saat pertempuran MNLF dengan pemerintah. Anak-anak dari orang ini tidak bisa pergi sekolah, karena mereka terganggu dengan pertempuran antara MNLF dan pemerintah.

Ini waktunya bagi kami mendukung pendidikan. Mendidik warga agar tidak memiliki kaitan dengan Abu Sayyaf.

Pemerintah Filipina, Malaysia, dan Indonesia sepakat meningkatkan kerja sama memerangi pembajakan, penculikan, dan aktivitas penyelundupan di Laut Sulu. Apa pendapat Anda?

Keamanan di wilayah laut memang menjadi tanggung jawab bersama negara di kawasan. Karenanya, saya menyambut baik kesepakatan itu.

Bagaimana menjaga keamanan dan perdamaian di Jolo?

Kami membutuhkan dukungan dari Malaysia, terutama warga di Mindanao. Anda tahu mayoritas di Mindanao adalah Muslim. Jadi, tidak ada cara lain kecuali membantu sebagai saudara sesama Muslim.

Kami sangat mengkhawatirkan insiden yang terjadi, tidak hanya yang dialami 10 WNI tetapi juga Malaysia. Pemerintah Filipina harus menyelidiki siapa yang bertanggungjawab di balik penculikan ini, karena Abu Sayyaf berada di persembunyian mereka di Sulu.

Tidak pernah mereka bergerak bebas ke Sabah (Malaysia) atau ke tempat lain tanpa ada dukumgan seseorang. Ini sebabnya, kami meminta Pemerintah Filipina melakukan penyelidikan.

Saya harap Presiden terpilih Duterte, yang berasal dari Mindanao bisa mengatasi masalah ini, karena masalah perpecahan tidak baik untuk Mindanao dan bisa mempengaruhi Presiden terpilih.

(Rodrigo Duterte resmi menjadi Presiden ke-16 Filipina, Senin 30 Mei. Ia mengalahkan pemimpin sebelumnya Benigno Aquino pada Pemilu 9 Mei)

Pemerintah Indonesia sejak masalah di Mindanao, selalu hadir mendukung kami, memediasi kami agar Mindanao tetap damai. Hingga saat ini (masalah) MILF, Pemerintah Indonesia memimpin mediasi antara MILF dengan Pemerintah Filipina.

Saya harap, Pemerintah Indonesia akan terus membantu kami dan mengupayakan damai di Mindanao.

(Krisis di Filipina Selatan dipicu penyerangan pasukan bersenjata MNLF ke Kota Zamboanga. Indonesia menjadi mediator perjanjian damai MNLF-Filipina sejak 1993. Perjanjian damai akhirnya disepakati pada 2 September 1996 di Manila, Filipina)

Duterte kerap dibandingkan dengan Donald Trump. Pendapat Anda?

Rakyat di Mindanao dan Filipina menginginkan perubahan. Masalah di Filipina adalah narkoba dan kejahatan mengerikan lainnya. Dia (Duterte) sangat berkomitmen memerangi korupsi. Jadi, orang-orang yang di pemerintah (koruptor) harus dibuang.

Rakyat mengandalkan Presiden terpilih Duterte. Dia selalu menyuarakan untuk memerangi narkoba. Saya harap rakyat terus mendukung itu. Saya juga berharap Presiden terpilih sukses mengatasi permasalahan di Filipina.

Beasiswa Segera Terealisasi

Ketua Yayasan Sukma Bangsa Lestari Moerdijat menyampaikan pihaknya segera merealisasikan beasiswa untuk 30 anak Mindanao. Hal itu sudah ia sampaikan dalam pertemuan dengan Atty.

“Akan ada 30 anak berada di Sekolah Sukma pada tahun ajaran baru. 15 anak memasuki SMP jadi grade tujuh, dan 15 anak grade 10,” kata Lestari.

Lestari menyampaikan Yayasan Sukma punya pengalaman menyelesaikan konflik di Aceh dengan pendekatan pendidikan. Pola yang sama diterapkan untuk pembebasan 10 WNI dari penyanderaan Abu Sayyaf.

Menurut Lestari yang juga Vice Chairman Media Group, yang perlu ditekankan adalah mengangkat senjata tidak akan menyelesaikan masalah. “Kami harus ubah pemikiran mereka bahwa kita bisa menyelesaikan masalah dengan perdamaian.” Vice Chairman Media Group, yang perlu ditekankan adalah mengangkat senjata tidak akan menyelesaikan masalah.”Kami harus ubah pemikiran mereka bahwa kita bisa menyelesaikan masalah dengan perdamaian.” (TRK/MetroTV)

(in)

%d blogger menyukai ini: