Sketsa News
Home Berita Terkini, News 7 Fakta Kematian Rezky Evienia, di Pengkaderan Berujung Maut UMI

7 Fakta Kematian Rezky Evienia, di Pengkaderan Berujung Maut UMI

Sketsanews.com – Rezky Evienia Syamsul, 22 tahun, mahasiswi angkatan 2014, Fakultas Kedokteran UMI yang tewas setelah dirawat beberapa hari di ICU Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, pagi tadi, Selasa 7 Juni 2016.

Rezky-Evienia-Syamsul-mahasiswi-UMI-MAKASSAR

Kontributor Elshinta, Baba Dupa, Rabu (8/6) melaporkan, sebelum meninggal dunia mahasiswi semester empat ini sempat kritis selama tiga hari di RS Wahidin Sudirohusodo, setelah sebelumnya mengikuti pengkaderan study klub Fakultas Kedokteran UMI di Pegunungan Tombolo, Kecamatan Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (3/6).

Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kematian seorang mahasiswi UMI Makassar.

“Polisi juga telah menerima laporan terkait kematian mahasiswi tersebut, laporan tersebut diterima pada Selasa (7/6) yang dilakukan oleh kerabat Rezky, Asriadi,” kata Frans.

7 Fakta meninggalnya Rezky Evienia Syamsul mahasiswi Fakultas Kedokteran UMI

Hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait apa sebenarnya yang menjadi penyebab Resky meninggal dunia. Apakah karena dianiaya oleh panitia dan seniornya, atau murni kecelakaan?. Berikut kami rangkum 7 fakta meninggalnya Rezky Evienia Syamsul yang dihimpun dari Rakyatku.com:

1. Mulai dari Rezky mengikuti pengkaderan Tim Bantuan Medis 110 FK-UMI

Dari laporan keluarga di Mapolda Sulsel, Selasa (7/6/2016). Diketahui Rezky Evienia Syamsul (22), berangkat menuju TKP, di pegunungan Tombolo, Kecamatan Malino, Kabupaten Gowa‎, Jumat (3/6/2016) sekira pukul 20.00 wita.

Dengan agenda mengikuti pengkaderan Study Club (SC), Tim Bantuan Medis (TBM) 110, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Rezky-Evienia-Syamsul-mahasiswi-UMI-MAKASSAR-22. Rezky meninggal dunia dengan sejumlah luka di tubuhnya 

Sabtu 4 Juni, pihak keluarga telah menerima kabar, jika Rezky dilarikan ke RS Faisal.Karena belum sadarkan diri, korban lalu dirujuk ke RSUD Wahidin Sudirohusodo.

Dalam laporan dipihak kepolisian, pihak keluarga menduga, kematian Rezky dikarenakan tindakan penganiayaan. Pasalnya ditemukan luka pada tubuh korban. Lengan kanan dan kiri ditemukan luka lebam. Tak hanya itu, kepala Rezky juga mengalami luka memar.

3. Jenazah Rezky tak pernah divisum 

Kepala Instalasi Forensik dan Meddikologi RSUD Wahidin Sudirohusodo, dr Jerney‎ mengatakan, hingga jenazah dipulangkan, pihaknya belum melakukan visum terhadap jenazah. Pasalnya, tidak ada permintaan pihak keluarga dan polisi untuk visum.

“Kita tidak visum yang bersangkutan. Kita tidak bisa begitu saja melakukan visum kalau tidak ada permintaan. Sampai tadi pagi, tidak ada permintaan visum sama sekali,” beber Jerney kepada Rakyatku.com

Sementara itu, Tim Forensik Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Makassar mengaku belum pernah memeriksa almarhum Reski Eviana Syam (22). Sampai dinyatakan meninggal, pihaknya belum pernah melihat almarhum secara langsung, sekalipun.

Hal ini disampaikan Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kompol Eko Yunianto. Pihaknya tidak pernah melakukan visum atau autopsi terhadap jenazah untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya mahasiswi Fakultas Ilmu Kedokteran UMI itu.

“Belum ditangani Forensik,” kata Kompol Eko Yunianto.

Rezky-Evienia-Syamsul-mahasiswi-UMI-MAKASSAR-3-percakapan-di-line-capa-capa-xvii4. Beredar percakapan Grup Line senior Rezky

Keluarga korban langsung memeriksa seluruh percakapan di telepon genggam Rezky. Alhasil, ditemukan sejumlah grup yang sedang membahas Rezky.

Diperparah lagi dengan salah seorang senior yang melarang kepada seluruh orang yang tergabung di grup tersebut untuk berbicara soal kronologis kejadian yang menyebabkan Rezky meninggal dunia.

Direktur Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Erwin Jatma mengatakan, saat ini pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa percakapan pantia TBM 110 FK UMI, melalui jejaring pesan instan, LINE.

5. Rezky dimakamkan di Mamuju 

Jenazah almarhumah ‎Rezky Evienia Syamsul (22) Mahasiswi Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) angkatan 2014‎ dimakamkan di kampung halamannya, Mamuju, Sulawesi Barat. Jenaza‎h korban dibawa ke Mamuju, Selasa (7/6/2016).

‎Ratusan rekan kuliah dan pejabat kampus UMI termasuk Dekan FK ‎UMI Prof Syarifiddin Wahid ‎turut serta mengantar Rezky ke kampung halamannya.

6. Orangtua Rezky Kepala Dinas Perikanan Mamuju 

Rezky adalah anak kandung dari ‎H Syamsu Suddin yang merupakan Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Mamuju. “Bapak kerja di Mamuju sebagai Kepala di Dinas Kelautan dan Perikanan Mamuju,” ungkap‎ Sapar, kakak korban saat ditemui di RS Wahidin, belum lama ini.

7. UMI terkesan tertutup dalam menyikapi kasus ini

Pihak Universitas Muslim Indonesia (UMI) sebanarnya telah menerima kronologis penyebab Rezky Evienia Syamsul (22) tak sadarkan diri, saat mengikuti diksar Study Club (SC) Fakultas Kedokteran UMI, di Tombolo, Kecamatan Malino, Kabupaten Gowa‎, Sabtu 4 Juni kemarin.

Meski demikian, pihak UMI tak bersedia membeberkan kronologis tersebut.

“Kronologisnya sudah ada, tapi belum bisa kita berikan, nanti diserahkan pada yang berwenang,” kata Wakil Dekan (WD) III Fakultas Kedokteran UMI, Sulhana, Senin (6/6/2016).

(in)

%d blogger menyukai ini: