Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Juli, Subsidi Listrik Golongan Pelanggan Mampu Segera Dicabut

Juli, Subsidi Listrik Golongan Pelanggan Mampu Segera Dicabut

Sketsanews.com – Pencabutan subsidi listrik untuk golongan pelanggan 900 VA diharapkan dapat dilaksanakan pada awal Juli 2016. Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Sudirman Said menegaskan, jika tidak dilaksanakan maka pencabutan tersebut akan membengkakkan subsidi listrik.

Sudirman menegaskan, pencabutan subsidi tersebut akan diputuskan pada rapat kabinet terbatas dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

“Tapi asumsinya adalah pada Juli sudah bisa kita terapkan yaitu kami sedang menunggu rapat terbatas kabinet karena pada penundaan diputuskan diratas. Jadi, harus segera diputuskan diratas,” kata Sudirman, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI, di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Juni.

Sudirman menekankan, seharusnya pencabutan subsidi listrik pada dua golongan tersebut diterapkan pada Januari lalu. Namun, pemerintah telah memutuskan untuk menunda pencabutan subsidi listrik tersebut sampai perengahan 2016 hingga Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) merilis berapa banyak pelanggan yang benar-benar berhak mendapatkan subsidi tersebut.

Akibat penundaan tersebut, lanjut Sudirman, menyebabkan pembengkakan pada subsidi listrik pada APBN 2016 yakni semula Rp38 triliun menjadi Rp57,18 triliun. Maka diharapkan pencabutan listrik ini dapat segera dilakukan agar pembengkakan tersebut tidak semakin besar.

“Awal tahun kita memutuskan untuk menunda subsidi listrik 900 VA dan 450 VA dan menyebabkan adanya penambahan subsidi dari Rp38 triliun menjadi Rp57,18 triliun. Angka ini tergantung dari kita kapan menerapkan. Maka semakin lama ditunda subsidinya akan semakin besar,” jelas dia.

Mantan Direktur Utama PT Pindad ini merinci perhitungan subsidi ini berdasarkan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang ditetapkan Rp13.500 per USD, harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) sebesar USD35 per barel, dan rata-rata konsumsi listrik 900 VA per bulan sebesar Rp126 kWh. Maka, penyesuaian Tarif Tenaga Listrik rumah tangga mampu golongan daya 900 VA akan naik secara bertahap yakni empat kali dengan kenaikan 23 persen.

“Bila penerapan pencabutan subsidi listrik diberlakukan pada 1 Juli 2016, maka kebutuhan subsidi listrik tahun ini Rp59,04 triliun. Akan ada tambahan subsidi sebesar Rp20,65 triliun,” ujar dia.

Sudirman menambahkan, apabila pengurangan subsidi diberlakukan pada 1 Agustus 2016, maka kebutuhan subsidi listrik tahun ini Rp60,30 triliun. Akan ada tambahan subsidi sebesar Rp21,91 triliun. “Dan jika pencabutan listrik ini tidak diberlakukan, kebutuhan subsidi mencapai Rp63,74 triliun. Negara akan menambah subsidi sampai Rp25,35 triliun,” imbuh dia.

“Dan kami sudah mengusulkan kepada pemerintah Presiden agar selambatnya Juli. Sehingga harga bulan depan 900 VA sudah normal menuju harga keekonomian,” pungkas dia. (dR/Metrotvnews)

%d blogger menyukai ini: