Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Densus Berhasil Menggagalkan Serangan Para Teroris di Surabaya

Densus Berhasil Menggagalkan Serangan Para Teroris di Surabaya

Sketsanews.com – Detasemen Khusus Anti Teror (Densus AT) 88 telah menangkap beberapa orang yang terduga akan melakukan aksi teror di daerah Surabaya Jawa Timur pada hari Rabu, 8 Juni 2016.

160347_645065_060303_953800_Densus_Surabaya_Dipta_d

Dalam peristiwa tersebut tim berlambang kepala burung hantu berhasil mengamankan tiga orang. Tiga orang yang diduga akan melakukan aksi teror tersebut bernama Priyo Hadi Purnomo yang oleh polisi disingkat dengan PHP, BRN alias Jeffi (Jf) dan F alias Fery Novendi.

Sebagaimana dilansir oleh tempo.co, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan para tersangka yang ditangkap di Surabaya, Rabu, 8 Juni 2016, berencana meledakkan bom pada 17 Ramadan 1437 Hijriah atau 22 Juni 2016.

Menurut Boy, kelompok ini terkena pengaruh penyebarluasan radikalisme. “Mereka terinspirasi seruan dari kelompok ISIS yang tersebar di media sosial,” kata Boy di kantornya, Kamis, 9 Juni 2016.

Boy menjelaskan, ketiga tersangka berencana melakukan pengeboman di wilayah Jawa Timur, terutama Surabaya. Mereka ingin membuat peristiwa yang mirip dengan bom di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Januari lalu.

Seperti dikutip jpnn.comKadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, ketiga teroris itu mengaku tengah menyusun rencana aksi teror di Surabaya.

“Rencana akan melakukan aksi amaliah di bulan suci, terutama di Surabaya,” kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (9/6).

Amaliah sebenarnya berarti kegiatan amal. Namun, tak diketahui alasan teroris yang diduga terkait ISIS itu menyebut aksi mereka dengan istilah amaliah. Dalam penangkapan itu, polisi menemukan tiga unit bom aktif berkekuatan tinggi.‎ Itu tentu saja disiapkan untuk aksi mereka.

Kemudian, ada dua senjata api laras panjang, laras pendek, amunisi, cairan kimia, kabel, alat pembuat bom, sangkur, dan telepon genggam yang digunakan sebagai alat pemicu ledakan.

“Terungkap di pemeriksaan awal, mereka melakukan penyerangan dengan bom yang disiapkan di sejumlah tempat di tempat umum dan kantor petugas (polisi), mirip seperti (insiden ledakan bom) di MH Thamrin,” pungkas Boy.

Boy bersyukur Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri bisa menghalau upaya mereka. Terduga teroris ini digerebek kemarin. “Mudah-mudahan berikutnya kami bisa cegah. Sejumlah warga bisa diselamatkan,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat turut membantu polisi jika mencurigai ada kegiatan terorisme di lingkungannya. Mereka dapat cara menyampaikan informasi kepada polisi. Menurut Boy, kelompok teroris mampu berkamuflase. Contohnya, mereka mengaku sebagai pengusaha yang menyewakan kos-kosan atau penyewa kos-kosan. Padahal di dalam tempat itu mereka merencanakan serangan.

(Bz)

 

 

 

 

 

%d blogger menyukai ini: