Sketsa News
Home Berita Terkini, News Sebanyak 300 Ton Daging Sapi Impor Masuk ke Medan, Harganya Rp 80.000 per Kg

Sebanyak 300 Ton Daging Sapi Impor Masuk ke Medan, Harganya Rp 80.000 per Kg

Sketsanews.com – Menyikapi tingginya kebutuhan masyarakat akan daging sapi saat Ramadhan dan Idul Fitri nanti, 300 ton pasokan daging sapi impor asal Australia dan New Zealand akan masuk ke Kota Medan dan didistribusikan ke pasar-pasar tradisional yang sudah ditentukan.

0829488DSC-2223780x390

Harga daging tersebut Rp 80.000 tiap satu kilogram.

“Masuknya ke Medan bertahap. Dalam minggu ini akan masuk 11 ton, sampai akhirnya total 300 ton. Nanti kita distribusikan ke pasar-pasar tradisional dalam bentuk operasi pasar. Di kantor Bulog juga nanti akan menjual sebanyak 600 kilogram. Saat ini baru laku 20 kilogram,” kata Kepala Perum Badan Urusan Logistik Divre Sumatera Utara (Bulog Drive Sumut) Fattah Yasin, Rabu (8/6/2016).

Saat ini pihaknya masih melakukan rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menentukan lokasi pasar yang akan menjual daging sapi tersebut.

Fattah memastikan masyarakat akan membeli daging dengan harga murah sesuai harga yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Daging sapi-nya impor dari Australia dan New Zealand, baru tiba di Jakarta. Dari Jakarta baru kemudian disebar ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Medan. Harganya ditetapkan langsung dari pusat yaitu Rp 80.000 per kilogram. Harapannya para pedagang daging jadi menurunkan harga dagangannya, sama dengan harga pemerintah,” katanya lagi.

Wakil Ketua TPID Sumut Difi A Johansyah menjelaskan, penambahan komoditas dalam Operasi Pasar (OP) Bulog bisa menurunkan harga daging sapi di Medan yang saat ini mencapai Rp 120.000 per kilogram.

“OP selama ini cuma fokus ke bawang dan cabai merah. Masuknya daging sapi maunya bisa menstabilkan harga di tingkat pasar. Sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan harganya pun terjangkau. Kami akan membantu semua langkah yang dilakukan pemerintah. Supaya ekspektasi masyarakat berubah dan harga menjadi stabil,” ujar Difi.

Sementara Boru Lubis, ibu dua anak yang ditemui di Pasar Petisah Medan mengatakan, mulai awal puasa dirinya tidak membeli daging.

Ibu dua anak ini bilang harganya terlalu mahal untuk ukuran kantongnya, Rp 150.000 tiap kilogram.

“Pas mau puasa itu harga daging Rp 150.000 sekilo, manalah sanggup kami. Beli ikan ajalah, ikan pun mahal. Tapi kami, tak harus makan daging kalau mau menyambut puasa, itu kan budaya, bukan perintah agama. Puasa harusnya membuat kita lebih sederhana. Kalau nanti harga daging turun, belum tentu juga kami beli, enakan makan tempe atau tahu,” cerocos ibu dua anak yang sehari-hari menjadi guru di salah satu SMP swasta di Medan.(Dan/Kompas)

%d blogger menyukai ini: